3 Tahap Inseminasi Buatan IUI untuk Gangguan Infertilitas

Tahap Inseminasi Buatan IUI

3 Tahap Inseminasi Buatan IUI untuk Gangguan Infertilitas

Ada berbagai metode untuk perawatan infertilitas yang dapat Anda coba termasuk inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI). Menariknya metode IUI ini lebih ekonomis daripada program kehamilan lainnya. Yuk, ketahui tahap inseminasi buatan IUI berikut!

Sebelum berlanjut ke tahap inseminasi buatan (IUI), agar Anda memahami cara kerja IUI kami akan mengulas sedikit mengenai konsepsi. Setelah ejakulasi, sperma akan bergerak masuk ke dalam rongga vagina dan masuk ke leher rahim. Kemudian, sperma bergerak ke rongga rahim dan kemudian saluran tuba.

Jika sperma berada di tuba falopi ketika sel telur tiba, sel telur dan sperma dapat bertemu. Sel telur dapat mengalami pembuahan dan menjadi embrio. Embrio kemudian bergerak kembali melalui tuba falopi dan ke dalam rahim, di mana terjadi implantasi (terjadi kehamilan).

Prosedur IUI sebagai metode yang dapat mengesampingkan masalah pada sperma yang tidak dapat bergerak melewati serviks dan masuk ke dalam rahim. Adanya inseminasi buatan membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan anak dengan menyuntikkan sperma ke dalam rahim wanita. Prosedurnya sederhana cukup menempatkan sperma langsung ke dalam rahim. Jadi, sperma lebih dekat menuju ke sel telur.

Metode inseminasi dapat dilakukan pada waktu yang tepat, saat wanita ovulasi. Hasil yang diharapkan selama tahapan inseminasi buatan IUI, yaitu sperma dapat membuahi sel telur dan menghasilkan kehamilan. Lebih jelas simak proses persiapan dan tahapan inseminasi buatan IUI berikut.

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Lama Hamil Setelah Menikah?

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Inseminasi Buatan atau IUI?

Sebelum menjalani perawatan IUI, pemeriksaan medis secara menyeluruh termasuk tes kesuburan kedua pasangan akan diuji. Pemeriksaan yang akan Anda lakukan mencangkup:

  • Pemeriksaan saluran tuba
  • USG kandunganAnalisis sperma
  • Skrining untuk infeksi menular seksual (IMS)
  • Pemeriksaan darah

Selain berbagai pemeriksaan di atas, dokter juga akan merekomendasikan suplemen prenatal termasuk asam folat setidaknya 3 bulan sebelum pembuahan atau program IUI.

Bagaimana Prosedur Inseminasi Buatan atau IUI?

Tahap inseminasi buatan IUI dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut.

1. Persiapan Sampel Sperma

  • Jika Anda menggunakan sampel sperma pendonor yang masih beku, dokter akan mempersiapkan untuk mencairkan sperma. Selain sperma beku, pasangan Anda juga dapat mengumpulkan sampel sperma segar dengan cara mastrubasi.
  • Kemudian, sampel akan dimasukkan ke dalam wadah steril. Setelah sampel terkumpul, sperma akan “dicuci” untuk memisahkan sperma yang sehat dan aktif dari sperma berkualitas rendah serta unsur-unsur lainnya. Pemilihan sperma sehat dapat meningkatkan peluang kehamilan.
  • Pencucian sampel dapat memakan waktu sekitar 1-2 jam.

Baca Juga: Ciri-Ciri Hamil Muda yang Sehat Bumil

2. Pemantauan Ovulasi

  • Ovulasi biasa terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang. Waktu ovulasi penting diketahui untuk memastikan sperma dapat disuntikkan pada waktu yang tepat.
  • Pemantauan ovulasi dapat dilakukan dokter dengan bantuan alat USG transvaginal untuk melihat tanda-tanda telur matang. Anda juga dapat mendeteksi menggunakan alat prediksi ovulasi urine di rumah. Terkadang Anda akan diberikan suntikan human chorionic gonadotropin (HCG) atau obat-obatan untuk memicu indung telur pecah di waktu yang tepat.

 

Tahap Inseminasi Buatan IUI

Sampel sperma yang terkumpul akan “dicuci” untuk memisahkan sperma yang sehat dan aktif.

3. Penyisipan Sperma

  • Inseminasi merupakan proses memasukkan sperma ke dalam rahim. Waktu penyisipan terjadi 24-36 jam setelah LH terdeteksi atau setelah injeksi hCG. Penyisipan sperma menjadi proses terakhir dengan menyuntikkan sperma ke dalam rahim.
  • Setelah waktu ovulasi terjadi dokter akan melakukan proses inseminasi. Anda dapat berbaring dan dokter akan menyuntikkan sperma perlahan-lahan melalui kateter langsung ke dalam rahim calon ibu. Prosesnya cepat hanya memakan waktu beberapa menit.
  • Tahap inseminasi buatan IUI saat penyisipan sperma tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah inseminasi, dokter akan meminta Anda untuk berbaring selama 10-30 menit. Jika sperma membuahi sel telur dan sel telur yang dibuahi berhasil menanamkan ke lapisan rahim maka peluang kemungkinan implantasi berhasil. Anda dapat melakukan tes kehamilan sekitar 2 minggu setelah IUI.

Jika perlu konsultasikan dengan petugas medis atau layanan kesehatan untuk mendapatkan pemahaman terbaik seputar proses atau tahapan IUI.

Baca Juga: Manfaat Kentang untuk Ibu Hamil dan Efek Sampingnya!

Apa yang Dirasakan Selama Prosedur Inseminasi Buatan IUI?

Selama prosedur inseminasi tidak menyebabkan rasa sakit. Anda hanya sedikit mengalami rasa tidak nyaman, seperti kram perut atau perdarahan ringan. Ketika perawatan IUI tidak memerlukan anestesi atau pemulihan yang lama.

Setelah Prosedur Inseminasi Buatan IUI

Sesudah program inseminasi buatan, Anda dapat pulang ke rumah. Anda akan diminta untuk beristirahat beberapa saat. Kemudian, dapat melakukan aktivitas normal yang aman. Pastikan melakukan gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, hindari merokok dan minum alkohol yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi serta kesuburan.

Selain itu, hindari sementara waktu melakukan hubungan seksual untuk memberikan kesempatan bagi sperma membuahi sel telur. Anda juga dapat mengikuti perawatan yang dianjurkan oleh dokter. Setelah 2 minggu pasca perawatan IUI, Anda dapat melakukan tes kehamilan untuk melihat hasil inseminasi.

Angka Kesuksesan Program Inseminasi Buatan IUI

Keberhasilan program IUI tergantung beberapa faktor, seperti usia kedua pasangan, masalah infertilitas, dan penggunaan obat kesuburan. Selain masalah infertilitas, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan perawatan IUI sebelum berusia 40 tahun untuk meningkatkan peluang kehamilan. Berikut tingkat kehamilan dalam prosedur IUI berdasarkan usia meliputi:

  • Usia 20-30: 17,6%
  • Usia 31-35: 13,3%
  • Usia 36-38: 13,4%
  • Usia 39-40: 10,6%
  • Usia lebih dari 40: 5.4%

Jadi, tidak heran tingkat keberhasilan setiap individu sangat bervariasi. Jika Anda ingin mempertimbangkan program inseminasi atau IUI sebaiknya diskusikan kemungkinan peluang kehamilan dengan dokter.

Jika Anda memiliki masalah kehamilan sebaiknya bicarakan langsung dengan ahlinya. Ada berbagai perawatan untuk mengobati infertilitas untuk membantu Anda mendapatkan kehamilan. IUI menjadi salah satu opsi perawatan yang dapat Anda coba. Petugas medis akan bekerja untuk menentukan perawatan kesuburan yang tepat bagi Anda sehingga membuahkan kehamilan yang sukses!

Telah direview oleh dr. Denny Khusen., Sp.OG., FICS., CH., CHt.

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 5 Desember, 2023
Dipublisikan 10 April, 2023