Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

Cara membedakan sperma subur dan tidak dengan melihat jumlah, pergerakan, serta bentuk spermanya. Memiliki sperma yang subur adalah hal penting, terutama bagi Anda yang sedang menjalani program hamil. Simak ulasan lengkap tentang cara membedakan sperma subur dan tidak di bawah ini.

Definisi Sperma Sehat

Sperma adalah sel reproduksi pria yang diproduksi oleh testis. Sperma sangat penting dalam proses pembuahan sel telur wanita agar dapat menghasilkan embrio. Sperma yang sehat umumnya mengacu pada kemampuannya untuk membuahi sel telur wanita. Dokter akan menilai kesehatan sperma dengan melakukan analisis sperma. Prosedur analisis sperma ini berfokus menganalisa jumlah, ukuran atau bentuk, dan motilitas sperma.

Penyebab Sperma Tidak Sehat

Sperma tidak sehat dapat mengganggu proses pembuahan, terutama bagi Anda yang ingin memiliki keturunan. Kondisi sperma tidak sehat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

1. Produksi atau Fungsi Sperma yang Tidak Normal

Kondisi ini umumnya terjadi karena testis tidak turun (kriptorkismus), mengalami cacat genetik, masalah kesehatan seperti diabetes atau infeksi klamidia, gonore, gondok atau HIV. Selain itu, fungsi sperma yang tidak normal juga terjadi karena adanya pembesaran pembuluh darah di testis (varikokel). Akibatnya, dapat memengaruhi kualitas sperma.

2. Masalah Pengiriman Sperma

Kondisi ini terjadi karena masalah seksual seperti ejakulasi dini, penyakit genetik tertentu seperti cystic fibrosis, masalah struktural, seperti penyumbatan pada testis atau kerusakan dan cedera pada organ reproduksi.\

Baca Juga: Mengenal Teratozoospermia, Kelainan Sperma dan Penanganan

3. Paparan Berlebihan Terhadap Faktor Lingkungan Tertentu

Paparan seperti pestisida dan bahan kimia lainnya serta radiasi juga bisa menjadi penyebab sperma tidak subur. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, steroid anabolik, dan mengonsumsi obat untuk mengobati infeksi bakteri, tekanan darah tinggi dan depresi juga bisa memengaruhi kesuburan. Selain itu, sering terpapar suhu panas saat di sauna atau kolam air panas dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan suhu tubuh dan memengaruhi produksi sperma.

4. Kerusakan Akibat Kanker dan Pengobatannya

Menderita penyakit kanker dan sedang menjalani pengobatannya seperti terapi radiasi atau kemoterapi dapat mengganggu produksi sperma. Akibatnya, kesuburan sperma juga akan terpengaruh.

Baca Juga: Apakah Kista Pengaruhi Kesuburan Wanita?

Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

Cara membedakan sperma subur dan tidak dapat dilihat dari berbagai faktor, antara lain jumlah sperma, bentuk sperma, pergerakan sperma, dan kekentalan nya. Berikut penjelasannya:

1. Jumlah sperma

Jumlah sperma dapat dilihat dalam air mani yang keluar saat ejakulasi. Jumlah sperma dikatakan baik jika mencapai 15 juta sel sperma per mililiter air mani yang keluar. Jika hasil tes kesuburan menunjukkan bahwa jumlah sperma kurang dari angka tersebut. Maka bisa dipastikan sebagai tanda sperma tidak subur.

Jumlah sperma yang kurang dari ideal memiliki kemungkinan tidak bisa membuahi sel telur. Kondisi ini yang menyebabkan beberapa pasangan belum berhasil memiliki anak meski sudah mencoba. Selain itu, dalam beberapa kasus tes kesuburan juga bisa menunjukkan tidak adanya sperma dalam air mani. Tidak adanya sperma di air mani disebut dengan sperma kosong (azoospermia).

2. Motilitas Sperma

Indikator lainnya untuk membedakan sperma subur atau tidak adalah dengan memantau motilitas sperma. Motilitas sangat penting, karena sperma harus bergerak melalui saluran reproduksi wanita agar bisa mencapai dan membuahi sel telur. Sperma harus memiliki motilitas progresif minimal 25 mikrometer per detik untuk dapat melewati saluran reproduksi dan membuahi sel telur.

3. Struktur dan Bentuk Sperma

Cara membedakan sperma subur atau tidak juga bisa dilihat dari bentuk atau morfologinya. Sperma yang baik umumnya memiliki ekor panjang dan kepala berbentuk oval. Sedangkan, sperma yang tidak sehat memiliki kepala yang tidak oval dan ekornya lebih pendek.

Terkadang, ketika ejakulasi Anda bisa saja memiliki sperma yang tidak sehat.

Namun, semakin banyak sperma yang memiliki struktur dan bentuk standar, maka tingkat kesuburan juga meningkat. Untuk dapat mengetahui struktur dan bentuknya, Anda perlu melakukan uji laboratorium.

Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

Cara Menjaga Kesehatan Sperma

Penting menjaga kualitas sperma terutama bagi Anda yang melakukan program hamil. Umumnya, cara menjaga kesehatan sperma dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Selain itu, ada cara lain untuk menjaga kesehatan sperma sebagai berikut:

  • Pertahankan Berat Badan yang Sehat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dapat memengaruhi penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma.
  • Makan Makanan yang Sehat. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, terutama yang kaya akan antioksidan dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma.
  • Mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS). Menderita penyakit infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Oleh karena itu, mencegah agar tidak terinfeksi penyakit menular seksual termasuk salah satu cara menjaga kesehatan sperma.
  • Kelola Stres. Mengalami stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma. Itu sebabnya, penting untuk mengelola stres dengan baik agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
  • Olahraga. Melakukan olahraga, baik ringan atau berat dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan yang berdampak membantu melindungi sperma Anda agar tetap sehat.

Baca Juga: Infertilitas pada Pria

Demikian informasi cara membedakan sperma subur atau tidak. Perlu diketahui, untuk dapat membedakannya diperlukan uji laboratorium. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter ahlinya untuk mengetahui prosedurnya. Sekian ulasan tentang cara membedakan sperma subur dan tidak. Semoga bermanfaat.

Telah direview oleh dr. Sony Parabowo

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 16 Mei, 2024
Dipublisikan 4 September, 2023