Kapan Sih Masa Subur Pria? Ini Ciri-Ciri dan Cara Hitungnya

Masa Subur Pria: Mengenal Ciri-Ciri dan Cara Meningkatkannya

Masa subur pria adalah periode di mana kualitas dan kuantitas sperma mencapai puncaknya sehingga memungkinkan terjadinya kehamilan. Penting bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan untuk memahami ciri-ciri dan cara menjaga masa subur. Simak ulasan lebih lengkapnya sebagai berikut.

Apa Itu Masa Subur Pria?

Masa subur pria adalah periode ketika kemampuan reproduksi pria mencapai puncaknya. Pada saat ini, kualitas dan jumlah sperma yang terproduksi oleh pria menjadi optimal, sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan pada wanita.

Meskipun seringkali kurang diperhatikan dibandingkan dengan masa subur wanita, penting bagi pria untuk mengetahui kapan masa subur mereka terjadi. Dengan mengetahui informasi ini, pria dapat memaksimalkan peluang kehamilan dengan pasangan mereka.

Kapan Masa Subur Pria Terjadi?

Masa subur pria terjadi ketika produksi dan kualitas sperma mencapai kondisi optimal sehingga peluang membuahi sel telur wanita menjadi lebih besar. Masa subur pada laki-laki dapat terjadi sepanjang tahun karena produksi sperma dapat berlangsung secara terus–menerus, sehingga masa subur dapat terjadi kapan saja.

Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa puncak masa subur pada pria terjadi pada usia antara 20-35 tahun, meskipun produksi sperma tetap berlangsung setelah usia tersebut. Lalu bagaimana cara menghitung masa subur pria?

Cara mengetahui masa subur laki-laki berbeda dengan wanita yang masa suburnya bisa terhitung melalui siklus menstruasi. Umumnya, masa subur pria dapat terlihat dari waktu ejakulasi.

Menurut Jurnal Chronobiology International, pria paling subur ada pada jam 7.30 pagi. Ini adalah waktu terbaik untuk ejakulasi karena kualitas sperma meningkat daripada waktu lainnya.

Perlu Anda ketahui, setiap pria memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui masa subur yang optimal untuk setiap individu.

Baca Juga: Intip 3 Manfaat Jus Tomat untuk Kesuburan Pria

Cara Menghitung Masa Subur Pria

Berbeda dengan wanita yang memiliki masa subur berdasarkan siklus menstruasi, pria dapat menghasilkan sperma sepanjang waktu sehingga tidak memiliki masa subur pada tanggal tertentu. Namun, ada beberapa cara yang dapat membantu memperkirakan kondisi kesuburan pria sedang optimal.

Salah satunya dengan memperhatikan waktu ejakulasi, karena beberapa penelitian menunjukkan kualitas sperma cenderung lebih baik pada pagi hari. Selain itu, menjaga frekuensi ejakulasi sekitar 2–3 kali per minggu dapat membantu mempertahankan jumlah dan pergerakan sperma yang sehat.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, pria juga disarankan memberikan jeda ejakulasi selama 2–5 hari sebelum masa pembuahan untuk membantu meningkatkan konsentrasi sperma. Meski demikian, cara paling akurat untuk mengetahui tingkat kesuburan pria adalah melalui pemeriksaan analisis sperma di klinik kesuburan. Pemeriksaan ini dapat menilai jumlah, pergerakan (motilitas), dan bentuk (morfologi) sperma sehingga kondisi kesuburan dapat diketahui dengan lebih jelas.

Apa Ciri-Ciri Pria Subur?

Pria yang subur tentunya dapat meningkatkan peluang kehamilan lebih besar. Ada beberapa ciri-ciri pria subur yang dapat Anda kenali, antara lain:

1. Memiliki Jumlah Sperma yang Cukup

Cara untuk mengetahui sperma sehat dan subur salah satunya adalah dengan melihat jumlah sperma yang terproduksi. Pria subur umumnya memiliki jumlah sperma yang cukup dalam air mani.

Jumlah sperma normal dalam air mani adalah sekitar 15 juta hingga 200 juta sperma per mililiter. Apabila jumlah sperma yang diproduksi lebih rendah dari angka tersebut, maka kemungkinan terjadinya pembuahan juga semakin menurun.

Baca Juga: Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

2. Kualitas Sperma yang Baik

Pria yang subur memiliki sperma yang berkualitas baik, dengan bentuk, gerakan, dan ukuran yang normal. Kualitas sperma yang bagus memiliki kepala bulat, ekor panjang dan kuat, serta dapat bergerak dengan lancar serta lurus.

Pemeriksaan kualitas sperma ini dapat dilakukan laboratorium. Seorang laki-laki dikatakan subur apabila sekitar 50% dari sperma yang diproduksi memiliki kualitas yang baik.

3. Memiliki Tingkat Hormon Testosteron yang Sehat

Testosteron adalah hormon yang bertanggung jawab untuk produksi sperma pada pria. Apabila jumlah hormon testosteron sedikit, maka dapat memengaruhi jumlah sperma yang diproduksi. Pria subur memiliki tingkat hormon testosteron yang seimbang dalam tubuh mereka.

