Ovarium Adalah: Kenali Fungsinya dalam Sistem Reproduksi

ovarium adalah

Ovarium adalah sepasang kelenjar reproduksi wanita yang menghasilkan sel telur dan hormon. Fungsi utama ovarium adalah memproduksi sel telur (oogenesis), melepaskan sel telur (ovulasi), dan menghasilkan hormon estrogen, progesteron, AMH, relaxin, inhibin.

Ovarium memiliki ukuran normal sekitar 3–5 cm, menyusut setelah menopause. Gangguan yang bisa terjadi di antaranya adalah PCOS, kista ovarium, endometriosis, torsio ovarium, hingga kanker. Segera periksa ke dokter bila mengalami nyeri panggul hebat, menstruasi sangat tidak teratur, atau kesulitan hamil.

Pengertian Ovarium

Ovarium adalah kelenjar kecil berbentuk oval yang terletak di kedua sisi rahim wanita. Indung telur berperan penting dalam fungsi reproduksi wanita, yaitu untuk memproduksi dan menyimpan telur serta menghasilkan hormon wanita seperti estrogen dan progesteron.

Organ reproduksi pada wanita ini berperan dalam memproduksi sel telur sejak Anda berbentuk janin, dengan jumlah sel telur dalam jutaan pada setiap ovariumnya. Ketika pubertas dan mendapatkan menstruasi pertama kali, jumlah telur di setiap indung telur akan mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut merupakan proses yang normal karena organ reproduksi pada wanita ini juga memiliki usianya sendiri.

Indung telur akan mulai berhenti berfungsi setelah Anda mengalami menopause. Ketika masa menopause organ reproduksi pada wanita ini akan berhenti menghasilkan telur, produksi hormon berkurang dan mengalami penyusutan (atrofi). Sehingga ketika wanita mengalami menopause biasanya akan mengalami berbagai gejala seperti kekeringan vagina. Gejala lain yang mungkin juga terasa karena kekurangan estrogen adalah meningkatkan risiko terkena osteoporosis yang dapat meningkatkan risiko patah tulang.

Baca Juga: Mengenal Oophoritis atau Peradangan pada Ovarium

Fungsi Ovarium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi ovarium dalam sistem reproduksi wanita sangat penting. Selain menyimpan telur, organ reproduksi pada wanita ini juga memproduksi hormon yang berperan dalam mengendalikan siklus menstruasi dan kehamilan.

Telur akan terlepas dari organ reproduksi pada wanita ini di tengah siklus menstruasi Anda (sekitar hari 14 dari siklus 28 hari) dalam suatu proses atau ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, folikel kosong yang dikenal sebagai corpus luteum akan mulai menghasilkan hormon progesteron dan hormon penting lainnya untuk kehamilan selama 14 hari.

Jika terjadi pembuahan antara sel telur dengan sperma, progesteron akan bekerja dalam membantu menyiapkan dan menebalkan lapisan rahim untuk implantasi. Tak hanya itu, proses kerja progesteron akan terus berlanjut selama masa kehamilan agar telur lain tidak matang. Namun, jika pembuahan tidak terjadi, kadar progesteron akan menurun sehingga corpus luteum merosot dan masa menstruasi dimulai.

Struktur Ovarium

Ovarium dapat tergambarkan seperti sepasang kelenjar, yang kira-kira memiliki ukuran serta bentuk seperti kacang almond. Lokasinya berada di sisi kanan dan kiri rahim perut bagian bawah Anda. Setiap organ reproduksi pada wanita ini memiliki bentuk yang padat, dengan panjang sekitar 3.5 cm, lebar 2 cm, dan tebal 1 cm. Lokasinya yang berada di sisi rahim ditahan secara longgar oleh ligamen peritoneal.

Strukturnya terbagi menjadi tiga lapisan:

  • Lapisan Luar (Surface): Lapisan paling luar yang terdiri dari epitel kuboid atau germinal epithelium. Pada bagian Bawah lapisan ini terdapat kapsul jaringan ikat padat yang berfungsi melindungi struktur indung telur.
  • Korteks Ovarium (Cortex): Bagian tengah yang terdiri dari jaringan ikat serta berisi banyak folikel ovarium. Setiap folikel menyimpan oosit atau calon sel telur yang dikelilingi oleh sel folikel untuk dukung proses perkembangan sel telur.
  • Medula Ovarium (Medulla): Bagian terdalam yang tersusun dari jaringan ikat longgar. Bagian ini mengandung jaringan pembuluh darah, limfatik, dan saraf yang masuk melalui hilum ovarium untuk mendukung fungsi indung telur.

Jenis Penyakit yang Menyebabkan Masalah pada Ovarium

Ada beberapa penyakit yang dapat mengganggu fungsi organ reproduksi pada wanita ini, meliputi:

1. Kista Ovarium

    Kista ovarium adalah kondisi terbentuknya kantung yang berisi cairan atau bahan semi-solid pada salah satu atau kedua ovarium Anda. Kebanyakan penyakit ini tidak bergejala dan tidak berbahaya (jinak). Meskipun begitu, Anda dapat melakukan pemeriksaan secara berkala dan melakukan perawatan untuk menghindari risiko komplikasi kista di kemudian hari.

    Baca Juga: Apa Itu Ovum? Fungsi, Struktur, Penyakit, dan Pengobatan

    2. Kanker Ovarium

      Kanker ovarium terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang cepat dan tidak terkendali dalam organ reproduksi wanita atau tuba fallopi. Penyakit ini sulit terdeteksi sejak dini karena gejalanya sering tidak jelas hingga mencapai stadium lanjut.

      Mengenali potensi risiko penyakit ini sejak awal akan lebih baik, untuk menghindari dan menentukan perawatan terbaik. Nantinya, dokter dapat membantu proses penyembuhan melalui operasi, kemoterapi, dan pengobatan kanker lainnya.

      3. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

        Penyakit ini dapat memengaruhi kondisi hormon yang menyebabkan periode menstruasi menjadi tidak teratur. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah produksi rambut secara berlebihan, rentan timbul jerawat, dan masalah kesuburan (infertilitas).

        Kenali sejak dini PCOS untuk menghindari risiko kesehatan lain seperti diabetes, dan masalah tekanan darah tinggi. Konsultasikan pula dengan dokter kondisi Anda jika Anda berkeinginan untuk hamil.

        4. Insufisiensi Ovarium Primer

          Insufisiensi ovarium primer merupakan kondisi yang terjadi ketika fungsi organ reproduksi pada wanita ini berhenti lebih awal dari seharusnya. Usia normal untuk ovarium berhenti memproduksi sel telur itu ketika menopause, atau sekitar 51 tahun. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan dapat sembuh secara spontan tanpa adanya pengobatan khusus untuk infertilitas. Oleh karena itu, orang dengan masalah ini biasanya masih memiliki harapan untuk hamil dan memiliki anak.

          5. Tumor Ovarium

            Tumor dapat tumbuh dalam organ ovarium Anda. Sifatnya bisa jinak (non-kanker) dan juga ganas (berisiko kanker). Tumor biasanya berkembang pada wanita muda di bawah 20 tahun.

            Biasanya tumor ini hanya tumbuh dalam satu ovarium. Walaupun jenis perawatan akan sangat bergantung pada kondisi tumor Anda, perawatan seperti operasi, kemoterapi, dan radiasi dapat membantu Anda mengatasi masalah tumor ini.

            6. Endometriosis

              Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di bagian lain dari tubuh Anda. Ketika jaringan ini tumbuh di tempat yang salah, Anda dapat mengalami masalah kehamilan dan gejala-gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, seperti rasa nyeri yang hebat selama masa menstruasi, serta kesulitan untuk memiliki anak. Jenis perawatan yang tepat dapat membantu Anda mengatasi masalah endometriosis ini.

              7. Torsi Ovarium

                Torsi ovarium adalah kondisi ketika ovarium terpuntir pada jaringan atau ligament yang menopangnya. Putaran ini dapat mengganggu aliran darah yang menuju ovarium dan menyebabkan nyeri perut secara tiba-tiba.

                Bila tidak segera ditangani, berkurangnya aliran darah dapat menyebabkan kerusakan jaringan ovarium hingga berisiko kehilangan fungsi ovarium tersebut. Pada beberapa kasus, saluran tuba di dekat ovarium juga bisa ikut terpuntir yang dikenal sebagai torsi adneksa.

                Pengaruh Penyakit pada Ovarium Terhadap Kesuburan

                Ovarium adalah organ kunci kesuburan wanita, sehingga beberapa penyakit yang menyerangnya jelas menyebabkan masalah kesuburan dan membuat Anda kesulitan untuk hamil. Contohnya, jika Anda memiliki penyakit seperti PCOS, Insufisiensi Ovarium Primer, dan Endometriosis.

                Penyakit PCOS misalnya dapat terjadi karena organ reproduksi wanita ini memproduksi hormon androgen (hormon laki-laki) secara berlebihan. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan hormon dalam tubuh Anda. Gejala yang muncul biasanya meliputi siklus menstruasi yang tidak menentu, pertumbuhan rambut secara abnormal, jerawat, obesitas, kista, dan masalah kesuburan.

                Lantas, apakah pasien PCOS memiliki peluang untuk hamil? Dokter akan membantu dalam proses penyembuhan agar Anda dapat memiliki keturunan.

                Beberapa pengobatan yang biasa dijalani oleh penderita PCOS antara lain penggunaan obat-obatan untuk menginduksi ovulasi (melepaskan telur), operasi bedah, dan bayi tabung. Jika Anda benar-benar ingin hamil dan berencana untuk memiliki anak, beberapa penyakit yang mengganggu fungsi organ reproduksi pada wanita ini dapat disembuhkan melalui perawatan intensif.

                Baca Juga: Platelets Rich Plasma (PRP) Ovarium pada Sistem Reproduksi

                Kapan Harus ke Dokter?

                Segera konsultasi dengan dokter jika Anda mengalami beberapa tanda yang berkaitan dengan gangguan indung telur, seperti:

                • Siklus menstruasi tidak teratur
                • Perdarahan menstruasi yang sangat banyak atau berbeda dari biasanya
                • Nyeri haid hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
                • Nyeri panggul dan sering kambuh
                • Nyeri perut bawah secara tiba-tiba
                • Mengalami kesulitan hamil setelah mencoba secara alami selama 1 tahun
                • Muncul gejala gangguan hormon, seperti jerawat berlebihan dan pertumbuhan rambut tidak normal
                • Perdarahan di luar jadwal menstruasi

                FAQ

                Di mana letak ovarium?

                Ovarium terletak di bagian bawah perut, tepatnya di sisi kanan dan kiri rahim. Organ reproduksi ini berada di area panggul dan berperan dalam menghasilkan sel telur serta hormon reproduksi wanita.

                Berapa ukuran ovarium yang normal?

                Ukuran ovarium normal dapat berbeda pada setiap wanita, tetapi umumnya memiliki panjang sekitar 3–5 cm. Ukuran ovarium dapat berubah sesuai usia, siklus menstruasi, dan kondisi kesehatan reproduksi.

                Apa fungsi utama ovarium?

                Fungsi utama ovarium adalah menghasilkan dan melepaskan sel telur (ovulasi) yang dibutuhkan untuk proses kehamilan. Selain itu, ovarium juga memproduksi hormon seperti estrogen dan progesteron yang mengatur siklus menstruasi dan kesehatan reproduksi.

                Apa itu AMH dan kenapa penting?

                AMH (Anti-Müllerian Hormone) adalah hormon yang digunakan untuk membantu menilai jumlah cadangan sel telur dalam ovarium. Pemeriksaan AMH dapat memberikan gambaran mengenai cadangan ovarium, terutama dalam evaluasi kesuburan atau perencanaan program hamil.

                Apa saja penyakit yang bisa menyerang ovarium?

                Beberapa penyakit yang dapat menyerang ovarium antara lain kista ovarium, PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), endometriosis, torsi ovarium, hingga kanker ovarium. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

                Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

                Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

                Cek Kesuburan Anda

                Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

                Bergabung dengan 2rb+ Pasien

                “Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

                — Sarah & Andi