Endometrium Adalah: Bagian, Fungsi, dan Jenis Gangguan

Endometrium Adalah: Definisi dan Fungsinya

Endometrium Adalah: Bagian, Fungsi, dan Jenis Gangguan

Endometrium adalah lapisan bagian terdalam dari rahim yang memiliki banyak fungsi penting bagi dalam sistem reproduksi wanita. Fungsi utama lapisan ini untuk memungkinkan yaitu dalam proses implantasi embrio agar sel telur yang telah dibuahi dan menempel dapat berkembang. Simak ulasan lengkap tentang endometrium berikut.

Endometrium Adalah

Endometrium adalah lapisan bagian terdalam dari rahim. Selama siklus menstruasi wanita, lapisan ini akan mengalami banyak perubahan. Pada saat siklus menstruasi, sel telur yang telah dikeluarkan oleh ovarium tidak kunjung dibuahi. Dengan begitu, mengakibatkan kadar hormon progesteron dan juga kadar estrogen menurun. Pada saat yang bersamaan lapisan rahim yang telah menebal untuk persiapan terjadinya kehamilan akan meluruh karena sudah tidak dibutuhkan dan akan keluar dari rahim sebagai menstruasi.

Baca Juga: Apa itu Endometriosis?

Bagian Endometrium

Endometrium sebagian besar terdiri dari jaringan yang sangat vaskularisasi, bersifat regeneratif, dan terbentuk dari banyak pembuluh darah. Jaringan-jaringan tersebut akan dibentuk dan dihancurkan dalam setiap siklus menstruasi. Bagian ini sendiri terbagi menjadi dua lapisan:

1. Lapisan Basal

Lapisan basal adalah komponen penting dari endometrium, terletak di bawah lapisan fungsional. Di dalam lapisan basal ini, terdapat jaringan pembuluh darah yang mendukung asupan darah dan nutrisi ke endometrium. Yang lebih penting, lapisan basal mengandung sel punca yang memiliki peran vital dalam meregenerasi lapisan fungsional.

Sel punca ini memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi sel-sel yang membentuk lapisan fungsional baru setelah pembersihan selama siklus menstruasi. Inilah yang memungkinkan endometrium untuk terus memperbaharui dirinya sendiri setiap siklus menstruasi.

2. Lapisan Fungsional

Lapisan fungsional endometrium merupakan bagian yang lebih permukaan yang berbatasan langsung dengan rongga rahim. Lapisan ini dilapisi oleh epitel kolumnar yang membentuk lapisan pelindung. Salah satu karakteristik penting lapisan fungsional adalah ketebalannya yang berubah-ubah selama siklus menstruasi. Ketika sel telur tidak dibuahi atau tidak ada implantasi embrio di dalam rahim, lapisan fungsional akan mengalami nekrosis, yang disertai dengan pengelupasan sel-sel endometrium.

Proses pengelupasan ini adalah yang menyebabkan pendarahan menstruasi pada akhir siklus. Namun, ini juga merupakan awal dari siklus menstruasi baru. Pada tahap ini, lapisan fungsional yang telah terkelupas akan mulai tumbuh kembali melalui proliferasi sel-sel yang ada di lapisan basal. Dengan demikian, endometrium selalu siap untuk menerima dan mendukung kehamilan yang mungkin terjadi pada setiap siklus menstruasi.

Fungsi Endometrium dalam Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi endometrium dalam sistem reproduksi wanita utamanya menyiapkan lingkungan yang optimal untuk proses implantasi embrio. Implantasi merupakan proses ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel ke dinding rahim dan penanda terjadinya kehamilan.

Selama masa kehamilan, lapisan ini bertugas untuk memberikan nutrisi dan zat lain yang berguna untuk pertumbuhan janin melalui kelenjar-kelenjar dan pembuluh darah. Selain itu, lapisan ini juga berfungsi untuk mencegah adhesi perlengketan antara dinding miometrium yang berlawanan dan mempertahankan patensi rongga rahim.

Baca Juga: Kenali 6 Penyebab Endometriosis, Gejala, dan Penanganannya

Jenis Penyakit yang Mengganggu Endometrium

Lapisan ini tidak dapat bekerja dengan maksimal jika terdapat penyakit atau gangguan di dalamnya. Berikut adalah jenis penyakit yang mengganggu endometrium adalah:

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim (endometrium) mulai tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, saluran tuba, atau di rongga panggul. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang parah, terutama selama menstruasi. Hal ini karena jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim juga merespons siklus menstruasi. Gejalanya dapat meliputi nyeri panggul, nyeri saat berhubungan seksual, dan gangguan kesuburan. Endometriosis adalah penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang.

2. Polip Endometrium

Polip endometrium merupakan pertumbuhan berlebihan dari jaringan endometrium di dalam rongga rahim. Polip ini dapat memiliki ukuran yang bervariasi dan dapat memengaruhi siklus menstruasi. Salah satu gejalanya adalah pendarahan menstruasi yang tidak teratur atau berlebihan. Selain itu, polip endometrium juga dapat memengaruhi kemampuan rahim untuk menerima embrio selama proses implantasi, yang dapat memengaruhi kesuburan.

3. Miom Rahim

Miom rahim adalah tumor jinak yang tumbuh dari lapisan otot rahim atau miometrium. Ketika fibroid submukosa, jenis fibroid tertentu, tumbuh ke dalam rongga rahim. Kondisi ini dapat mengganggu menstruasi. Gejala yang sering terjadi meliputi pendarahan menstruasi yang berat dan nyeri panggul yang hebat. Miom rahim dapat memengaruhi ukuran rahim dan kesuburan jika mereka menghalangi saluran tuba atau mengganggu proses implantasi embrio.

Endometrium Adalah: Definisi dan Fungsinya

Endometriosis menyebabkan rasa sakit nyeri hebat saat menstruasi dan dapat memengaruhi kesuburan.

4. Adenomiosis

Jenis penyakit yang mengganggu endometriosis adalah adenomiosis. Ini merupakan di mana jaringan endometrium yang seharusnya tumbuh di dalam rongga rahim malah tumbuh ke dalam lapisan otot rahim atau miometrium. Ini menyebabkan rasa nyeri pelvis yang parah, terutama selama menstruasi. Adenomiosis juga dapat memengaruhi menstruasi dengan menyebabkan perdarahan yang lebih berat dan lebih lama dari biasanya. Kondisi ini seringkali sulit didiagnosis secara tepat dan memerlukan perawatan yang sesuai, terutama jika gejalanya mengganggu kualitas hidup atau kesuburan.

5, Hiperplasia Endometrium

Hiperplasia endometrium adalah kondisi di mana lapisan dinding rahim atau endometrium menebal secara berlebihan karena tingginya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Hal ini sering terjadi pada wanita yang mengalami ketidakseimbangan hormon. Hiperplasia endometrium dapat menyebabkan menstruasi yang sangat berat dan pendarahan yang tidak teratur. Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium, terutama jika tidak diobati. Pengobatan hiperplasia endometrium biasanya melibatkan pengaturan hormon atau tindakan bedah untuk menghilangkan jaringan berlebih yang tumbuh.

6. Kanker Endometrium

Jenis kanker ini berkembang pada lapisan endometrium rahim. Ini adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada sistem reproduksi wanita. Gejalanya meliputi perdarahan menstruasi yang tidak normal, perdarahan antara menstruasi, nyeri panggul, atau peningkatan keputihan yang tidak biasa. Pengobatan kanker endometrium tergantung pada tingkat keparahan dan penyebarannya. Pengobatan meliputi pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, dan pengobatan hormonal, tergantung pada rekomendasi dari tim medis yang merawat.

Baca Juga: Pencegahan Penyakit Endometriosis

Pengaruh Penyakit yang Mengganggu Endometrium Terhadap Kesuburan Seseorang

Endometrium Anda memiliki peran besar dalam kemampuan untuk hamil. Kelainan adanya penyakit pada lapisan ini dapat memengaruhi kesuburan Anda untuk hamil. Salah satu penyakit tersebut adalah endometriosis. Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab dari penyakit ini.

Beberapa kemungkinan seperti genetik dan penyakit sistem kekebalan tubuh diduga menjadi penyebabnya. Penyakit endometriosis umumnya akan memengaruhi ovarium dan/atau saluran tuba. Kondisi tersebut dapat mencegah masuknya sel telur dari ovarium ke tuba falopi untuk pembuahan sebelum masuk ke lapisan rahim. Akibatnya, kemungkinan untuk Anda hamil menjadi sulit.

Meski dianggap sulit, bukan berarti peluang untuk bisa hamil dengan endometriosis tidak ada. Untuk meningkatkan peluang hamil, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan, seperti progestin agar meningkatkan jumlah hormon kehamilan dalam tubuh. Namun, penting untuk diketahui bahwa kehamilan dengan endometriosis juga memiliki risiko dan komplikasi kehamilan seperti mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan plasenta previa.

Mengetahui fungsi endometrium dapat membantu Anda mengerti pentingnya menjaga organ tubuh ini agar terhindar dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, jika merasa ada memiliki gejala yang mencurigakan pada siklus menstruasi Anda. Segera segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda karena bisa jadi itu tanda adanya penyakit. Sekian ulasan tentang endometrium dan fungsinya. Semoga bermanfaat.

Telah direview oleh dr. Fatmawati

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 14 Desember, 2023
Dipublisikan 4 September, 2023