Meningkatkan Kualitas Sperma dengan Cara Medis dan Alami

cara meningkatkan kualitas sperma

Cara meningkatkan kualitas sperma bisa secara alami dengan menerapkan pola makan bergizi, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, mengelola stres hingga menghindari merokok. Sedangkan perawatan medis yang mungkin adalah terapi hormon, hingga melakukan IUI.

Kualitas sperma dinilai dari jumlah, pergerakan (motilitas), struktur (morfologi), kadar pH, volume, dan likuifaksi. Menerapkan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kualitas sperma membutuhkan waktu. Produksi sperma baru pada tubuh membutuhkan waktu sekitar 74 hari, sehingga perubahan gaya hidup perlu dilakukan secara konsisten minimal 2 sampai 3 bulan untuk melihat hasilnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Sperma Berkualitas Baik?

Sperma yang baik memiliki karakteristik khusus untuk dapat mencapai keberhasilan dalam proses pembuahan diantaranya:

1. Jumlah Sperma

Pria penting memiliki jumlah sperma yang cukup. Normalnya di atas 15 juta atau lebih untuk setiap mililiter air mani. Jumlah sperma yang cukup akan meningkatkan peluang terjadinya pembuahan. Sebaliknya, jika jumlah sperma rendah, kemungkinan terjadinya kehamilan juga cenderung rendah. Semakin banyak jumlah sperma, semakin besar peluang sel sperma untuk membuahi sel telur.

2. Pergerakan Sperma

Pergerakan atau motilitas sperma menunjukkan tentang kemampuan sperma untuk bergerak maju dan berenang melewati saluran reproduksi menuju sel telur. Jika sperma tidak memiliki motilitas yang baik, peluang untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan cenderung rendah. Sebaliknya, jika sperma memiliki motilitas yang baik, peluang untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan cenderung tinggi. Sperma tergolong sehat setidaknya 40% atau lebih dari sperma dapat berenang dengan baik.

Baca Juga: Teratozoospermia Adalah Kelainan Sperma: Kenali Penanganannya

3. Struktur Sperma

Morfologi sperma mengacu pada bentuk dan struktur fisik dari sperma itu sendiri. Sperma dengan struktur normal memiliki bentuk kepala, leher, serta ekor yang sehat dan sesuai dengan standar. Struktur sperma yang baik penting untuk membantu sperma bergerak dengan lincah menuju sel telur dan melakukan pembuahan.

4. Kadar pH Sperma

Ciri-ciri berikutnya dengan mengetahui kadar pH sperma. Kadar pH sperma yang tinggi atau rendah dari rentang normal dapat memberikan petunjuk tentang kondisi lingkungan di sekitar sperma. Kadar pH sperma normal berkisar antara 7,2 hingga 7,8, yang mengindikasikan bahwa lingkungan di sekitar sperma cenderung basa. Jika kadar pH sperma berada di luar rentang normal, hal tersebut bisa menandakan adanya masalah pada organ reproduksi pria.

5. Jumlah Air Mani saat Ejakulasi

Jumlah air mani saat ejakulasi menjadi salah satu indikator kesehatan sperma. Volume semen yang menunjukkan kesuburan biasanya berkisar antara 2-5 mililiter per ejakulasi. Sebaliknya, jika jumlah air mani yang keluar saat ejakulasi di bawah jumlah normal. Hal tersebut mengindikasikan adanya masalah kesehatan pada organ reproduksi laki-laki.

6. Likuifaksi Sperma

Likuifaksi adalah proses di mana sperma yang keluar saat ejakulasi mengalami perubahan dari bentuk gel menjadi cair. Normalnya, cairan sperma akan mengalami likuifaksi dalam waktu sekitar 20-30 menit. Proses likuifaksi membantu mempermudah sperma untuk bergerak menuju sel telur yang matang. Sperma yang tidak mengalami likuifaksi pada rentang waktu tersebut dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.

Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Secara Medis

Terdapat beberapa langkah dan prosedur medis yang dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, berikut:

1. Terapi Hormon

Jika masalah kualitas sperma karena adanya gangguan hormonal, dokter akan memberikan terapi hormon untuk meningkatkan produksi dan kualitas sperma.

2. Pengobatan Infeksi

Meski jarang terjadi, pada beberapa kasus kualitas sperma yang rendah bisa karena infeksi. Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi masalah ini dengan menghilangkan infeksi dan meningkatkan produksi sperma.

3. Suplemen dan Obat

Suplemen dan obat dapat membantu meningkatkan kualitas sperma pada pria. Beberapa yang sering dikonsumsi meliputi asam amino, zinc, vitamin C, vitamin D, karnitin, selenium, dan coenzyme Q10.

Sebelum mengonsumsi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat saran yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Intracytoplasmic Sperm Injection

Intracytoplasmic Sperm Injection adalah prosedur reproduksi di mana satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur yang telah matang. Prosedur ini dokter gunakan jika sperma memiliki masalah pada motilitas atau morfologi yang parah sehingga menghalangi proses pembuahan. Dengan ICSI, sperma yang terbaik dipilih dan disuntikkan secara langsung untuk meningkatkan pembuahan.

5. Inseminasi Intrauterin (IUI)

Inseminasi intrauterin adalah teknik untuk meningkatkan peluang sperma mencapai sel telur yang matang dan melakukan pembuahan. IUI dilakukan dengan memasukkan sperma yang telah dipilih ke dalam rahim menggunakan kateter. IUI seringkali direkomendasikan jika pasangan memiliki masalah jumlah produksi sperma atau motilitas yang parah sehingga menghambat sperma untuk mencapai sel telur.

Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Secara Alami

Cara alami meningkatkan kualitas sperma utamanya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, beberapa cara alami untuk meningkatkan kualitas sperma antara lain:

1. Olahraga Teratur

Rutin berolahraga tidak hanya baik untuk kesehatan secara umum, tetapi juga dapat meningkatkan kadar testosteron dan kualitas sperma. Selain itu, rutin berolahraga dapat meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi, sehingga nutrisi dan oksigen dapat masuk ke sel-sel yang bertanggung jawab untuk memproduksi sperma.

2. Menjaga Berat Badan Ideal

Selain wanita, menjaga berat badan ideal juga perlu dilakukan oleh pria. Berat badan yang berlebihan atau terlalu kurus dapat memengaruhi hormon reproduksi dan kesehatan sperma. Oleh karena itu, menjaga berat badan yang sehat dengan menerapkan gaya hidup aktif dan pola makan seimbang dapat membantu mengoptimalkan kualitas sperma serta kesuburan secara keseluruhan.

3. Hindari Stres

Stres yang berlebihan dapat memengaruhi sistem reproduksi dan produksi sperma serta hormon yang terlibat dalam kesuburan. Menghindari stres dapat memberikan dampak yang baik bagi kualitas sperma dan kesuburan secara keseluruhan.

4. Hindari Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan kesuburan pria. Sebagai contoh, dapat mengganggu keseimbangan hormon, kerusakan sel-sel sperma, serta memengaruhi motilitas sperma untuk bisa mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Jumlah Sperma Kurang

5. Berhenti Merokok

Memiliki kebiasaan merokok terbukti memberikan efek negatif pada kesuburan pria dan memengaruhi produksi serta kualitas sperma. Kandungan berbahaya dalam rokok, seperti nikotin dapat menyebabkan kerusakan sel-sel serta morfologi sperma. Berhenti merokok dapat meningkatkan kualitas sperma dan kesuburan secara keseluruhan.

6. Hindari Panas Berlebih

Menjaga suhu tubuh tetap normal dapat berkontribusi terhadap kualitas sperma. Suhu yang terlalu tinggi di sekitar skrotum (kantung zakar) dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma. Untuk menjaga suhu tubuh normal dan meningkatkan kualitas sperma, hindari mandi air panas terlalu lama, penggunaan celana yang terlalu ketat karena menimbulkan peningkatan suhu area skrotum dan jangan meletakkan laptop atau perangkat panas di atas paha.

7. Hindari Paparan Zat Beracun

Paparan bahan kimia beracun seperti pestisida, merkuri, dan beberapa bahan kimia industri lainnya dapat menyebabkan gangguan hormonal serta merusak sistem reproduksi pria. Akibatnya, dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel sperma, memengaruhi struktur serta serta kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur untuk pembuahan.

8. Konsumsi Suplemen Asam D-Aspartat

D-aspartic acid (D-AA) merupakan salah satu bentuk asam amino yang tersedia dalam bentuk suplemen makanan. Senyawa ini banyak ditemukan pada beberapa kelenjar tubuh, termasuk testis, serta terdapat di dalam cairan semen dan sel sperma.

Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa D-AA berpotensi meningkatkan kadar testosteron, yaitu hormon seks pria yang berperan penting dalam proses reproduksi. Penelitian pada tahun 2012 terhadap pria dengan infertilitas juga melaporkan hasil serupa.

Konsumsi 2,66 gram D-AA setiap hari selama 3 bulan dilaporkan mampu meningkatkan kadar testosteron hingga 60%, serta meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma hingga 100%. Angka kehamilan pada pasangan peserta juga meningkat.

Manfaat D-AA terhadap kesuburan pria masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena hasil penelitian yang tersedia belum konsisten.

9. Mencukupi Kebutuhan Vitamin C

Stres oksidatif terjadi ketika kadar reactive oxygen species (ROS) di dalam tubuh meningkat hingga mencapai tingkat yang berbahaya. Kondisi ini dapat dipicu oleh penyakit, pertambahan usia, paparan polusi, maupun gaya hidup yang kurang sehat.

Stres oksidatif diketahui dapat menurunkan kualitas dan jumlah sperma sehingga meningkatkan risiko infertilitas pada pria. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang berpotensi membantu memperbaiki kualitas semen sekaligus meningkatkan peluang kehamilan pada pasangan. Efektivitas vitamin C dalam meningkatkan kesuburan pria masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

10. Mencukupi Kebutuhan Vitamin D

Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan rendahnya kadar testosteron. Kondisi ini diduga dapat memengaruhi kesuburan pria.

Tinjauan penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa vitamin D berperan dalam fungsi testis dan prostat. Pemberian suplemen vitamin D belum terbukti memberikan manfaat klinis dalam meningkatkan kadar testosteron.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D untuk meningkatkan kadar testosteron.

11. Mencukupi Kebutuhan Zinc

Zinc merupakan mineral penting yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti daging, ikan, telur, dan kerang. Asupan zinc yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesuburan pria.

Berbagai penelitian observasional menunjukkan bahwa kadar zinc yang rendah berkaitan dengan penurunan kadar testosteron, kualitas sperma yang kurang baik, serta meningkatnya risiko infertilitas pada pria.

Pada pria yang mengalami kekurangan zinc, suplemen zinc dilaporkan dapat membantu meningkatkan kadar testosteron dan jumlah sperma.

12. Menjaga Frekuensi Berhubungan Intim

Frekuensi berhubungan intim dapat memengaruhi peluang kehamilan karena berkaitan dengan frekuensi ejakulasi dan kualitas sperma. Meskipun tidak ejakulasi selama beberapa hari dapat meningkatkan volume semen dan jumlah sperma, jeda yang terlalu lama justru berisiko menurunkan kualitas sperma.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ejakulasi secara teratur dapat membantu menjaga pergerakan sperma, meningkatkan kualitas sperma, serta mengurangi risiko kerusakan DNA sperma. Sebaliknya, menahan ejakulasi terlalu lama berkaitan dengan menurunnya kualitas sperma, termasuk pergerakan sperma yang lebih rendah dan tingkat fragmentasi DNA yang lebih tinggi.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, penelitian menyarankan agar pria tidak menunda ejakulasi terlalu lama. Ejakulasi setiap 1-3 hari atau setiap hari selama masa subur pasangan dapat membantu mempertahankan kualitas sperma dan berpotensi meningkatkan peluang kehamilan.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa menahan ejakulasi dalam waktu lama dapat meningkatkan kesuburan pria. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian yang tersedia masih bersifat observasional sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan tersebut.

13. Meningkatkan Kualitas Tidur

Kualitas tidur yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi pria. Sebuah penelitian Journal of Korean Medical Science menunjukkan bahwa, kurang tidur dapat menurunkan pergerakan (motilitas) dan daya hidup sperma (viabilitas) sehingga berpotensi memengaruhi kesuburan.

Durasi tidur juga diketahui berkaitan dengan kualitas DNA sperma. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola tidur yang tidak optimal dapat meningkatkan stres oksidatif (oxidative stress), yaitu kondisi ketika kadar reactive oxygen species (ROS) di dalam tubuh meningkat.

Kondisi ini dapat merusak DNA sperma dan menurunkan kualitasnya. Namun, hubungan antara kualitas tidur dan kualitas sperma masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Berapa Lama Waktu untuk Memperbaiki Kualitas Sperma?

Waktu yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas sperma berbeda-beda pada setiap pria dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Umumnya, sperma memerlukan waktu sekitar 50-60 hari untuk berkembang di testis.

Setelah itu, sperma bergerak ke epididimis, yaitu saluran di belakang testis yang bertugas menyimpan dan membawa sperma. Di dalam epididimis, dibutuhkan waktu sekitar 14 hari lagi agar sperma dapat matang sepenuhnya. Dengan begitu, proses produksi sperma baru secara keseluruhan membutuhkan waktu sekitar 74 hari.

Selama periode tersebut, pria harus memiliki gaya hidup sehat dengan menghindari faktor-faktor yang dapat mengganggu kesuburan. Anda juga perlu mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan bergizi dan kaya nutrisi yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan produksi sperma.

Cara meningkatkan kualitas sperma agar cepat hamil dapat dilakukan secara medis maupun alami. Namun, sebelum mencoba langkah-langkah tersebut, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga: Ciri-Ciri Sperma Tidak Sehat Wajib Tahu: Tips Meningkatkan Kualitas Sperma!

Kapan Harus ke Dokter?

Perisakan diri jika Anda dan pasangan belum berhasil hamil setelah setahun berhubungan seksual secara rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan lebih awal apabila Anda mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Gangguan ereksi, ejakulasi, penurunan gairah seksual, atau masalah lain yang memengaruhi fungsi seksual
  • Nyeri, rasa tidak nyaman, benjolan, atau pembengkakan pada area testis
  • Memiliki riwayat gangguan pada testis, prostat, atau organ reproduksi pria
  • Pernah menjalani operasi pada selangkangan, testis, penis, atau skrotum

Jika Anda mengalami gejala di atas atau sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis di Ciputra IVF.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi