Gejala Menopause: Kenali 7 Gejala Umum Menopause pada Wanita yang Perlu Diketahui

Gejala Menopause: Kenali 7 Gejala Umum Menopause pada Wanita yang Perlu Diketahui

Gejala Menopause: Kenali 7 Gejala Umum Menopause pada Wanita yang Perlu Diketahui

Menopause merupakan fase berhentinya menstruasi dan kehamilan pada wanita. Pada umumnya, menopause terjadi di rentan usia 45 hingga 55 tahun, tetapi dapat bervariasi juga tergantung individu. Menoupase adalah peristiwa menurunnya hormon seksual wanita yang menyebabkan sel telur tidak lagi diproduksi. Gejala menopause akan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi kehidupan sehari-hari. Yuk, kenali 7 gejala menopause di bawah ini!

Gejala Umum Menopause

Perubahan tubuh akan terjadi beberapa bulan atau tahun sebelum masa menopause, yang biasa disebut perimenopause. Gejala menopause akan berbeda pada setiap wanita. Perubahan tidak hanya terjadi pada fisik, tetapi juga mental. Gejala umum menopause wanita, antara lain:

1. Menstruasi Tidak Teratur
Gejala umum menopause adalah menstruasi yang mulai tidak teratur. Ketika mendekati masa menopause, wanita akan sulit memprediksi kapan menstruasi berikutnya terjadi. Menstruasi yang tidak teratur menyebabkan wanita akan sulit hamil, meskipun masih ada sedikit kemungkinan. Wanita yang sudah menopause tidak akan lagi menstruasi atau bahkan mengeluarkan bercak darah.
2. Gangguan Tidur
Terbangun ketika malam atau bahkan sulit untuk memulai tidur menjadi salah satu gejala menopause. Gangguan tidur dapat disebabkan oleh banyak faktor lainnya. Gangguan tidur yang menjadi gejala menopause biasanya berlangsung tidak lama. Jika gangguan tidur berlangsung lama dan mengganggu kegiatan sehari-hari, segeralah hubungi dokter.
3. Hot Flashes
Hot flashes akan menimbulkan rasa hangat atau panas pada tubuh. Hot flashes yang menyerang ketika malam hari disebut keringat dingin. Hot flashes menjadi salah satu gejala umum menopause yang memiliki intensitas berbeda-beda pada setiap wanita. Hot flashes dapat berlangsung cukup lama, mulai dari sebelum menopause hingga setelahnya.

Baca Juga: 8 Penyebab dan Ciri-ciri Menopause Dini pada Wanita

4. Perubahan Suasana Hati
Banyak faktor yang dapat memengaruhi perubahan suasana hati, salah satunya perubahan hormon. Perubahan hormon pada masa menopause memberikan dampak besar terhadap perubahaan suasana hati atau mood wanita. Jika Anda memiliki riwayat kecemasan atau depresi, masa menopause akan memperparah keduanya.
5. Penurunan Daya Ingat
Pria maupun wanita akan mengalami penurunan daya ingat ketika memasuki masa usia dewasa pertengahan dengan rentan usia 40-60 tahun. Beberapa kata atau kalimat mungkin terlupakan ketika Anda sedang mengutarakan suatu hal. Ini adalah hal yang wajar, apalagi jika mendekati masa menopause atau ketika sedang stres.
6. Perubahan Gairah Seksual
Wanita akan mengalami penurunan gairah seksual seiring dengan mendekatinya masa menopause. Namun, beberapa wanita justru lebih menikmati masa menopausenya karena tidak khawatir akan kehamilan. Pada masa menopause, vagina akan menjadi lebih kering dari sebelumnya sehingga hubungan seksual terasa menyakitkan.
7. Perubahan Fisik
Perubahan fisik menjadi gejala menopause yang terlihat dengan mata telanjang. Rambut dan kulit menjadi lebih tipis serta kering. Pada beberapa wanita, mereka akan mengalami kenaikan berat badan dan berkurangnya massa otot. Hal ini sering menimbulkan sakit otot dan kekakuan dalam menggerakan tubuh.

Baca Juga: Kenali Menopause Dini Pengertian dan Gejala

Hubungan Menopause dengan ISK, Inkontinensia Urine

Inkontinensia Urin dan ISK (infeksi saluran kemih) disebabkan oleh berkembangnya bakteri dalam saluran reproduksi akibat ketidakseimbangan hormonal. Sedangkan, menopause adalah peristiwa menurunnya hormon seksual wanita yang tidak lagi memproduksi sel telur. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh wanita.

Penurunan hormon dalam masa menopause dengan ISK dan inkontinensia urin diketahui memiliki kaitan yang erat. Berdasarkan studi tahun 2019, lebih dari 50% wanita pada masa menopause mengembangkan penyakit ISK. Penurunan hormon estrogen yang sangat signifikan menyebabkan otot-otot kandung kemih dan dasar panggul melemah.

Hal ini menyebabkan, sejumlah kecil urin keluar dari tubuh tanpa sadar, dikenal sebagai inkontinensia urin. Inkontinensia urin adalah penyebab umum berkembangnya penyakit ISK.

Setelah menopause, gairah seksual wanita dapat menurun akibat perubahan hormon.

Hubungan Menopause dengan Perubahan Gairah Seksual Wanita

Menurut Hopkins Medicine, sebanyak 50% wanita di usia 50-an masih melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Namun, ketika telah menginjak usia 70-an hanya 27% wanita yang masih melakukan hubungan seksual dengan pasangan mereka.

Diketahui hal ini berhubungan dengan masa menopause yang dialami oleh wanita. Hormon estrogen yang menurun drastis pada masa menopause beriringan dengan menurunnya gairah seksual wanita. Hal ini dikarenakan, wanita akan lebih sulit terangsang, saluran vagina kurang elastis, dan kering, sehingga hubungan seksual menjadi menyakitkan. Sepertiga wanita melaporkan bahwa mereka mengalami kesulitan orgasme hingga berkurangnya minat pada seks.

Baca Juga: Kenali Infertilitas pada Wanita

Hubungan Menopause dengan Berat Badan

Menopause terjadi pada wanita berusia di antara 45 hingga 55 tahun. Diketahui wanita yang mengalami menopause akan cenderung menambah berat badan mereka dan kehilangan massa ototnya. Pada wanita menopause, kadar lemak meningkat menjadi 15% hingga 20% dari total berat tubuh dibandingkan sebelum menopause yang hanya 5% hingga 8% dari total berat tubuh keseluruhan.

Kenaikan berat badan ini juga memicu peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, kanker payudara, demensia, dan hot flashes. Cara preventif yang dapat dilakukan adalah berolahraga, makan makanan sehat, kurangi konsumsi alkohol, dan konsultasi dengan dokter.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas tidak perlu khawatir karena kemungkinan Anda sedang dalam masa menopause. Tingkat intensitas setiap gejala juga akan berbeda-beda pada setiap wanita. Gejala menopause tidak akan berlangsung sangat lama dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi, jika gejala tidak kunjung hilang atau bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari, segeralah hubungi dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telah direview oleh dr. Surya. S. Pratama

Source:

Terakhir diperbarui pada 22 November, 2023
Dipublisikan 27 September, 2023