Berhubungan Saat Ovulasi Pasti Hamil, Fakta atau Mitos?

Berhubungan Saat Ovulasi Pasti Hamil

Berhubungan Saat Ovulasi Pasti Hamil, Fakta atau Mitos?

Berhubungan saat ovulasi pasti hamil menjadi salah satu pertanyaan yang sering kali ditanya oleh pasangan suami istri yang merencanakan maupun menunda kehamilan. Ovulasi adalah tahap di mana ovarium melepaskan sel telur yang matang yang kemudian siap untuk dibuahi oleh sperma jika terjadi hubungan seksual. Namun, kehamilan tidak selalu terjadi setiap kali hubungan seksual terjadi saat ovulasi.

Ovulasi menjadi periode yang penting untuk diperhatikan setiap pasangan yang berencana memiliki anak. Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk berhubungan intim agar terjadi kehamilan? Simak jawaban lengkapnya di artikel ini.

Berhubungan saat Ovulasi Apakah Pasti Hamil?

Berhubungan saat ovulasi memang dapat meningkatkan peluang kehamilan, namun bukan berarti Anda pasti hamil. Pasalnya untuk bisa hamil, kedua pasangan harus memperhatikan waktu yang optimal agar sel telur dan sperma saat bertemu.

Karena sel telur hanya akan dilepaskan selama periode ovulasi, atau sekitar pertengahan periode siklus haid, maka waktu ini perlu dimanfaatkan dengan maksimal. Setelah sel telur dilepaskan, mereka akan bertahan selama 12-24 jam.

Ini waktu yang singkat untuk sperma dapat membuahi sel telur. Selain itu, sperma juga membutuhkan waktu untuk berenang melalui sistem reproduksi menuju sel telur. Akibat dua faktor ini, potensi Anda untuk hamil saat ovulasi sekitar 20%.

Waktu untuk berhubungan intim yang paling baik agar cepat hamil sebenarnya adalah 1 hari sebelum ovulasi. Peluang kehamilan di waktu ini mencapai 41%.

Masa hidup sperma yang lebih lama, yaitu sekitar 5 hari di dalam saluran reproduksi, dapat membantu Anda untuk memiliki kehamilan bahkan ketika berhubungan intim beberapa hari sebelum ovulasi.

Sel sperma akan menunggu sampai telur-telur dilepaskan sampai masa ovulasi terjadi. Waktu berhubungan intim yang ideal dapat dilakukan 3 hari sebelum ovulasi terjadi.

Jika dijabarkan, berikut tingkat peluang kehamilan berdasarkan hari berhubungan seksual:

  • 3 hari sebelum ovulasi: 27%
  • 2 hari sebelum ovulasi: 33%
  • 1 hari sebelum ovulasi: 41%
  • Hari ovulasi tiba: 20%
  • 1 hari pasca ovulasi: 8%

Dapat dilihat, peluang kehamilan tertinggi adalah berhubungan saat 1 hari sebelum ovulasi. Ketika hari ovulasi dan setelahnya, probabilitas kehamilan justru menurun drastis.

Baca Juga: 9 Tanda Ovulasi Berhasil Dibuahi dan Terjadi Kehamilan

Faktor yang Menyebabkan Gagal Hamil Meski Berhubungan saat Ovulasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gagal hamil meski berhubungan saat ovulasi, berikut di antaranya:

1. Kerusakan atau Penyumbatan Tuba Falopi

Tuba falopi merupakan organ reproduksi yang berfungsi mengangkut sel telur dari ovarium ke rahim dan tempat terjadinya pembuahan. Keberhasilan pengangkutan sel telur melalui tuba falopi akan menghasilkan kehamilan jika sperma juga mampu bergerak dari rahim menuju tuba falopi.

Sayangnya, tidak semua tuba falopi dapat bekerja secara optimal. Beberapa masalah medis seperti salpingitis (inflamasi yang menyebabkan penebalan saluran), penyakit radang panggul, komplikasi klamidia, dan infeksi lain pada tuba falopi dapat menyebabkan Anda kesulitan hamil meskipun berhubungan saat ovulasi.

2. Masalah Pada Kondisi Sperma

Kualitas sperma juga berperan dalam keberhasilan kehamilan Anda. Ada beberapa masalah pada sperma yang menyebabkan Anda sulit hamil meski berhubungan saat ovulasi seperti:

  • Masalah hormon
  • Menderita diabetes
  • Terkena infeksi seperti klamidia, gonore, gondok, atau HIV
  • Ejakulasi dini
  • Menderita penyumbatan testis
  • Memiliki penyakit genetik tertentu seperti fibrosis kistik.

Jika Anda memiliki beberapa masalah tersebut, segera pergi ke dokter untuk melakukan perawatan.

3. Gangguan Ovulasi

Faktor lain yang menyebabkan gagal hamil meskipun berhubungan saat ovulasi adalah masalah pada sel reproduksi seperti gangguan ovulasi. Gangguan ovulasi merupakan masalah hormonal yang memengaruhi proses pelepasan telur dari ovarium.

Tingginya kadar hormon prolaktin (hormon yang diperlukan untuk memproduksi ASI) memiliki efek langsung pada ovulasi. Selain itu, terlalu banyak atau sedikit hormon tiroid juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi, yang ini akan berpengaruh langsung pada periode ovulasi Anda.

Baca Juga: Cara Berhubungan Intim yang Benar agar Cepat Hamil

Tips agar Berhasil Hamil ketika Berhubungan saat Ovulasi

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk berhasil hamil ketika berhubungan saat ovulasi, antara lain:

1. Berhubungan Sebelum, Selama, dan Setelah Ovulasi

Untuk berhasil hamil, lakukan hubungan intim beberapa hari sebelum, selama, dan tepat setelah ovulasi terjadi. Ini merupakan waktu-waktu terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan. Kemampuan sperma untuk hidup sampai 6 hari di saluran reproduksi wanita, serta kemampuan sel telur untuk bertahan hanya 12-24 jam membuat masa-masa tersebut sangat penting untuk terjadinya proses pembuahan.

2. Memperhatikan Waktu Ovulasi Tiba

Memperhatikan waktu ovulasi tidak sesederhana melihat kalender atau menghitung periode siklus bulanan saja. Anda memerlukan alat khusus seperti kit uji ovulasi untuk melacak periode ovulasi bahkan hanya dari rumah.

Alat ini akan mendeteksi lonjakan hormon luteinizing (LH) yang terjadi sekitar 36 sebelum ovulasi terjadi. Jika hasil tes menunjukkan lonjakan, Anda direkomendasikan melakukan hubungan seks dalam 24-36 jam ke depan.

3. Memperhatikan Gaya Hidup

Gaya hidup tertentu menurunkan peluang kehamilan meski berhubungan saat ovulasi. Untuk meningkatkan peluang kehamilan, Anda perlu memperhatikan beberapa hal seperti, mengelola tingkat stres, menghindari konsumsi alkohol dan rokok, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan tinggi seng seperti daging, seafood, jamur, sereal, dan vitamin E. Serta menjaga testis agar tetap dingin dengan menghindari mandi di air panas karena dapat mengurangi jumlah sperma.

4. Memperhatikan Waktu Berhubungan Intim

Memperhatikan waktu berhubungan intim adalah cara terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan. Selain rutin berhubungan saat ovulasi, Anda juga dapat meningkatkan peluang kehamilan dengan metode atau produk pelengkap guna melacak perubahan suhu tubuh basal dan lendir serviks.

Jika Anda sudah rutin melakukan hubungan intim minimal dua kali dalam seminggu selama setahun, tapi tidak kunjung hamil, segera pergi ke dokter untuk melakukan konsultasi lebih lanjut. Dokter akan memeriksa apakah terdapat masalah kesuburan atau kondisi lain yang perlu diperhatikan untuk memperoleh kehamilan.

Baca Juga: 5 Posisi Tidur yang Bagus Saat Program Hamil

Telah direview oleh Dr. Adrian Setiawan, Sp. OG

Source:

Tags: