Cara Menghitung Masa Subur Wanita dan Ciri-Cirinya

Masa Subur Wanita (Fertility)

Cara Menghitung Masa Subur Wanita dan Ciri-Cirinya

Masa subur setiap wanita bisa berbeda, tergantung pada siklus menstruasi. Umumnya, masa subur berlangsung sekitar 12–16 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Artinya, sebagian besar wanita akan mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah awal menstruasi terakhir. Namun, ini berlaku terutama bagi wanita dengan siklus menstruasi yang teratur, yaitu sekitar 28 hari.

Pernahkah pertanyaan ini terlintas dibenak Bunda kapan masa subur terjadi? Atau sudah mengikuti program kehamilan, sudah istirahat teratur dan mengikuti saran dokter, tapi kok belum hamil juga? Jangan takut, ada solusinya. Bagi wanita yang ingin segera memiliki buah hati, ada baiknya mengetahui masa subur terlebih dahulu. Sebab, melakukan hubungan seksual di masa subur memiliki peluang besar untuk terjadinya kehamilan. Oleh sebab itu, simak ulasan mengenai masa subur wanita (fertility) di bawah ini.

Apa Itu Masa Subur pada wanita?

Masa subur pada wanita adalah periode di mana tubuhnya siap untuk hamil. Ini terjadi ketika indung telur melepaskan sel telur dan kondisi lingkungan di rahim mendukung proses pembuahan. Biasanya, masa subur terjadi sekitar pertengahan siklus menstruasi, sekitar 12 hingga 16 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Sel telur yang dilepaskan selama masa subur dapat bertahan hidup selama 12 hingga 24 jam setelah ovulasi.

Jika sel telur tersebut tidak dibuahi oleh sperma, maka akan terbuang bersama dengan menstruasi. Masa subur sangat penting untuk dipahami bagi pasangan yang berencana untuk memiliki anak, karena kemungkinan terbesar untuk hamil terjadi selama periode ini.

Baca Juga:5 Ciri-Ciri Ovulasi pada Wanita Subur untuk Tingkatkan Kehamilan

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Mengetahui kapan masa subur terjadi adalah kunci penting dalam merencanakan kehamilan. Ada berbagai cara yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan metode kalender subur dan alat produksi ovulasi.

Berikut adalah beberapa metode untuk mengetahui kapan masa subur wanita terjadi:

1. Menghitung Siklus Menstruasi

Untuk mengetahui kapan wanita masuk masa subur, diperlukan pencatatan siklus menstruasi selama beberapa bulan terakhir. Hal ini penting untuk memastikan kestabilan siklus menstruasi yang dialami.

Langkah-langkah untuk menghitung masa subur menggunakan metode kalender kesuburan adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan panjang siklus menstruasi terpendek yang pernah Bunda alami, kemudian kurangi angka tersebut dengan 18. Sebagai contoh, jika siklus menstruasi terpendek Bunda adalah 27 hari, kurangi 27 dengan 18. Hasilnya adalah 9. Angka ini menandakan periode potensial masa subur.

  2. Tentukan panjang siklus menstruasi terpanjang yang pernah Bunda alami, kemudian kurangi dengan angka 11. Misalnya, jika siklus menstruasi terpanjang adalah 30 hari, kurangi 30 dengan 11. Hasilnya adalah 19.

Dengan demikian, kemungkinan masa subur Bunda berada dalam rentang antara 9 hingga 19 dari siklus menstruasi.

2. Menggunakan Alat Prediksi Produksi Ovulasi

Alat prediksi ovulasi adalah alat yang digunakan untuk melihat kadar hormon Luteinizing (LH) dalam urine. Di dalamnya terdapat dua garis, yaitu garis kendali dan garis uji.

Jika garis uji sama gelapnya atau lebih gelap dari garis kontrol, maka ini berarti hasil positif yang menunjukkan kadar LH meningkat dan proses ovulasi akan terjadi dalam waktu 24 jam. Ini menandakan wanita sedang dalam masa subur dan merupakan waktu terbaik untuk berhubungan intim agar berpeluang besar untuk hamil.

Jika Bunda merasa kesulitan dengan cara perhitungan tersebut, alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menghitung masa subur adalah menggunakan aplikasi online yang tersedia di internet. Lihat juga kalkulator masa subur di sini.

cara menghitung masa subur wanita dan ciri-cirinya

Jika seorang wanita positif hamil, tubuh akan menghasilkan human chorionic gonadotropin (hcg).

Ciri-Ciri Wanita yang Sedang Dalam Masa Subur

Tanda-tanda atau ciri-ciri wanita sedang dalam masa subur bisa bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, tetapi beberapa yang umum termasuk:

1. Alat Tes Masa Subur Menunjukkan Hasil Positif

Alat tes masa subur, seperti tes ovulasi, bekerja dengan mendeteksi peningkatan hormon luteinizing hormone (LH) dalam urine. LH adalah hormon yang meningkat secara signifikan sebelum ovulasi terjadi. Tes ovulasi akan menampilkan hasil positif ketika tingkat LH meningkat, yang biasanya terjadi sekitar 24-48 jam sebelum ovulasi sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, hasil positif pada tes masa subur menunjukkan bahwa tubuh sedang bersiap untuk melepaskan sel telur, menandakan bahwa wanita sedang dalam masa subur.

2. Gairah Seks Meningkat

Pada saat sedang dalam masa subur, fluktuasi hormon dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan libido atau gairah seksual pada wanita. Hormon seperti estrogen dan testosterone cenderung mencapai puncaknya selama periode ini, yang dapat membuat wanita merasa lebih tertarik secara seksual dan lebih sensitif terhadap rangsangan seksual. Hal ini secara evolusi dirancang untuk meningkatkan kemungkinan berhubungan seksual saat tubuh siap untuk hamil. Oleh karena itu, peningkatan gairah seksual dapat menjadi ciri tambahan yang dapat diamati oleh wanita saat berada dalam masa subur.

3. Lendir Serviks seperti Putih Telur

Selama masa subur, tubuh wanita memproduksi lendir serviks yang bertujuan untuk memfasilitasi perjalanan sperma menuju sel telur yang dilepaskan. Lendir serviks pada masa subur akan menjadi lebih jernih, licin, dan elastis, seperti tekstur putih telur mentah. Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi sperma agar dapat bergerak dengan lebih mudah menuju sel telur yang telah dilepaskan dalam proses ovulasi. Wanita dapat memperhatikan perubahan dalam tekstur dan warna lendir serviks sebagai indikator masa subur yang sedang berlangsung.

4. Perubahan Posisi Leher Rahim Naik ke Atas

Leher rahim mengalami perubahan selama masa subur yang dapat dirasakan melalui pengecekan posisi, tekstur, dan kelembutan leher rahim. Biasanya, pada masa subur, leher rahim akan naik ke atas, menjadi lebih lunak, dan terbuka sedikit untuk memudahkan sperma mencapai rahim. Pengecekan posisi leher rahim dapat dilakukan dengan hati-hati menggunakan jari yang bersih dan terasa lembut. Hal ini dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai masa subur wanita, khususnya bagi mereka yang mempraktikkan metode pemantauan kesuburan untuk merencanakan kehamilan atau mencegah kehamilan.

Baca juga: Cara Menyuburkan Kandungan agar Cepat Hamil

5. Perubahan Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh (BBT) adalah suhu tubuh Bunda saat istirahat. Pada umumnya, suhu basal tubuh akan sedikit lebih rendah sebelum ovulasi dan meningkat setelahnya. Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon progesteron yang terjadi setelah ovulasi. Untuk memantau perubahan ini, perlu dilakukan pengukuran suhu basal tubuh setiap hari pada waktu yang sama setiap pagi, biasanya sebelum bangun tidur atau melakukan aktivitas. Kenaikan suhu yang konsisten selama beberapa hari menandakan bahwa ovulasi telah terjadi. Oleh karena itu, pengukuran suhu basal tubuh dapat menjadi alat yang berguna untuk membantu mengidentifikasi masa subur dalam siklus menstruasi.

6. Kram Perut

Sakit ovulasi atau disebut juga mittelschmerz dalam istilah medis, merupakan sensasi nyeri atau kram yang dialami oleh beberapa wanita saat ovulasi terjadi. Hal ini biasanya terjadi di salah satu sisi perut bagian bawah yang berlawanan dengan ovarium yang melepaskan sel telur. Sensasi ini dapat bervariasi dari ringan hingga sedang dan biasanya berlangsung hanya beberapa jam hingga beberapa hari.

Penyebab pasti dari nyeri ovulasi tidak sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa pelepasan sel telur dari indung telur menyebabkan iritasi pada rongga perut atau perut bagian bawah, yang menghasilkan sensasi nyeri. Bagi beberapa wanita, kram perut dapat menjadi petunjuk alami bahwa proses ovulasi telah terjadi, yang berguna bagi mereka yang mencoba untuk hamil.

7. Payudara Terasa Nyeri

Sensasi nyeri atau sensitivitas pada payudara sering kali terjadi sebagai bagian dari perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi, termasuk masa subur. Peningkatan hormon estrogen dan progesteron pada masa subur dapat menyebabkan perubahan dalam jaringan payudara yang mengakibatkan rasa nyeri atau kelembutan. Gejala payudara nyeri saat masa subur ini biasanya mulai dirasakan beberapa hari hingga satu minggu sebelum menstruasi dan dapat mereda setelah menstruasi dimulai. 

Kini, Bunda sudah mengetahui kapan masa subur wanita (fertility) terjadi hingga cara menghitung masa subur. Bagi Bunda dan Ayah yang berencana memiliki anak ada baiknya mengetahui masa subur pasangan. Jika masih terdapat kendala, segera berkonsultasi dengan Ciputra IVF terdekat. Di sana, Bunda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Ciputra IVF menawarkan layanan kesehatanlengkap, mulai dari konsultasi dengan dokter kandungan hingga tes kesuburan. Bunda dapat memeriksa jadwal dokter di Ciputra IVF dan membuat janji dengan mudah dan cepat melalui layanan WhatsApp. 

Mari rencanakan kehamilan Bunda dan pasangan dengan Ciputra IVF.

Telah direview oleh dr. Sylvani Gani

Source:

Kapan Peluang Untuk Hamil?

kalkulator masa subur
kalkulator masa subur
Terakhir diperbarui pada 15 Maret, 2024
Dipublisikan 17 November, 2023