4. Memiliki Frekuensi Ejakulasi yang Sehat

Memiliki frekuensi ejakulasi yang sehat menjadi salah satu ciri-ciri pria subur. Karena frekuensi ejakulasi yang normal dapat meningkatkan kualitas sperma dan meningkatkan peluang untuk membuahi sel telur. Umumnya, frekuensi ejakulasi sekitar 2-3 kali seminggu dianggap normal dan dapat membantu menjaga kualitas sperma.

Ejakulasi yang teratur dapat membantu mempertahankan kualitas sperma. Laki-laki yang subur biasanya ejakulasi setidaknya dua hingga tiga kali seminggu.

Baca Juga: Infertilitas pada Pria

5. Libido dan Frekuensi Ereksi Meningkat

Pada pria subur, produksi hormon testosteron biasanya akan meningkat. Kondisi ini dapat meningkatkan gairah seksual dan libido seorang pria. Selain itu, pada saat masa subur, frekuensi ereksi pada pria lebih sering terjadi.

6. Tidak Memiliki Masalah Kesehatan yang Mempengaruhi Kesuburan

Ciri-ciri pria subur juga bisa dilihat secara fisik. Pria yang sehat umumnya tidak memiliki gangguan atau penyakit pada organ intim.

Masalah kesehatan seperti infeksi, penyakit menular seksual, dan penyakit autoimun dapat memengaruhi kesuburan pria. Pria biasanya tidak memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi kesuburan mereka.

Apa Saja yang Memengaruhi Kesuburan Pada Pria?

Infertilitas pada pria bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

1. Kualitas Sperma

Kualitas sel sperma yang baik menjadi faktor utama dalam kesuburan pria. Sperma yang baik dan sehat mencakup jumlah, motilitas (kemampuan sperma untuk bergerak), morfologi (bentuk sperma), dan konsentrasi sperma. Kualitas sperma yang rendah akan memengaruhi kesuburan.

2. Gangguan Hormon

Hormon testosteron adalah hormon yang sangat penting dalam reproduksi pria. Kadar yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah pada kesuburan pria. Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan produksi sperma.

Sedangkan, kadar testosteron yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma. Selain itu, gangguan hormon seperti hiperprolaktinemia atau hipotiroidisme juga dapat memengaruhi kesuburan pria dengan mengganggu produksi sperma.

Baca Juga: Mengenal Vasektomi Kontrasepsi untuk Pria yang Ingin Mengendalikan Kehamilan

3. Gangguan Kesehatan

Beberapa gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, penyakit menular seksual, varikokel, gangguan tiroid, dan obesitas dapat memengaruhi kesuburan pria. Kondisi-kondisi tersebut dapat mengganggu produksi sperma atau memengaruhi kualitas sperma, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kemandulan atau kesulitan pembuahan sel telur.

4. Pengobatan Tertentu

Beberapa obat yang diketahui dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma antara lain obat-obatan kemoterapi, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan hormon, obat jantung, obat tekanan darah tinggi, serta obat-obatan narkotika yang dikonsumsi dalam jumlah besar dan berkepanjangan.

Pengaruh obat pada kesuburan pria dapat bervariasi tergantung pada jenis obat dan dosis yang digunakan. Jika Anda khawatir obat yang sedang Anda konsumsi dapat memengaruhi kesuburan Anda, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk mencari tahu lebih lanjut dan menemukan solusi terbaik.

5. Radiasi dan Paparan Bahan Kimia

Paparan radiasi tinggi dapat merusak kromosom dan sel-sel tubuh yang bertanggung jawab dalam produksi sperma. Akibatnya, dapat menyebabkan penurunan produksi sperma atau bahkan kehilangan kesuburan.

Sementara itu, paparan bahan kimia seperti pestisida, logam berat, dan bahan kimia yang digunakan dalam industri juga dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma pada pria. Paparan bahan kimia ini dapat merusak sel-sel dalam testis dan mengganggu produksi sperma secara keseluruhan.

Baca Juga: Metode Bayi Tabung ICSI dan IMSI untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan

6. Faktor Genetik

Beberapa kondisi yang berhubungan dengan genetika dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pria, seperti kromosom ekstra atau kurang. Kelainan genetik yang mengganggu produksi sperma, dan kelainan genetik yang mengganggu perkembangan organ reproduksi. Salah satu contohnya adalah sindrom Klinefelter, yaitu kondisi genetik yang menghasilkan satu atau lebih kromosom tambahan pada pria, sehingga menyebabkan penurunan produksi sperma dan kemandulan.

7. Gaya Hidup

Faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dalam jumlah besar, obesitas, dan kurangnya olahraga dapat mengganggu produksi sperma dan kualitas sperma pada pria.

Sebagai contoh, kebiasaan merokok dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma dan kualitas sperma yang buruk. Sedangkan, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan produksi sperma dan disfungsi ereksi.

Oleh karena itu, penting bagi pria untuk menjaga gaya hidup sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat berdampak negatif pada kesuburan.

8. Stres

Stres yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Akibatnya, dapat mengganggu produksi sperma dan kualitas sperma pada pria. Stres juga dapat memengaruhi kesuburan pria dengan memicu penurunan libido, disfungsi ereksi, dan ketidakseimbangan hormon seksual. Selain itu, stres juga dapat memengaruhi kualitas tidur, pola makan, dan kebiasaan hidup lainnya yang dapat berdampak pada kesuburan pria.

9. Usia

Semakin tua pria, semakin rendah kemampuan reproduksinya. Penurunan kemampuan reproduksi ini disebabkan oleh penurunan kualitas dan jumlah sperma, serta penurunan fungsi kelenjar-kelenjar yang bertugas menghasilkan hormon-hormon penting untuk fungsi reproduksi.

Baca Juga: Belum Hamil? Yuk, Lakukan Pemeriksaan Kesuburan!

Cara Menjaga Kesuburan Pria

Kesuburan pada seorang pria adalah hal yang penting, terutama bagi mereka yang ingin memiliki keturunan. Tips bagaimana cara menjaga kesuburan pria adalah sebagai berikut:

  • Menerapkan gaya hidup sehat, dengan menjaga pola makan seimbang, menghindari kebiasaan merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.
  • Berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau bersepeda, untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan produksi sperma.
  • Menjaga berat badan yang sehat, dengan cara menghindari obesitas atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu kesuburan.
  • Menghindari stres dan menjaga kesehatan mental, dengan cara melakukan meditasi, yoga, atau konseling jika diperlukan.
  • Menghindari paparan zat berbahaya atau radiasi yang dapat merusak kesuburan, seperti bahan kimia industri atau radiasi dari peralatan medis.
  • Menghindari memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama pada area selangkangan, yang dapat meningkatkan suhu testis dan mengganggu produksi sperma.
  • Menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan seksual seperti menghindari seks yang berlebihan atau terlalu jarang, menggunakan kondom untuk mencegah infeksi, dan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang atau steroid.
  • Menjaga kesehatan secara keseluruhan, dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengobati kondisi kesehatan yang mungkin memengaruhi kesuburan, seperti diabetes atau hipertensi. Diabetes: mempengaruhi metabolisme glukosa sehingga mengganggu produksi sperma. Hipertensi: dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan kelainan air mani

Masa subur sangat penting bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan. Masa subur pria ditentukan oleh kualitas dan kuantitas sperma yang diproduksi, serta faktor-faktor lain seperti gaya hidup atau kondisi kesehatan.

Jika Anda mengalami masalah kesuburan, lakukan tes kesuburan pria di Ciputra IVF untuk pemeriksaan jumlah, motilitas, dan morfologi sperma secara menyeluruh, lalu diskusikan hasilnya dengan dokter untuk meningkatkan peluang kehamilan.

FAQ

Berapa usia puncak masa subur pria?

Usia puncak kesuburan pria umumnya berada pada rentang 20–35 tahun. Pada usia tersebut, kualitas dan jumlah sperma cenderung lebih optimal dibandingkan usia yang lebih tua. Meski demikian, pria tetap dapat menghasilkan sperma setelah usia 35 tahun, walaupun kualitasnya dapat mengalami penurunan secara bertahap.

Apakah masa subur pria terjadi setiap hari?

Ya, pria dapat menghasilkan sperma setiap hari sehingga tidak memiliki masa subur bulanan seperti wanita. Namun, kualitas, jumlah, dan pergerakan sperma dapat bervariasi tergantung kondisi kesehatan, usia, pola hidup, dan faktor lainnya.

Berapa kali ejakulasi yang ideal saat menjalani program hamil?

Secara umum, ejakulasi 2–3 kali per minggu dianggap baik untuk menjaga kualitas sperma. Saat mendekati masa ovulasi pasangan, pria juga dapat memberikan jeda ejakulasi selama 2–5 hari untuk membantu meningkatkan konsentrasi sperma.

Apa saja tanda sperma yang sehat?

Sperma yang sehat umumnya memiliki jumlah yang cukup, pergerakan (motilitas) yang baik, dan bentuk (morfologi) yang normal. Untuk mengetahui kondisi sperma secara akurat, diperlukan pemeriksaan analisis sperma di klinik atau rumah sakit.

Bagaimana cara meningkatkan kesuburan pria secara alami?

Kesuburan pria dapat ditingkatkan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, mengelola stres, serta mengonsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan.

Kapan pria perlu menjalani tes kesuburan?

Tes kesuburan pria disarankan jika pasangan belum berhasil hamil setelah satu tahun berhubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi, atau lebih cepat jika terdapat riwayat gangguan reproduksi, operasi pada area reproduksi, atau masalah kualitas sperma sebelumnya.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Info Biaya Program IVF

Isi form singkat, tim kami akan menghubungi Anda dengan informasi biaya terkini.

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi