Ketahui Cara Menyuburkan Kandungan di Usia 45 Tahun

menyuburkan kandungan di usia 45 tahun

Menyuburkan kandungan di usia 45 tahun bisa dilakukan melalui IUI dan IVF sehingga memberikan kesempatan bagi wanita untuk hamil. Dengan dukungan medis serta gaya hidup sehat, peluang kehamilan tetap ada.

Memasuki usia 45 tahun, banyak wanita yang mulai mempertimbangkan kembali rencana untuk memiliki anak. Meskipun sering kali menganggap usia ini sebagai akhir masa subur, banyak yang tetap optimis dan mencari cara untuk menyuburkan kandungan. Pelajari apa saja yang perlu Anda persiapkan dan ketahui dalam artikel ini.

Apakah Umur 45 Tahun Masih Subur dan Bisa Hamil?

Di usia 45 tahun, Anda sebenarnya masih bisa hamil, namun peluang hamil alami umumnya sangat kecil di bawah 1 persen. Kehamilan pada usia 45 tahun ke atas juga berisiko lebih tinggi mengalami keguguran hingga kelainan kromosom seperti sindrom Down.

Untuk bisa hamil, Anda bisa mempertimbangkan metode bayi tabung (IVF) dan inseminasi buatan (IUI). Namun, program bayi tabung dengan sel telur sendiri di usia 45 tahun memberikan peluang kelahiran hidup yang lebih rendah, umumnya di bawah 5 persen per siklus. Angka pastinya sangat bergantung pada cadangan ovarium Anda, yang bisa diketahui lewat pemeriksaan AMH dan hitung folikel antral (USG transvaginal).

Di beberapa negara, donor sel telur dari perempuan yang lebih muda bisa menaikkan peluang keberhasilan. Namun peraturan di Indonesia hanya mengizinkan bayi tabung dengan sel telur dan sperma dari pasangan suami istri yang sah, sehingga donor sel telur tidak dapat dilakukan di Indonesia.

Karena itu langkah paling efektif untuk mencapai kehamilan yang sukses di usia 45 adalah memeriksa cadangan ovarium sesegera mungkin, untuk kemudian berdiskusi dengan dokter tentang metode apa yang paling tepat untuk Anda dan pasangan untuk bisa memiliki anak.

Baca Juga: Cara Menyuburkan Kandungan Secara Alami dan Klinis

Apa Saja yang Diperiksa saat Cek Kesuburan di Usia 45 Tahun?

Pemeriksaan kesuburan wanita di usia 45 tahun umumnya adalah untuk memperkirakan jumlah sel telur yang tersisa dibandingkan dengan wanita lain seusianya, membantu mengidentifikasi apakah cadangan ovarium berkurang, yang bisa memengaruhi peluang kehamilan. Pemeriksaan ini sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat tentang manajemen kesuburan hingga perencanaan perawatan kesuburan seperti IVF.

Tes kesuburan umumnya mencangkup tiga tes utama, yaitu:

  • Kadar Hormon Perangsang Folikel (FSH) pada Hari ke-2 (atau Hari ke-3): Diperiksa pada awal siklus menstruasi untuk melihat bagaimana fungsi dan respons indung telur
  • Jumlah Folikel Antral (AFC): Pemeriksaan dengan USG Transvaginal untuk melihat kondisi rahim dan indung telur secara langsung. Tujuannya untuk menghitung jumlah folikel kecil (kantung sel telur) yang masih aktif berkembang di ovarium.
  • Pengukuran Hormon Anti-Müllerian (AMH): Menilai perkiraan jumlah cadangan sel telur yang tersisa di dalam ovarium.

Cara Menyuburkan Kandungan agar Cepat Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas

Keinginan untuk hamil di usia 40 tahun ke atas, termasuk di usia 45 tahun, mungkin terasa menantang, tetapi dengan langkah-langkah yang tepat, peluang Anda untuk hamil bisa meningkat.

Berikut adalah beberapa cara menyuburkan kandungan di usia 45 tahun:

1. Konsumsi Makanan Sehat

Cara menyuburkan kandungan di usia 45 tahun pertama adalah konsumsi makanan sehat. Mengubah pola makanan agar cepat hamil menjadi lebih sehat sangat penting untuk meningkatkan kesehatan sel telur.

Tambahkan makanan dan minuman agar cepat hamil seperti spirulina, maca, dan royal jelly ke dalam diet Anda. Konsumsi sayur maupun buah untuk promil, seperti bayam, kale, alpukat, dan berries (stroberi dan blueberry).

Makanan untuk program hamil ini mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesuburan. Mengonsumsi suplemen penyubur kandungan yang mengandung nutrisi, seperti antioksidan, CoQ10 Ubiquinol, zinc, vitamin C, dan asam folat juga dapat meningkatkan peluang Anda untuk memiliki sel telur yang sehat.

2. Jaga Kesehatan Rahim dan Otot Dasar Panggul

Setelah usia 37-40 tahun, kualitas dan jumlah sel telur mulai menurun. Fokus pada kesehatan sel telur setidaknya 3 bulan sebelum berusaha untuk hamil. Beberapa cara untuk meningkatkan kesehatan sel telur meliputi:

  • Olahraga secara rutin: Lakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari sebanyak 5 kali seminggu. Ini membantu tubuh mengeluarkan racun, termasuk racun kimia yang dapat mengganggu keseimbangan hormon.
  • Perkuat otot rahim: Untuk menjaga otot rahim, cobalah berjalan setiap hari, ikut program yoga kesuburan dan lakukan latihan Kegel. Latihan ini membantu memperkuat otot dasar panggul dan rahim.

3. Kelola Stres

Wanita di atas 40 tahun cenderung mengalami lebih banyak stres akibat faktor lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Teknik relaksasi seperti meditasi, akupunktur, dan yoga dapat membantu mengurangi stres secara emosional dan fisik sehingga meningkatkan peluang kehamilan.

Baca Juga: Cara Menghitung Masa Subur Wanita dan Ciri-Cirinya

4. Dukung Produksi Lendir Serviks

Produksi lendir serviks cenderung menurun seiring perubahan hormon sehingga membuat sperma lebih sulit mencapai sel telur. Untuk mendukung produksi lendir ini, pastikan Anda minum 6 hingga 8 gelas air bersih setiap hari serta mengonsumsi suplemen asam lemak omega.

5. Catat Siklus Menstruasi Anda

Mencatat siklus menstruasi sangat penting, terutama karena hanya ada periode 6 hari di mana Anda bisa hamil. Periode ini mencakup 3 hari sebelum ovulasi, hari ovulasi, dan 2 hari setelahnya.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita berusia 35 hingga 40 tahun yang berhubungan intim saat masa subur memiliki peluang hamil sebesar 78%. Ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan wanita berusia 20 hingga 34 tahun yang memiliki peluang hamil sekitar 84%.

Dengan mencatat siklus Anda, Anda dapat lebih mudah mengetahui kapan waktu terbaik untuk berusaha hamil.

6. Tingkatkan Kualitas Tidur

Mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan hormonal. Usahakan untuk tidur antara 7 hingga 8 jam setiap malam dan ciptakan rutinitas tidur yang teratur.

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berdampak negatif pada kesuburan.

7. Hindari Alkohol dan Merokok

Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dapat mengurangi peluang hamil dan memengaruhi kesehatan sel telur. Jika ingin hamil, sebaiknya hentikan kebiasaan ini untuk meningkatkan peluang Anda. Sebaliknya, perbanyak minum air putih dan olahraga.

8. Jaga Berat Badan Ideal

Mempertahankan berat badan yang sehat sangat penting untuk kesuburan. Berat badan yang berlebihan atau terlalu rendah dapat memengaruhi hormon dan ovulasi.

Jika perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan dalam mencapai berat badan yang sehat.

9. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kesuburan

Jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil setelah beberapa waktu mencoba, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburan. Mereka dapat memberikan informasi dan saran yang tepat serta merencanakan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Program Hamil untuk Usia 40 Tahunan

Selain cara di atas, ada 2 metode utama yang sering digunakan untuk meningkatkan peluang kehamilan di usia ini:

1. In Vitro Fertilization (IVF)

IVF adalah prosedur di mana sel telur wanita diambil dan dibuahi dengan sperma di luar tubuh, di laboratorium. Setelah embrio terbentuk, satu atau beberapa embrio kemudian ditanamkan kembali ke dalam rahim.

Keunggulan dari IVF adalah meningkatkan peluang hamil, terutama bagi wanita dengan masalah kesuburan seperti endometriosis atau gangguan ovulasi. Selain itu, IVF juga memungkinkan penggunaan donor sel telur jika kualitas sel telur wanita menurun, serta dapat membantu dalam diagnosis dan perawatan masalah genetik.

Meskipun tingkat keberhasilan IVF untuk wanita berusia 40 tahun atau lebih rendah (sekitar 15% per siklus), ini masih merupakan salah satu metode paling efektif untuk mendapatkan kehamilan.

2. Intrauterine Insemination (IUI)

IUI adalah prosedur di mana sperma yang telah dipilih dan diproses dimasukkan langsung ke dalam rahim wanita saat waktu ovulasi, meningkatkan peluang sperma mencapai sel telur. Keunggulan dari IUI adalah prosedur ini lebih sederhana dan kurang invasif dibandingkan IVF, dengan biaya yang lebih rendah dan waktu pemulihan yang lebih singkat.

IUI cocok untuk pasangan dengan masalah kesuburan ringan atau tidak diketahui. Namun, tingkat keberhasilan IUI untuk wanita di usia 40-an bisa serendah 5%, tetapi jika dilakukan pada waktu yang tepat dalam siklus ovulasi, peluangnya bisa meningkat.

Baca Juga: 9 Daftar Sayuran yang Bagus untuk Program Hamil

Telat Haid Tanda Hamil di Usia 45 Tahun vs Gejala Perimenopause

Terlambat haid tanda hamil di usia 45 tahun bisa mirip dengan gejala perimenopause, sehingga seringkali membuat Anda keliru dalam memastikan kehamilan. Gejala umum yang terjadi baik selama hamil maupun menopause di antaranya adalah mengalami perubahan siklus menstruasi, kelelahan dan susah tidur, sakit kepala, penambahan berat badan, sering ingin buang air kecil, hingga merasa ada perubahan pada gairah seks.

Sedangkan perbedaan tanda hamil di usia 45 tahun dan gejala perimenoupause yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah:

Gejala Khas pada Kehamilan

  • Payudara sensitif dan bengkak. Payudara bisa terasa nyeri di awal kehamilan, dan mereda saat tubuh sudah menyesuaikan diri dengan perubahan hormonal
  • Mual dengan atau tanpa muntah. Normal terjadi pada kehamilan di trimester awal
  • Sembelit. Perubahan pada tubuh selama hamil bisa memperlambat saluran pencernaan, sehingga rentan mengalami sembelit
  • Sensitif pada makanan tertentu. Indera perasa meningkat saat hamil, sehingga Anda mungkin bisa tidak menyukai bau maupun rasa dari makanan tertentu.

Gejala Khas pada Perimenopause

  • Kehilangan masa tulang. Kadar estrogen rendah bisa menurunkan kepadatan tulang yang meningkatkan risiko osteoporosis. Massa tulang tidak dipengaruhi oleh kehamilan
  • Kesuburan menurun. Ovulasi menjadi tidak teratur
  • Vagina kering. Vagina bisa kehilangan pelumasan dan elastisitas karena menurunnya estrogen saat memasuki masa perimenopause. Anda bisa mengalami perdarahan setelah berhubungan seksual, dan bisa terasa nyeri.

Ingin Tahu Peluang Anda sendiri, Bukan Angka Rata-Rata?

Setiap perempuan berbeda. Satu kali pemeriksaan AMH dan USG transvaginal sudah cukup untuk memberi gambaran nyata tentang cadangan sel telur Anda. Jadwalkan konsultasi kesuburan atau buat janji dengan dokter kami di Jakarta Barat atau Jakarta Selatan. Di usia 45 tahun, sebaiknya jangan menunggu berbulan-bulan. Mulailah dengan pemeriksaan kesuburan untuk mengetahui posisi Anda saat ini.

Jika Anda berusia 40 tahun ke atas dan ingin hamil,  bisa mempertimbangkan untuk menjalani prosedur IVF atau IUI di Ciputra IVF. Tim ahli di klinik ini siap membantu dengan perawatan yang sesuai untuk meningkatkan peluang kehamilan Anda.

Dengan teknologi modern, Ciputra IVF berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik dalam perjalanan Anda menuju kehamilan. Jangan ragu untuk menghubungi dan bicarakan rencana kehamilan Anda. Yuk, konsultasi sekarang!

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi