Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration (MESA)
Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration (MESA) merupakan prosedur pengambilan sperma langsung dari epididimis melalui sayatan kecil pada skrotum dengan bantuan mikroskop bedah. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan sperma berkualitas pada pria yang mengalami gangguan saluran reproduksi.
Sebelum prosedur dilakukan, area skrotum dibersihkan dan diberikan anestesi agar pasien lebih nyaman. Dokter kemudian membuka lapisan kulit skrotum untuk menemukan epididimis dan mengambil sperma menggunakan alat khusus dengan bantuan mikroskop.
MESA biasanya direkomendasikan pada pria dengan azoospermia obstruktif, yaitu kondisi ketika sperma diproduksi tetapi tidak dapat keluar akibat penyumbatan saluran. Prosedur ini juga sering digunakan sebagai bagian dari program bayi tabung karena dapat membantu memperoleh sperma secara langsung.
Kelebihan MESA yaitu mampu menghasilkan sperma dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup untuk disimpan atau digunakan pada program fertilitas. Namun, prosedur ini memerlukan tindakan bedah kecil dan memiliki risiko seperti nyeri, pembengkakan, perdarahan, atau infeksi setelah operasi.

Perkutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA)
Testicular Sperm Aspiration (TESA)
Testicular Sperm Extraction (TESE)
Adakah Efek Samping Pengambilan Sperma?
Efek samping pengambilan sperma umumnya jarang terjadi dan sebagian besar bersifat ringan serta sementara. Namun, karena prosedur ini melibatkan tindakan medis pada area reproduksi pria, tetap ada beberapa risiko yang perlu diketahui sebelum menjalani tindakan.
Beberapa efek samping yang mungkin muncul meliputi:
- Pendarahan dan infeksi setelah prosedur, terutama pada area sayatan atau titik pengambilan sperma. Risiko ini biasanya rendah dan dapat diminimalkan dengan perawatan pasca tindakan yang tepat.
- Nyeri, bengkak, atau rasa tidak nyaman pada area testis selama beberapa hari setelah prosedur.
- Penurunan kadar testosteron, terutama pada tindakan yang melibatkan pengambilan jaringan testis dalam jumlah tertentu, meski kasusnya tidak selalu terjadi.
- Gangguan fungsi seksual, seperti rasa tidak nyaman saat aktivitas seksual selama masa pemulihan.
- Gangguan tidur, yang dapat muncul akibat rasa nyeri, stres, atau ketidaknyamanan setelah prosedur.
- Kecemasan atau stres emosional, terutama karena prosedur berkaitan dengan kesuburan dan proses program kehamilan.
- Kelemahan otot atau tubuh terasa lemas, biasanya bersifat sementara dan dapat dipengaruhi oleh proses pemulihan maupun efek anestesi.
Meski efek samping serius jarang terjadi, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala seperti nyeri hebat, demam, perdarahan berlebihan, atau pembengkakan yang semakin parah setelah prosedur.
Berapa Biaya MESA, PESA, TESA, dan TESE?
Biaya prosedur pengambilan sperma seperti MESA, PESA, TESA, dan TESE umumnya dimulai dari sekitar Rp15 juta hingga Rp18 juta, tergantung pada jenis tindakan yang diperlukan dan kondisi medis pasien. Perbedaan biaya dapat dipengaruhi oleh tingkat kompleksitas prosedur, penggunaan anestesi, pemeriksaan laboratorium, hingga kebutuhan penanganan tambahan selama proses fertilitas.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan tim medis kami.
Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Konsultasikan dengan dokter spesialis untuk evaluasi dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Layanan Terkait
Sperma yang diperoleh melalui prosedur MESA/PESA/TESA/TESE akan digunakan dalam proses ICSI, atau disimpan melalui pembekuan sperma (sperm freezing) untuk digunakan di kemudian hari. Prosedur ini termasuk dalam rangkaian tindakan operasi kesuburan. Prosedur ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan infertilitas pria di Ciputra IVF.
FAQ
Apa Perbedaan MESA, PESA, TESA, dan TESE?
MESA dilakukan dengan operasi mikro untuk mengambil sperma dari epididimis. PESA menggunakan jarum untuk mengambil sperma dari epididimis, sedangkan TESA memakai jarum untuk mengambil sperma langsung dari testis. TESE dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan testis untuk mencari sperma di dalamnya.
Apa Ciri-Ciri Sperma Kosong?
Sperma kosong atau azoospermia biasanya tidak memiliki gejala khusus. Kondisi ini umumnya diketahui melalui pemeriksaan analisis sperma yang menunjukkan tidak adanya sperma dalam cairan ejakulasi.
Cek Sperma Bagusnya Jam Berapa?
Pemeriksaan sperma sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar sampel lebih segar dan dapat segera diperiksa di laboratorium. Sebelum tes, biasanya dianjurkan tidak ejakulasi selama 2–5 hari.
Apakah Prosedur Pengambilan Sperma Menyakitkan?
Sebagian besar prosedur dilakukan dengan anestesi lokal atau bius ringan sehingga rasa sakit minimal. Setelah tindakan, pasien mungkin merasakan nyeri ringan atau tidak nyaman selama beberapa hari.
Berapa Lama Waktu Pemulihan Setelah Prosedur?
Waktu pemulihan umumnya sekitar 2–7 hari tergantung jenis prosedur dan kondisi pasien. Aktivitas berat biasanya perlu dihindari selama masa pemulihan.
Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit
Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan






