Embrio Adalah Tahap Awal Perkembangan Bayi

Embrio Adalah Tahap Awal Perkembangan Bayi

Embrio Adalah Tahap Awal Perkembangan Bayi

Embrio adalah istilah pada bayi dalam proses kehamilan yang berawal dari persiapan pembuahan hingga terbentuknya bagian-bagian tubuh bayi di rahim. Sel ini berkembang dan terbagi sesuai fungsinya setelah terjadinya pembuahan, yaitu menyatunya ovum dengan sel sperma. Tahapan perkembangan embrio disebut sebagai fase embrionik. Fase embrionik ini biasanya terjadi pada minggu pertama persiapan hingga minggu ketujuh setelah pembuahan. Apa itu fase embrionik, embrio, janin, dan bayi? Simak selengkapnya pada penjelasan berikut!

Definisi Embrio

Embrio adalah istilah pada anak yang belum lahir hingga akhir minggu ketujuh setelah terjadinya proses pembuahan. Pada manusia, peleburan ovum dengan sel sperma akan menghasilkan zigot atau sel telur yang telah dibuahi. Zigot akan mengalami serangkaian pembelahan saat melewati tuba falopi atau saluran tuba. Sel-sel dalam zigot akan membentuk bola berongga yang disebut sebagai blastula.

Blastula kemudian menempel pada lapisan rahim dan merangsang pembentukan plasenta. Plasenta berguna untuk mentransfer nutrisi dari ibu ke embrio yang sedang bertumbuh. Selama perkembangannya, sel ini akan berdiferensiasi menjadi tiga jenis jaringan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Jaringan-jaringan dalam sel inilah yang akan membentuk dan mengembangkan bagian-bagian tubuh pada janin.

Baca Juga: Mengenal Pembuahan pada Sistem Reproduksi

Tahapan Perkembangan Embrio

Tahapan perkembangan embrio terjadi dalam beberapa tahapan umum. Tahapan perkembangan sel ini dimulai dari proses persiapan hingga terbentuknya bagian-bagian tubuh pada bayi. Tahapan perkembangan embrio akan dijabarkan dalam poin-poin berikut:

a. Minggu 1 dan 2: Persiapan

Seorang wanita tidak akan hamil pada dua minggu pertama persiapan. Tubuh wanita berfokus untuk melepaskan sel telur yang telah matang. Pada tahap persiapan ini, biasanya akan ada tanggal yang paling tepat untuk terjadinya proses kehamilan. Dokter dapat membantu dalam menentukan tanggal kehamilan tersebut dan tanggal jatuh temponya atau kemungkinan hamil kecil.

b. Minggu 3: Ovulasi

Pada minggu ketiga, sel telur yang telah matang akan turun ke tuba falopi atau saluran tuba dan siap dibuahi. Ketika sperma masuk dan berhasil menembus dinding sel telur, maka proses pembuahan terjadi. Pembuahan yang berhasil akan membentuk zigot.

c. Minggu 4: Implantasi

Pada minggu keempat, zigot yang telah dibuahi akan terus membelah dan berubah menjadi blastokista. Ketika proses pembelahan ini terjadi, zigot akan menggelinding dari tuba falopi menuju rahim selama tiga hari lamanya. Pada minggu ini, tubuh wanita mulai mengeluarkan hormon human chorionic gonadotrophin (hCG) yang dapat terdeteksi oleh tes kehamilan.

d. Minggu 5: Periode Embrionik Dimulai

Pada minggu kelima, periode embrionik pun dimulai. Ini merupakan periode yang penting karena sebagian besar sistem dan organ tubuh akan terbentuk. Embrio akan mulai terbagi dalam tiga lapisan, meliputi:

  • Ektoderm, merupakan lapisan paling atas atau luar. Lapisan ektoderm akan berubah dan membentuk sistem saraf, kulit, mata, telinga bagian dalam, dan jaringan ikat pada tubuh calon bayi.
  • Mesoderm, merupakan lapisan tengah. Lapisan mesoderm akan bertanggung jawab membentuk tulang, otot, ginjal, dan sistem reproduksi calon bayi.
  • Endoderm, merupakan lapisan paling bawah atau dalam. Lapisan endoderm akan membentuk bagian paru-paru, usus, dan kandung kemih pada calon bayi.


e. Minggu 6

Embrio belum terbentuk dengan jelas, tetapi fitur wajah dasar dengan kuncup kaki dan lengan mulai tampak. Pada minggu keenam, sel ini mulai berkembang sebesar biji delima dan memiliki sel jantung yang membantu memancarkan impuls serta memompa darah.

f. Minggu 7

Pada minggu ketujuh, embrio akan mulai mengembangkan otak dan kepala bayi. Kuncup lengan dan kaki kini telah berubah menjadi bentuk dayung. Sel ini akan berkembang sebesar penghapus pensil. Namun, lensa mata mulai terbentuk.

g. Minggu 8

Pada minggu kedelapan, kelopak mata dan telinga bayi sudah terbentuk sehingga sang bayi dapat melihat serta mendengarkan. Bibir bagian atas dan hidung bayi juga mulai terbentuk meskipun belum sempurna.

Embrio Adalah Tahap Awal Perkembangan Bayi

Tahap embrio dan janin menjadi tahap paling penting sebelum janin dilahirkan yang disebut sebagai bayi.

Baca Juga: Organ Reproduksi Wanita: Anatomi dan Fungsi

h. Minggu 9

Pada minggu kesembilan, lengan bayi sudah bisa menekuk dan terbentuk sebuah siku. Jari-jari kaki sang bayi mulai terbentuk begitu juga dengan kelopak mata dan telinga yang semakin sempurna.

i. Minggu 10

Pada minggu kesepuluh, periode embrionik telah berakhir. Bayi mulai berkembang sepanjang kurang dari dua inci dari mahkota hingga pantatnya. Sistem tubuh juga sudah mulai terpasang dengan cukup baik meskipun belum terlalu sempurna.

j. Minggu 11 dan seterusnya

Fase embrionik dan janin menjadi tahap paling penting sebelum janin dilahirkan yang kemudian disebut sebagai bayi. Pada minggu kesebelas fase ini telah berlalu dan kini telah berubah menjadi janin. Janin akan terus bertumbuh dan berkembang hingga kehamilan berakhir. Pada trimester pertama, wajah bayi mulai memiliki karakteristik, menumbuhkan kuku, dan ukuran berkembang menjadi 2,5 inci dengan berat 0,5 ons.

Trimester kedua, bayi mulai terlihat seperti bayi sungguhan, organ intim berkembang, tulang semakin kuat, dan lemak mulai menumpuk. Rambut mulai terlihat dan bayi sudah bisa menghisap, menelan, dan mendengarkan suara disekitarnya. Trimester terakhir, bayi atau janin mulai membuka mata, berlatih bernapas, panjangnya mencapai 18-20 inci dengan berat 6,5 pound. Panjang dan berat tubuh bayi yang dilahirkan dapat bervariasi.

Perbedaan Embrio dan Zigot, Janin, Bayi

Jadi, apa sih perbedaan dari embrio dan zigot, janin, serta bayi? Zigot terbentuk setelah terjadinya proses pembuahan antara sel telur (ovum) dan sel sperma pada saluran tuba. Kemudian zigot berkembang, membelah sel, dan menggelinding dari saluran tuba menuju rahim akan mulai membentuk embrio. Embrio adalah mulai berkembang dari awal proses pembuahan hingga tujuh minggu setelahnya. Sel ini berkembang pada fase embrionik yang terbagi dalam tiga jaringan dengan fungsi berbeda.

Pada fase embrionik, tiap lapisan jaringan akan mulai membentuk bagian-bagian tubuh sang bayi. Setelah fase ini, yaitu mulai dari minggu ke 10 kehamilan hingga kelahiran embrio kini disebut sebagai janin. Tahap embrio dan janin merupakan tahap paling penting sebelum janin dilahirkan yang kemudian disebut sebagai bayi. Sehingga dapat disimpulkan, pembuahan antara ovum dan sel sperma akan berkembang menjadi zigot, dari zigot menuju embrio, kemudian menjadi janin, dan lahirnya sebagai seorang bayi.

Baca Juga: Total Biaya Bayi Tabung di Klinik dan Rumah Sakit Jakarta

Kategori Embrio Sehat dan Berhasil dalam Fertilisasi

Kualitas embrio tidak berkaitan dengan kesehatan sang bayi. Tetapi, kualitas sel ini mampu memberikan gambaran terhadap kemampuan embrio adalah untuk berimplantasi dan berhasil menghasilkan kehamilan. Menurut ASEBIR (Association for the study of Reproduction Biology) kategori atau klasifikasi embrio sehat dan berhasil dalam fertilisasi dapat dilihat dari evaluasi perkembangan embrio. Embrio yang sehat dan memiliki kemungkinan kehamilan tinggi akan diberi nilai A serta nilai D untuk embrio berkualitas rendah. Ada berbagai faktor yang memengaruhi kualitas embrio, meliputi:

a. Faktor Intrinsik

Faktor intrinsik dari kualitas embrio bergantung pada kualitas gamet (ovum dan sperma), usia, endometriosis, sindrom ovarium polikistik, faktor ovulasi, kegagalan ovarium, dan faktor laki-laki. Usia wanita tidak dapat diubah dan sebagian besar bertanggung jawab atas kualitas embrio, perkembangan kehamilan, dan kesehatan bayi. Faktor intrinsik selain usia dapat diobati guna meningkatkan kualitas embrio, misalnya dengan pemberian obat antioksidan ataupun vitamin. Kelebihan berat badan dan konsumsi rokok atau alkohol pada wanita maupun pria juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan embrio serta kualitas gamet.

b. Faktor Ekstrinsik

Faktor ekstrinsik berkaitan dengan proses gamet in vitro dan kultur embrio. Pembuahan yang terjadi di luar tubuh induknya akan sangat dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik, seperti kondisi laboratorium dan media kultur. Pemantauan yang cermat terhadap kondisi kultur embrio dan penerapan teknik terbukti efektif guna meningkatkan kualitas embrio serta kemungkinan kehamilan tinggi.

Embrio adalah fase setelah sel telur dan sperma berhasil menyatu hingga menghasilkan zigot. Pada fase embrionik ini, zigot akan terus berkembang dan bertumbuh. Embrio akan menghasilkan tiga lapisan jaringan yang berfungsi untuk membentuk bagian-bagian tubuh pada sang bayi. Fase embrionik berlangsung sejak dimulainya persiapan pembuahan hingga tujuh minggu setelah terjadinya pembuahan.

Setelah melewati tahap perkembangan embrio, embrio akan berubah menjadi janin hingga proses kelahiran terjadi. Beberapa factor baik ekstrinsi dan ekstrinsuk dapat mempengaruhi kualitas embrio . Maka jika Anda dan pasangan Anda ingin merencanakan keberhasilan kehamilan akan lebih baikuntuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan masukan dan solusi yang terbaik bagi Anda.

Telah direview oleh dr. Fatmawati

Source:

Terakhir diperbarui pada 6 Desember, 2023
Dipublisikan 4 September, 2023