Fungsi Ovarium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi Ovarium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi Ovarium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Kesuburan dan reproduksi wanita bergantung pada kesehatan ovarium atau indung telur karena ovarium memproduksi dan melepaskan sel telur, penting untuk menjaga kesehatan dan mengetahui fungsi ovarium secara keseluruhan. Simak lengkapnya di bawah ini.

Apa itu Ovarium?

Ovarium adalah organ reproduksi wanita yang terletak di rongga panggul, tepatnya disebelah kiri dan kanan rahim. Ovarium memiliki bentuk seperti biji kacang dengan ukuran sekitar 3-5 cm. Setiap ovarium terhubung dengan tuba falopi, yaitu saluran telur yang berfungsi mengangkut sel telur dari ovarium ke rahim.

Setiap ovarium mengandung ribuan folikel, yaitu struktur kecil yang berisi sel telur. Sel telur akan dilepaskan dari ovarium saat ovulasi agar dapat bertemu dengan sperma di saluran tuba falopi. Sel telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi embrio dan kemudian menempel pada dinding rahim untuk berkembang menjadi janin.

Baca Juga: Ovarium Adalah: Kenali Fungsinya dalam Sistem Reproduksi

Berbagai Fungsi Ovarium

Peran ovarium dalam sistem reproduksi wanita sangat krusial, terutama dalam mengatur siklus menstruasi dan mengelola proses kehamilan. Ovarium juga memiliki hubungan erat dengan tingkat kesuburan wanita, sehingga ovarium yang berfungsi dengan baik dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Berikut berbagai fungsi ovarium yang perlu Anda ketahui:

1. Menghasilkan Sel Telur
Menghasilkan sel telur (ovum) adalah salah satu fungsi utama ovarium dalam sistem reproduksi wanita. Proses produksi sel telur disebut dengan oogenesis. Setiap bulan selama siklus menstruasi, beberapa folikel akan berkembang sebagai respons dari perubahan hormon perangsang folikel (FSH) dalam tubuh. Umumnya, hanya akan ada satu folikel yang berkembang dan menghasilkan sel telur.

2. Melepaskan Sel Telur
Selain menghasilkan sel telur, fungsi dari ovarium adalah melepaskan sel telur (ovum). Proses melepaskan sel telur yang telah matang disebut dengan ovulasi. Ovulasi umumnya terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Namun, waktu tepatnya ovulasi dapat bervariasi pada setiap wanita. Selama ovulasi, folikel yang matang akan pecah dan melepaskan sel telur untuk memulai perjalanan menuju tuba falopi.

3. Menghasilkan Hormon Wanita
Fungsi ovarium berikutnya adalah memproduksi hormon-hormon wanita yang penting untuk pengaturan siklus menstruasi dan kesehatan umum. Dua hormon utama yang diproduksi oleh ovarium adalah estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut bekerja bersama-sama dalam mengatur siklus menstruasi. Estrogen bertugas mempersiapkan rahim dengan mempertebal endometrium, sedangkan progesteron membantu mempersiapkan kemungkinan implantasi embrio. Jika kehamilan terjadi, produksi hormon estrogen dan progesteron akan terus dilakukan untuk mendukung perkembangan serta menjaga kehamilan.

Baca Juga: Fungsi Uterus pada Sistem Reproduksi Wanita

Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Keseluruhan Termasuk Ovarium

Ovarium memiliki peran penting dalam reproduksi wanita, yaitu produksi sel telur, melepaskan sel telur, dan menghasilkan hormon yang diperlukan dalam siklus menstruasi. Merawat ovarium dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan dapat meningkatkan peluang kehamilan, berikut caranya:

1. Menerapkan Pola Makan Sehat
Menerapkan pola makan sehat memiliki dampak positif pada kesehatan reproduksi wanita, termasuk ovarium. Makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Nutrisi yang tercukupi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon reproduksi dan mengurangi risiko masalah kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). Sedangkan, makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan dapat membantu melindungi sel-sel ovarium dari kerusakan serta menjaga kualitas sel telur.

2. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi
Menjaga kebersihan organ reproduksi penting untuk kesehatan reproduksi wanita, termasuk ovarium. Kebersihan yang baik dapat membantu mencegah infeksi saluran reproduksi, seperti endometriosis, infeksi saluran kemih, dan infeksi menular seksual (IMS). Infeksi atau gangguan reproduksi dapat memengaruhi ovarium dan proses reproduksi secara keseluruhan. Dengan menjaga kebersihan organ reproduksi, Anda dapat mencegah risiko tersebut dan mendukung kesuburan serta kehamilan yang sehat.

3. Berolahraga Secara Teratur
Olahraga teratur memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan ovarium dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Olahraga teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah keseluruh tubuh, termasuk organ reproduksi, sehingga membantu memasok nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh ovarium serta jaringan di sekitarnya.

Selain itu, wanita yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih kecil mengalami gangguan reproduksi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan endometriosis. Konsultasikan dengan dokter mengenai program olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

4. Menjaga Berat Badan Sehat
Berat badan yang ideal memiliki dampak positif pada regulasi hormon, ovulasi, siklus menstruasi, dan mendukung kesuburan. Sedangkan obesitas atau kekurangan berat badan dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi wanita. Keduanya dapat mengganggu keseimbangan hormon, ovulasi, siklus menstruasi, dan kesuburan wanita. Konsultasikan dengan dokter mengenai berat badan yang sehat dan ideal sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Baca Juga: Sistem Reproduksi Wanita

5. Hindari Merokok
Merokok memiliki dampak negatif yang signifikan pada sistem reproduksi, termasuk kesehatan ovarium, ovulasi, siklus menstruasi, dan kesuburan. Oleh karena itu, berhenti merokok akan berdampak positif terhadap kesehatan reproduksi wanita, termasuk ovarium, dan akan mendukung kesuburan.

6. Hindari Seks Berisiko
Melakukan aktivitas seks berisiko seperti tidak menggunakan kondom, bergonta-ganti pasangan seksual, atau berhubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi menular seksual (IMS) dan gangguan reproduksi wanita lainnya. Penting untuk menghindari perilaku seks berisiko agar tidak berdampak buruk pada kesehatan reproduksi Anda, termasuk ovarium.

7. Hindari Stres
Wanita yang mengalami stres berlebihan atau kronis dapat memengaruhi kesehatan reproduksinya, seperti mengganggu keseimbangan hormon, ovulasi, siklus menstruasi, dan kesuburan. Oleh karena itu, mengelola dan mengurangi stres dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi wanita. Berbagai metode yang dapat dicoba untuk mengelola stres, yaitu meditasi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan dukungan sosial. Jika Anda memiliki stres berlebihan, segera konsultasikan dengan dokter agar tidak berdampak buruk pada kesehatan reproduksi.

8. Istirahat Cukup
Istirahat yang cukup memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita, termasuk ovarium. Memiliki tidur yang berkualitas akan memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih dan memperbarui diri. Tubuh yang sehat akan berdampak positif pada fungsi ovarium dan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki kualitas tidur yang cukup dengan durasi antara 7-9 jam setiap malamnya. Jika Anda mengalami masalah tidur atau gangguan tidur, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.

9. Hindari Konsumsi Alkohol yang Berlebihan
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon, ovulasi, siklus menstruasi, dan meningkatkan risiko keguguran. Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol penting untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita, terutama bagi Anda yang akan merencanakan kehamilan.

10. Pemeriksaan Rutin
Melalui pemeriksaan rutin, masalah atau kelainan pada ovarium dapat terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Pemeriksaan medis yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan ultrasonografi.

Baca Juga: Organ Reproduksi Wanita: Anatomi dan Fungsi

Fungsi Ovarium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) akan menghasilkan hormon androgen dalam jumlah banyak.

Masalah Infertilitas yang Mengganggu Ovarium

Infertilitas merupakan suatu kondisi pada sistem reproduksi yang menyebabkan seseorang tidak dapat hamil. Infertilitas dapat menyerang siapa saja. Masalah infertilitas dapat berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita, termasuk fungsi ovarium. Berikut beberapa masalah infertilitas yang dapat mengganggu ovarium:

1. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, tuba falopi, atau organ panggul lainnya. Endometriosis yang tidak segera diobati akan berdampak negatif pada fungsi ovarium dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

2. Kelainan Bawaan Lahir
Kelainan bawaan adalah kondisi medis yang ada sejak lahir dan dapat memengaruhi perkembangan serta fungsi organ tubuh, termasuk ovarium. Satu contoh kelainan bawaan lahir yang memengaruhi ovarium adalah septate uterus, yaitu kondisi ketika rahim memiliki dinding pemisah di tengahnya sehingga memengaruhi implantasi embrio pada saat terjadi kehamilan.

3. Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk organ reproduksi seperti ovarium. Penyakit autoimun yang menyerang ovarium akan menyebabkan gangguan hormonal, penurunan kualitas sel telur, gangguan ovulasi, gangguan kesuburan hingga risiko keguguran.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
Wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) akan menghasilkan hormon androgen dalam jumlah banyak, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Akibatnya, ovarium akan memproduksi kantong-kantong berisi cairan atau kista dalam jumlah banyak yang dapat mengganggu fungsi ovarium.

Baca Juga: Apa Penyebab dan Ciri-Ciri Gangguan Kesuburan pada Wanita?

5. Fibroid Rahim
Fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan otot rahim non-kanker di sekitar rahim. Fibroid yang tumbuh besar dan berdekatan dengan ovarium dapat memberikan tekanan pada organ disekitarnya. Tekanan pada ovarium dapat mengganggu ovulasi, merusak struktur rahim, dan memengaruhi kemampuan rahim dalam mendukung kehamilan.

6. Penyakit Tiroid
Penyakit tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme dapat mengganggu fungsi ovarium yang mengakibatkan menstruasi tidak teratur dan ketidakseimbangan hormon reproduksi. Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari ovarium.

7. Kelainan Genetik
Kelainan genetik adalah kondisi yang terjadi akibat perubahan atau mutasi dalam gen seseorang. Beberapa kelainan genetik dapat memengaruhi fungsi ovarium, seperti sindrom turner yang memengaruhi perkembangan ovarium dan produksi hormon reproduksi.

Kelainan genetik lainnya juga dapat memengaruhi regulasi hormon atau perkembangan normal ovarium, sehingga bisa berdampak pada siklus menstruasi yang tidak teratur, masalah kesuburan atau gangguan hormonal lainnya.

Memahami fungsi ovarium dan cara menjaga kesehatan reproduksi melalui gaya hidup sehat serta pemeriksaan rutin penting untuk mendukung kesehatan reproduksi wanita. Semoga bermanfaat.

Telah direview oleh dr. Dwi Sheila Amellita

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 23 November, 2023
Dipublisikan 24 Oktober, 2023