Apa Itu OPU? Fungsi, Prosedur, dan Biayanya

OPU Adalah: Bagaimana Prosedur dan Berapa Biayanya?

OPU (Ovum Pick Up) adalah prosedur pengambilan sel telur matang dari ovarium untuk program bayi tabung (IVF). Tindakan ini dilakukan sekitar 34 sampai 36 jam setelah suntikan pemicu ovulasi. Prosedur berlangsung singkat dan pasien umumnya bisa pulang di hari yang sama. Biaya OPU di Indonesia berkisar mulai dari Rp10.000.000 sampai Rp30.000.000.

Apa Itu OPU?

Ovum pick up (OPU) adalah prosedur pengambilan sel telur dari indung telur seorang wanita. Sel telur yang telah terambil kemudian mengalami pembuahan di luar dengan menggunakan program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF).

Fertilisasi in vitro (IVF) adalah teknik reproduksi buatan di mana sel telur yang diambil dari ovarium dipertemukan dengan sperma di laboratorium untuk menghasilkan embrio. Embrio yang telah terbentuk kemudian akan dokter tanam kembali ke rahim wanita agar dapat berkembang sehingga terjadi kehamilan. OPU termasuk dalam teknik reproduksi buatan untuk mengatasi masalah infertilitas atau kesulitan hamil pada wanita.

Bagaimana Cara Ovum Pick Up Dilakukan?

Tujuan OPU adalah untuk dapat mengekstraksi sel telur dari ovarium wanita. Beberapa tahap prosedur OPU adalah:

Baca Juga: Syarat Menjalani Program Bayi Tabung

Persiapan Pasien

Persiapan pasien sebelum ovum pick up menjadi langkah penting dalam memastikan kesuksesan prosedur tersebut. Berikut beberapa tahapan dalam persiapan pasien selama OPU:

  • Pemeriksaan Medis: Selama pemeriksaan medis, pasien akan menjalani pemeriksaan fisik dan tes medis untuk mengevaluasi kesehatannya secara keseluruhan dan memastikan bahwa OPU adalah prosedur yang aman bagi pasien.
  • Obat-obatan: Setelah menjalani pemeriksaan medis, pasien akan menerima obat-obatan yang merangsang produksi sel telur matang. Obat-obatan yang umum tergunakan seperti hormon folikel-stimulasi (FSH) dan Luteinizing hormone (LH).
  • Anestesi: Sebelum prosedur OPU, dokter akan memberikan anestesi lokal atau umum terhadap pasien dengan tujuan meminimalkan rasa sakit selama prosedur.
  • Persiapan mental: Selain persiapan fisik, pasien juga perlu mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapi prosedur OPU.

Pemantauan

Prosedur pemantauan selama proses ovum pick up (OPU) terbagi dalam beberapa langkah berikut:

  • Pemeriksaan Ultrasonografi Transvaginal: Pemeriksaan ini menggunakan alat ultrasonografi transvaginal untuk memantau pertumbuhan folikel pada ovarium serta memastikan bahwa folikel tersebut matang dan siap untuk diambil.
  • Pemantauan Hormonal: Langkah ini dengan mengambil sampel darah pasien untuk memantau kadar hormon tertentu, seperti hormon folikel-stimulasi (FSH) dan Luteinizing hormone  (LH). Jumlah hormon FSH dan LH akan menjadi petunjuk bagi dokter dalam menentukan waktu terbaik melakukan prosedur berikutnya.

Baca Juga: Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung

Penyedotan Sel Telur

Setelah dari prosedur pemantauan bahwa folikel sudah cukup besar dan siap untuk diambil. Dokter akan memberikan obat hCG (human chorionic gonadotropin) untuk memicu ovulasi. Pemberian obat hCG berlangsung 36 jam sebelum penyedotan.

Ketika ukuran sebagian besar folikel telah mencapai diameter rata-rata 18-20 mm dan kadar hormon estradiol meningkat dengan tepat, maka langkah penyedotan sel telur siap dilakukan. Berikut tahapan dalam prosedur penyedotan sel telur:

  • Penggunaan Jarum Aspiration: Jarum aspiration untuk menyedot cairan folikel yang berisi telur matang. Dalam prosesnya, dokter akan memasukkan jarum aspiration melalui vagina ke dalam ovarium yang sudah matang.
  • Pemisahan Sel Telur: Setelah cairan yang berisi sel telur matang berhasil tersedot, cairan tersebut akan dokter bawa ke laboratorium untuk diproses dan memisahkan sel telur dari cairan folikel dengan teknik khusus.

Penanganan Sel Telur

Setelah sel telur berhasil terambil dan terpisahkan dari cairan folikel, langkah selanjutnya adalah penanganan sel telur agar tetap sehat dan matang untuk proses fertilisasi in vitro. Selama proses penanganan, sel telur akan di dalam media kultur khusus yang mengandung nutrisi serta zat-zat penting untuk mendukung kesehatan dan kematangan sel telur.

Media kultur biasanya terdiri dari campuran nutrisi seperti vitamin, mineral, asam amino, dan zat-zat penting lainnya yang sel telur butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Setelah itu, media kultur yang berisi sel telur akan tersimpan dalam suhu dan kondisi lingkungan yang terkontrol untuk menjaga kualitas.

Selama sel telur berada dalam media kultur, dokter akan memantau perkembangan sel telur secara teratur. Jika terdapat masalah atau kelainan yang terdeteksi, dokter akan segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah tersebut agar memaksimalkan keberhasilan fertilisasi in vitro (IVF).

Seluruh tahapan penanganan sel telur dalam proses OPU berlangsung dengan hati-hati dan cermat agar peluang mendapatkan kehamilan yang sehat lebih tinggi.

Baca Juga: Metode Bayi Tabung ICSI dan IMSI untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan

Pemulihan Setelah OPU

Merawat tubuh setelah prosedur OPU bisa membantu proses pemulihan berjalan lebih nyaman dan mengurangi keluhan yang muncul. Berikut beberapa hal yang dokter sarankan setelah tindakan meliputi:

  • Istirahat: Hindari mengangkat beban berat, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang terlalu berat setidaknya selama 1-2 hari setelah prosedur.
  • Mencukupi cairan: Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dengan minum air putih, air kelapa, atau sup bening.
  • Menjaga asupan makanan: Konsumsi makanan ringan yang mudah tercerna setelah tindakan.
  • Menggunakan pakaian nyaman: Pilih pakaian yang longgar agar tidak memberikan tekanan pada area perut.
  • Mengurangi kram perut: Kompres area perut bagian bawah menggunakan kantong berisi air hangat (bukan air panas) untuk membantu memberikan rasa nyaman.
  • Menunda aktivitas seksual: Hindari hubungan seksual hingga dokter menyatakan aman untuk dilakukan kembali.

Istirahat yang cukup dan menjaga kebutuhan cairan tubuh dapat membantu mempercepat proses pemulihan setelah OPU.

Berapa Lama Proses Ovum Pick Up?

Prosedur OPU atau pengambilan sel telur biasanya memakan waktu sekitar 30-45 menit dari proses awal hingga akhirnya. Namun, waktu yang dibutuhkan dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jumlah folikel yang harus diambil dan tingkat kesulitan prosedur pada pasien tertentu.

Setelah prosedur ovum pick up (OPU) berhasil, pasien akan tetap tinggal sementara selama beberapa jam untuk memastikan bahwa tidak ada komplikasi atau efek samping yang muncul.

Kenapa Perlu Melakukan OPU?

Prosedur ovum pick up (OPU) biasanya perlu untuk pasangan yang mengalami kesulitan hamil secara alami karena masalah infertilitas atau gangguan reproduksi. Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan OPU antara lain:

  • Pria atau wanita yang mengalami kemandulan
  • Wanita yang mengalami kista ovarium sehingga memengaruhi kualitas sel telur
  • Menderita kanker atau sedang menjalani pengobatan kanker yang memengaruhi kesuburan, seperti radioterapi atau kemoterapi.
  • Wanita atau pria yang mengalami kelainan genetik atau kondisi medis tertentu sehingga memengaruhi kesuburan
  • Wanita yang menunda kehamilan hingga usia lebih tua dan mengalami kesulitan hamil karena kualitas sel telur yang menurun.

Baca Juga: Mengenal Inseminasi Buatan untuk Program Hamil

Berapa Biaya OPU?

Biaya ovum pick up (OPU) di Indonesia dapat bervariasi tergantung berbagai faktor, seperti lokasi rumah sakit, jenis obat, serta teknologi dalam prosedur. Secara umum biaya OPU di Indonesia berkisar antara Rp10.000.000-Rp30.000.000,-.

Biaya tersebut belum termasuk dalam tagihan bila memiliki kondisi lain. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan rumah sakit untuk mengetahui perkiraan OPU dan rangkaian prosedur.

Secara keseluruhan, ovum pick up (OPU) adalah prosedur penting dalam fertilisasi in vitro terutama bagi wanita yang memiliki masalah ovulasi untuk mendapatkan kehamilan. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum melakukan agar mendapatkan penjelasan yang lebih tepat mengenai prosedurnya. Sekian ulasan tentang ovum pick up (OPU), semoga bermanfaat.

Risiko dan Efek Samping OPU

Setelah prosedur pengambilan OPU, beberapa efek samping ringan bisa terjadi dan biasanya membaik dalam beberapa hari.

  • Rasa tidak nyaman ringan: Nyeri, kram, atau rasa sakit pada perut merupakan keluhan yang umum terjadi setelah prosedur. Keluhan ini biasanya mirip dengan gejala saat menstruasi.
  • Flek ringan: Perdarahan ringan dari vagina bisa terjadi setelah proses pengambilan sel telur. Jika flek berlangsung lebih dari beberapa hari atau jumlahnya semakin banyak, segera hubungi dokter.

Meskipun jarang terjadi, prosedur OPU juga memiliki risiko komplikasi yang lebih serius, seperti:

  • Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS): Kondisi ini terjadi ketika ovarium memberikan respons berlebihan terhadap hormon selama stimulasi ovarium sehingga terlalu banyak sel telur berkembang. OHSS bisa menyebabkan nyeri yang lebih berat, mual, serta penumpukan cairan. Gejala lainnya dapat berupa kenaikan berat badan secara cepat atau perut yang semakin membesar.
  • Perdarahan atau infeksi: Seperti tindakan medis lainnya, OPU memiliki risiko kecil terjadinya perdarahan atau infeksi. Segera informasikan kepada dokter apabila muncul gejala yang tidak biasa.

Selain kondisi fisik, proses pengambilan sel telur juga menjadi tantangan secara emosional. Beberapa hal yang bisa dialami selama menjalani program fertilitas meliputi:

  • Tekanan emosional: Banyak pasien mengalami rasa cemas, stres, atau ketidakpastian selama menjalani perawatan kesuburan. Mengenali dan mengelola perasaan tersebut penting untuk membantu menjalani proses ini.
  • Komunikasi terbuka: Berbicara dengan dokter, pasangan, atau orang terdekat membantu mengurangi beban emosional selama perawatan.
  • Merawat diri: Aktivitas seperti meditasi, olahraga ringan, atau menulis jurnal bisa memberikan rasa lebih tenang selama proses berlangsung.
  • Dukungan profesional: Jika mengalami tekanan emosional yang berat, mendapatkan bantuan dari konselor atau kelompok dukungan terkait fertilitas dapat membantu.

Pasien umumnya disarankan untuk beristirahat pada hari tindakan dan dapat kembali melakukan aktivitas ringan keesokan harinya, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Jika muncul gejala berat atau tidak biasa, seperti nyeri hebat atau perdarahan banyak, segera konsultasikan dengan dokter.

Perbedaan OPU dan IVF

Sebelum memilih metode program fertilitas, pasien perlu memahami perbedaan antara OPU (Ovum Pick Up) dan IVF (In Vitro Fertilization). OPU adalah prosedur pengambilan sel telur dari ovarium yang nantinya digunakan dalam proses IVF.

Pengambilan sel telur dilakukan menggunakan jarum khusus dengan bantuan panduan USG. Sementara IVF adalah proses pembuahan yang dilakukan di luar tubuh dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium hingga terbentuk embrio.

Kedua prosedur ini memiliki tahapan dan pertimbangan yang berbeda. Pada OPU, tindakan yang dilakukan tergolong minimal invasif dan umumnya menggunakan obat penenang.

Setelah prosedur, pasien biasanya hanya mengalami rasa tidak nyaman ringan dan dapat kembali pulih dalam waktu singkat. Sedangkan IVF memiliki proses yang lebih panjang karena melibatkan pembuahan sel telur dan sperma di laboratorium sebelum embrio dipindahkan kembali ke rahim.

Tahapan tambahan tersebut membuat proses IVF membutuhkan Waktu yang lebih lama dibandingkan OPU. Tingkat keberhasilan menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tindakan fertilitas.

Meskipun keduanya memiliki tingkat keberhasilan yang baik, OPU dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi medis tertentu atau yang menginginkan prosedur dengan tindakan yang lebih sederhana.

Sementara itu, IVF lebih sesuai untuk pasien dengan masalah kesuburan tertentu atau yang belum berhasil dengan pilihan terapi sebelumnya. Pemilihan metode OPU atau IVF perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas diperlukan untuk menentukan pilihan yang paling sesuai.

FAQ

Apakah OPU Menyakitkan?

Prosedur OPU (Ovum Pick Up) umumnya tidak menimbulkan rasa sakit selama tindakan berlangsung karena dilakukan dengan bantuan obat penenang melalui infus dosis ringan atau anestesi umum.

Berapa Lama Masa Pemulihan Setelah OPU?

Masa pemulihan setelah OPU umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Namun, sebagian besar pasien sudah dapat kembali melakukan aktivitas ringan sehari-hari dalam waktu 24-48 jam setelah tindakan.

Apakah OPU Bisa Gagal Mendapatkan Sel Telur?

Ya, meskipun jarang terjadi, prosedur OPU dapat mengalami kegagalan dalam mendapatkan sel telur. Kondisi ini dikenal sebagai failed oocyte pick-up (FOPU) atau empty follicle syndrome (EFS).

Apa Bedanya OPU dengan Bayi Tabung (IVF)?

OPU (Ovum Pick Up) merupakan prosedur khusus untuk mengambil sel telur dari ovarium. Sementara itu, IVF (In Vitro Fertilization) merupakan rangkaian proses yang mencakup pengambilan sel telur, pembuahan dengan sperma di laboratorium, hingga perkembangan embrio.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi