Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar testis yang berada di dalam kantong zakar (skrotum). Hal ini terjadi ketika katup pembuluh darah tidak bekerja optimal sehingga aliran darah terganggu dan menyebabkan pembuluh darah melebar.
Sebagian besar pria dengan varikokel tidak merasakan keluhan apa pun. Namun, pada beberapa kasus dapat muncul rasa nyeri tumpul pada skrotum, benjolan pembuluh darah yang terasa seperti “kantong berisi cacing” atau ukuran testis yang mengecil.
Varikokel umumnya disebabkan oleh gangguan pada katup pembuluh darah vena di skrotum yang menyebabkan aliran darah tidak berjalan normal. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada sisi kiri karena adanya perbedaan struktur tubuh yang memengaruhi aliran darah.
Apakah Varikokel Memengaruhi Kesuburan?
Ya, varikokel bisa memengaruhi kesuburan pria karena menurunkan jumlah sperma dan merusak bentuk yang juga dapat memengaruhi kecepatan serta gerakan sperma menuju sel telur. Varikokel cukup sering terjadi pada pria yang mengalami masalah kesuburan.
Kondisi ini terjadi sekitar 35-44% pria dengan infertilitas primer, 45-81% pria dengan infertilitas sekunder, serta sekitar 25% pria dengan hasil analisis sperma yang tidak normal. Namun, adanya varikokel tidak selalu menjadi penyebab sulitnya memiliki keturunan karena sebagian pria dengan varikokel tetap memiliki kesuburan yang baik.
Hubungan varikokel dan kualitas sperma dapat terlihat dari beberapa faktor yang memengaruhi proses pembentukan sperma, seperti:
- Peningkatan suhu testis: Penumpukan darah pada pembuluh darah skrotum dapat meningkatkan suhu di sekitar testis. Padahal, proses pembentukan sperma membutuhkan kondisi suhu yang sesuai.
- Stres oksidatif: Hubungan varikokel dan DNA sperma berkaitan dengan peningkatan radikal bebas akibat aliran darah yang tidak lancar. Radikal bebas tersebut dapat merusak DNA sperma, menurunkan pergerakan sperma, serta memengaruhi kemampuan sperma dalam membuahi sel telur.
- Gangguan hormon: Varikokel dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berperan dalam pembentukan sperma, termasuk hormon yang berkaitan dengan produksi testosteron.
- Aliran darah balik: Pada varikokel di sisi kiri, aliran darah yang kembali dapat membawa zat sisa dari ginjal atau kelenjar adrenal menuju testis sehingga lingkungan untuk pembentukan sperma menjadi kurang optimal.
Pada pria dengan varikokel yang disertai hasil analisis sperma tidak normal, penanganan dapat membantu meningkatkan jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma. Perbaikan kualitas sperma ini bisa mendukung peluang kehamilan alami maupun program kehamilan berbantu seperti IVF atau ICSI.
Baca Juga: Gejala dan Derajat Varikokel: Ciri-Ciri, Tingkatan, dan Kapan Harus Diperiksa
Komplikasi Varikokel pada Kesuburan Pria
Varikokel berukuran besar dapat meningkatkan risiko munculnya beberapa komplikasi, di antaranya:
- Kadar testosteron rendah (hipogonadisme pria): Testosteron merupakan hormon yang diproduksi oleh testis dan berperan dalam perkembangan karakteristik pria saat pubertas, menjaga gairah seksual, serta membantu memperkuat tulang dan otot. Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan ukuran testis mengecil, penurunan gairah seksual, berkurangnya massa otot, dan depresi.
- Azoospermia: Terjadi ketika tidak ditemukan sperma dalam cairan ejakulasi (semen). Sperma berperan dalam proses pembuahan sel telur untuk membentuk embrio sehingga kondisi ini menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria.
Baca Juga: Infertilitas Pria: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Bagaimana Cara Mengatasi Varikokel?
Tidak semua varikokel harus mendapatkan pengobatan. Dokter akan melihat kondisi setiap pasien terlebih dahulu sebelum menentukan perlu atau tidaknya penanganan. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain:
- Keluhan yang dialami: Adanya nyeri, rasa tidak nyaman, atau sensasi berat pada skrotum yang dapat mengganggu aktivitas.
- Masalah kesuburan: Kondisi kesuburan pasien dan pasangan, termasuk hasil analisis sperma jika sedang menjalani program hamil.
