8 Penyebab dan Ciri-ciri Menopause Dini pada Wanita

8 Penyebab dan Ciri-ciri Menopause Dini pada Wanita

8 Penyebab dan Ciri-ciri Menopause Dini pada Wanita

Menopause dini pada wanita ditandai dengan berhentinya mengalami menstruasi sebelum memasuki usia 40 tahun. Faktor gaya hidup menjadi salah satu penyebab dari menopause dini pada wanita. Selain itu, masih ada beberapa penyebab dan ciri-ciri menopause dini pada wanita. Simak informasi berikut.

Menopause Dini Terjadi pada Umur Berapa?

Menopause adalah kondisi ketika wanita berhenti mengalami menstruasi secara alami kurang lebih 12 bulan secara berturut-turut. Kebanyakan wanita akan memasuki masa menopause antara usia 45-55 tahun.

Menopause dini terjadi ketika seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi sebelum usia 40-45 tahun. Menopause dini ditandai dengan menurunnya jumlah hormon reproduksi, sehingga memengaruhi siklus menstruasi yang kemudian berhenti.

Menopause dini akan memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk bisa hamil. Sebab, indung telur tidak lagi memproduksi sel telur, sehingga tidak dapat terjadi ovulasi.

Bagaimana Fase Menopause?

Menopause pada wanita tidak langsung terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui beberapa tahapan. Secara keseluruhan, fase menopause dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.

1. Perimenopause

Perimenopause adalah tahap transisi antara pramenopause dan menopause. Tahap ini biasanya dimulai pada wanita berusia 40 tahunan dan berlangsung selama beberapa tahun. Selama waktu ini, perubahan hormonal akan terlihat karena ovarium perlahan berhenti bekerja, sehingga memproduksi lebih sedikit hormon. Meski demikian, dalam fase ini wanita masih berpotensi untuk hamil.

2. Menopause

Menopause adalah kondisi ketika wanita sudah tidak lagi mengalami menstruasi. Pada fase ini ovarium telah berhenti bekerja sepenuhnya dan tidak lagi melepaskan sel telur atau memproduksi hormon estrogen. Wanita yang masuk dalam fase ini ditandai dengan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

3. Pasca Menopause

Pasca menopause adalah tahap ketika wanita telah melewati satu tahun penuh tanpa siklus menstruasi. Pada fase ini, wanita akan rentan mengalami masalah kesehatan seperti osteoporosis dan penyakit jantung akibat penurunan kadar estrogen.

Apa Ciri-Ciri Menopause Dini Pada Wanita?

Gejala dan tanda menopause dini pada wanita awalnya ditandai dengan perubahan siklus menstruasi. Perubahan siklus menstruasi ini dapat berupa menjadi tidak teratur, durasi yang lebih lama atau lebih pendek, serta volume darah yang keluar banyak atau sedikit. Selain itu, beberapa ciri-ciri menopause dini pada wanita antara lain:

Baca Juga: Cara Mencegah Endometriosis pada Wanita

1. Hot Flashes

Hot flashes atau sensasi rasa panas adalah gejala umum menopause dini. Sensasi rasa panas umumnya terasa pada leher, wajah hingga ke beberapa bagian tubuh lainnya. Hot flashes dapat muncul secara tiba-tiba dan bisa berlangsung cepat atau lama. Belum diketahui pasti apa penyebabnya. Namun, gejala lain seperti kemerahan, keringat berlebihan, dan perubahan detak jantung juga dapat menyertai kondisi ini.

2. Masalah Vagina dan Kandung Kemih

Penurunan kadar hormon reproduksi akibat menopause dini dapat menyebabkan vagina kehilangan lubrikasi dan elastisitas. Akibatnya, vagina menjadi kering dan menyebabkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual. Selain itu, kadar hormon estrogen yang rendah akibat menopause juga membuat wanita lebih sering kencing dan rentan terkena infeksi saluran kemih.

3. Kesulitan Tidur

Insomnia atau kesulitan tidur termasuk dalam ciri-ciri menopause dini. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh, sehingga memengaruhi kualitas tidur seseorang. Kesulitan tidur ini membuat beberapa wanita kehilangan banyak energi, sehingga sering mengalami kelelahan.

4. Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati adalah hal yang wajar terjadi dalam siklus menstruasi normal akibat fluktuasi hormon reproduksi dalam tubuh. Namun, ketika perubahan suasana hati menjadi lebih sering dan parah. Kondisi tersebut bisa menjadi ciri-ciri menopause dini.

5. Berkurangnya Gairah Seks

Menopause dini juga dapat menyebabkan wanita kehilangan gairah seksualnya akibat menurunnya kadar estrogen yang berperan penting terhadap fungsi seksual.

6. Bermasalah dengan Daya Ingat

Sering lupa terhadap sesuatu juga dialami oleh mereka yang mengalami menopause dini. Namun, faktor lain seperti stres juga bisa menjadi penyebabnya.

Baca Juga: 5 Penyebab Endometriosis pada Wanita

7. Penambahan Berat Badan

Mengalami penambahan berat badan, terutama di area pinggang termasuk dalam ciri-ciri menopause dini. Hal itu disebabkan oleh fluktuasi hormon estrogen dan perlambatan metabolisme saat mengalami menopause dini.

8. Nyeri Pada Otot dan Persendian

Hormon estrogen pada wanita memiliki efek anti-inflamasi yang dapat mencegah peradangan. Menopause dini menyebabkan produksi hormon tersebut menjadi menurun, sehingga membuat wanita lebih rentan mengalami nyeri pada otot dan sendi.

Selain ciri-ciri di atas, wanita yang mengalami menopause dini juga rentan dengan penyakit osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Penurunan produksi hormon estrogen menjadi salah satu penyebabnya. Lakukan pemeriksaan diri mengenai kondisi tersebut agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa yang Menyebabkan Menopause Dini?

Menopause merupakan fase yang normal dalam kehidupan wanita. Namun, jika menopause terjadi lebih dini, hal tersebut perlu Anda waspadai. Secara umum, penyebab menopause dini dijelaskan sebagai berikut.

1. Pengobatan kanker

Pengobatan kanker seperti kemoterapi atau terapi radiasi juga termasuk dalam salah satu faktor penyebab menopause dini. Efek samping dari pengobatan kanker menyebabkan kerusakan pada ovarium. Seiring waktu, ovarium yang rusak akan berhenti bekerja sehingga menyebabkan menopause dini. Namun, efek pengobatan kanker ini tidak langsung terasa, bisa terjadi dalam waktu yang berbeda-beda pada setiap wanita. Faktor usia, jenis pengobatan, dan bagian tubuh yang mendapat pengobatan menjadi salah satu faktor penentu kapan efek tersebut dapat dirasakan.

Baca Juga: Apakah Kista Pengaruhi Kesuburan Wanita?

2. Pengangkatan ovarium

Operasi ooforektomi adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk mengangkat satu atau kedua ovarium. Wanita yang menjalani operasi ini akan mengalami penurunan hormon reproduksi cukup drastis. Hal itu terjadi karena tempat hormon reproduksi diproduksi diangkat, sehingga dapat memicu menopause dini. Pasca operasi ooforektomi dilakukan Anda tidak akan lagi mengalami menstruasi dan secara langsung menyebabkan menopause dini.

3. Operasi Pengangkatan Rahim

Selain operasi pengangkatan ovarium, operasi pengangkatan rahim juga bisa menyebabkan wanita mengalami menopause dini. Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi dilakukan dengan melakukan pengangkatan salah satu atau kedua indung telur. Operasi pengangkatan rahim dianggap dapat mengganggu aliran darah ke ovarium. Hal tersebut membuat produksi hormon reproduksi wanita menjadi turun dan menyebabkan indung telur tidak berfungsi normal.

Mereka yang mengalami pengangkatan satu indung telur dan kedua ovarium tetap dipertahankan, menopause dini tidak dapat langsung terjadi. Namun, menopause dini akan terjadi sekitar dua tahun lebih awal dibandingkan jika tidak menjalani operasi pengangkatan rahim. Sedangkan, mereka yang menjalani pengangkatan kedua indung telur dan pengangkatan kedua ovarium, menopause dini akan langsung terjadi segera setelah operasi dilakukan.

4. Genetik

Jika tidak ditemukan alasan medis mengenai menopause dini, faktor genetik bisa menjadi penyebabnya. Mereka yang memiliki orang tua atau keluarga dengan riwayat menopause dini akan lebih rentan mengalaminya juga. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana riwayat keluarga Anda agar bisa melakukan langkah pencegahan.

8 Penyebab dan Ciri-ciri Menopause Dini pada Wanita

Wanita rentan mengalami masalah kesehatan seperti penyakit jantung akibat penurunan kadar estrogen.

5. Faktor Gaya Hidup

Faktor gaya hidup juga menjadi salah satu penyebab menopause dini. Salah satu faktor gaya hidup yang berpengaruh adalah kebiasaan merokok. Riset menunjukkan, mereka yang memiliki kebiasaan merokok cenderung mengalami menopause dini ketimbang wanita yang tidak merokok.

Indeks massa tubuh juga dapat menjadi faktor penyebab menopause dini. Normalnya, hormon estrogen yang diproduksi akan disimpan dalam jaringan lemak. Wanita dengan berat badan kurang dari indeks massa tubuh akan memiliki lebih sedikit simpanan hormon estrogen, sehingga menjadi lebih cepat habi dan memicu menopause dini.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki pola makan vegetarian, kurang berolahraga, dan kurang mendapat paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan menopause dini.

Baca Juga: Belum Hamil? Yuk, Lakukan Pemeriksaan Kesuburan!

6. Masalah kromosom

Beberapa masalah kromosom juga dapat menyebabkan menopause dini. Misalnya, wanita yang mengalami sindrom turner, yaitu kelahiran dengan kromosom tidak tepat. Wanita dengan sindrom turner memiliki ovarium yang tidak berfungsi secara normal. Akibatnya, wanita akan mengalami menopause sebelum waktunya. Selain itu, masalah kromosom lainnya seperti disgenesis gonad murni juga dapat menyebabkan menopause dini.

7. Penyakit autoimun

Menopause dini bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit autoimun, seperti penyakit tiroid atau rheumatoid arthritis. Peradangan akibat penyakit tersebut dapat memengaruhi fungsi ovarium, sehingga memicu menopause dini. Selain itu, mengidap penyakit HIV/AIDS juga bisa menyebabkan menopause dini.

8. Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah gangguan kejang yang berasal dari otak. Pada penderita epilepsi, gangguan kejang dapat memengaruhi fungsi ovarium, dimana produksi sel telur akan terganggu dan siklus menstruasi berhenti. Akibatnya, dapat memicu menopause dini.

Menopause dini pada wanita bisa menimbulkan dampak emosional, terutama bagi mereka yang belum memiliki anak. Oleh karena itu, segera konsultasi ke dokter jika mengalami ciri-ciri menopause dini pada diri Anda.

Telah direview oleh dr. Angelina Masaya

Source:

Terakhir diperbarui pada 23 November, 2023
Dipublisikan 5 September, 2023