- Ukuran testis: Perbedaan ukuran antara kedua testis atau adanya gangguan perkembangan testis, terutama pada remaja.
- Ukuran varikokel: Varikokel dengan ukuran yang lebih besar lebih sering berkaitan dengan munculnya keluhan atau gangguan tertentu.
Dokter akan membantu menjelaskan pilihan penanganan, termasuk manfaat dan risikonya sehingga Anda dapat menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi.
Dampak Varikokel pada Performa Seksual Pria
Varikokel biasanya tidak menyebabkan gangguan langsung pada fungsi seksual pria, seperti sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi, maupun gangguan pada orgasme dan ejakulasi. Pembuluh darah yang mengalami pelebaran pada varikokel umumnya tidak mengganggu saraf dan aliran darah yang berperan dalam fungsi tersebut.
Namun, pada beberapa pria, varikokel bisa memengaruhi kehidupan seksual secara tidak langsung. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman: Varikokel yang menimbulkan rasa pegal, nyeri, atau sensasi berat pada skrotum dapat membuat aktivitas seksual terasa kurang nyaman. Keluhan tersebut juga bisa membuat sebagian pria menghindari hubungan seksual.
- Faktor psikologis: Ukuran varikokel yang besar atau kekhawatiran terkait kesuburan dapat memengaruhi rasa percaya diri dan menimbulkan kecemasan, yang kemudian berpengaruh terhadap pengalaman seksual.
- Kadar testosteron: Beberapa pria dengan varikokel memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Jika kadar testosteron menurun secara signifikan, kondisi ini dapat berkaitan dengan berkurangnya gairah seksual.
Baca Juga: Cara Mengatasi Oligospermia (Jumlah Sperma Kurang)
Setelah perbaikan varikokel berhasil:
- Nyeri saat berhubungan seksual yang sebelumnya dirasakan dapat membaik setelah perbaikan varikokel sehingga aktivitas seksual menjadi lebih nyaman.
- Berkurangnya kekhawatiran terkait kesuburan atau kesehatan skrotum dapat membantu meningkatkan kondisi psikologis dan kepercayaan diri seksual.
Jika mengalami gangguan tertentu seperti disfungsi ereksi bersamaan dengan varikokel, sebaiknya lakukan pemeriksaan karena kedua masalah tersebut bisa memiliki penyebab yang berbeda. Penanganan varikokel sendiri lebih ditujukan untuk mengatasi nyeri, membantu masalah kesuburan, dan menjaga kesehatan testis.
FAQ
Apakah varikokel menyebabkan mandul?
Ya. Varikokel dapat memengaruhi kesuburan pria karena berkaitan dengan penurunan produksi sperma. Namun, adanya varikokel tidak selalu berarti pria akan mengalami kemandulan. Banyak pria dengan varikokel tetap dapat memiliki anak secara alami tanpa menjalani tindakan medis.
Bisakah sperma membaik tanpa operasi varikokel?
Ya. Kualitas sperma dapat membaik tanpa operasi melalui perubahan gaya hidup dan konsumsi suplemen antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif. Meski begitu, pembuluh darah yang melebar akibat varikokel tidak akan kembali normal dengan sendirinya. Banyak pria dengan varikokel tetap memiliki kualitas sperma yang baik dan berhasil memiliki anak secara alami.
Apakah varikokel sebelah kiri saja berbahaya?
Varikokel yang terjadi pada sisi kiri umumnya tidak berbahaya dan tidak mengancam nyawa. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada sisi kiri karena susunan pembuluh darah pada tubuh membuat area tersebut lebih rentan mengalami peningkatan tekanan. Sekitar 85-90% kasus varikokel terjadi pada sisi kiri karena vena testis kiri memiliki jalur yang lebih panjang dan terhubung dengan vena ginjal pada sudut tertentu.
Apakah varikokel menurunkan testosteron?
Varikokel dapat berkaitan dengan penurunan kadar testosteron pada sebagian pria. Pelebaran pembuluh darah di sekitar skrotum dapat meningkatkan suhu, memicu stres oksidatif, dan mengurangi aliran darah yang berpengaruh terhadap sel Leydig sebagai penghasil testosteron. Beberapa penelitian menunjukkan pria dengan varikokel memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan pria tanpa varikokel dan pengobatan varikokel terkadang dapat membantu meningkatkan kadar tersebut.








