Varikokel adalah kondisi ketika pembuluh darah vena di dalam skrotum mengalami pelebaran akibat gangguan aliran darah. Kondisi ini dapat terjadi ketika katup pada pembuluh darah tidak berfungsi optimal sehingga darah menumpuk dan menyebabkan pembuluh darah melebar. Gejala varikokel bisa muncul berupa nyeri, rasa tidak nyaman, atau benjolan pada skrotum.
Gejala Varikokel
Varikokel umumnya terjadi pada sisi kiri skrotum dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, sebagian pria dapat mengalami ciri-ciri varikokel, seperti:
- Nyeri pada skrotum: Rasa nyeri biasanya berupa pegal atau tidak nyaman yang lebih terasa saat berdiri atau di sore hari. Keluhan ini sering kali membaik ketika berbaring.
- Benjolan pada skrotum: Varikokel yang berukuran besar dapat terlihat seperti kumpulan pembuluh darah menyerupai “kantong cacing” di atas testis. Sementara varikokel berukuran kecil mungkin tidak terlihat, tetapi dapat terasa saat Anda raba.
- Ukuran testis berbeda: Testis pada sisi yang mengalami varikokel dapat terlihat lebih kecil daripada sisi lainnya.
- Gangguan kesuburan: Varikokel dapat menyebabkan kesulitan memiliki anak, tetapi tidak semua kasus varikokel menyebabkan infertilitas.
Baca Juga: Waspadai 17 Penyakit yang Memengaruhi Kesuburan
Derajat Varikokel
Dokter menggunakan sistem tingkatan (grade) untuk mendeteksi dan menilai varikokel:
- Grade I: Pada grade I, varikokel belum dapat terlihat secara langsung dan hanya dapat terasa saat pasien melakukan manuver Valsalva, yaitu teknik mengejan tertentu yang membantu dokter mendeteksi adanya pelebaran pembuluh darah.
- Grade II: Varikokel grade II dapat dokter rasakan saat pemeriksaan fisik meskipun pasien tidak melakukan manuver Valsalva. Namun, varikokel pada tingkat ini masih belum terlihat secara langsung.
- Grade III: Derajat varikokel grade III merupakan tingkat varikokel terbesar. Pada tahap ini, varikokel dapat terlihat dan terasa jelas saat pemeriksaan.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Varikokel?
Diagnosis varikokel dilakukan melalui pemeriksaan riwayat kesehatan, keluhan pasien, dan pemeriksaan fisik sistem reproduksi pria. Saat pemeriksaan fisik, dokter meminta pasien berdiri, menarik napas dalam, menahan napas dengan hidung dan mulut tertutup, lalu mengejan. Proses ini disebut manuver Valsalva.
Saat pasien melakukan manuver, dokter akan meraba area skrotum untuk memeriksa adanya pembuluh darah yang membesar. Untuk memastikan diagnosis, dokter juga melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- USG Skrotum: Pemeriksaan ini menggunakan metode pencitraan tanpa tindakan invasif untuk melihat pembuluh darah pada testis secara lebih detail dan menjadi salah satu pemeriksaan yang paling sering dokter gunakan dalam membantu mendiagnosis varikokel.
- Analisis Sperma: Dokter juga dapat meminta pemeriksaan analisis sperma dengan memeriksa sampel sperma pasien di laboratorium. Pemeriksaan ini untuk melihat keberadaan dan kondisi sperma, terutama apabila terdapat dugaan varikokel memengaruhi kesuburan.
- Tes Darah: Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah tes darah. Melalui pemeriksaan ini, sampel darah akan dokter ambil menggunakan jarum kecil dan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kadar hormon, termasuk follicle-stimulating hormone (FSH) dan testosteron.
Dampak Varikokel pada Kesuburan
Varikokel terjadi pada sekitar sepertiga pria yang menjalani pemeriksaan karena masalah kesuburan. Kondisi ini dikategorikan berdasarkan ukuran dan lokasi varikokel, baik yang terjadi pada satu sisi maupun kedua sisi skrotum.
Semua ukuran varikokel berpotensi memengaruhi kesuburan. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa varikokel dapat memengaruhi fungsi sperma yang belum tentu terlihat melalui pemeriksaan analisis sperma.
Varikokel pada salah satu sisi skrotum dapat memengaruhi fungsi dan suhu kedua testis. Varikokel yang hanya terlihat melalui USG atau pemeriksaan pencitraan lain, tetapi tidak teraba saat pemeriksaan fisik, umumnya tidak dianggap memiliki pengaruh secara klinis.
Baca Juga: Mengenal DNA Fragmentation Index (DFI) dan Kehamilan
Apakah Varikokel Perlu Diobati Jika Ingin Hamil?
Penanganan varikokel sesuai dengan kondisi setiap pasien. Dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor sebelum menentukan tindakan, seperti ukuran varikokel, rencana memiliki keturunan, keluhan, kadar testosteron, hasil pemeriksaan darah, serta analisis sperma.
Selain kondisi pria, usia dan kesuburan pasangan wanita juga menjadi pertimbangan. Jika terdapat masalah kesuburan pada pasangan wanita, keputusan mengenai tindakan varikokel perlu didiskusikan dengan dokter spesialis fertilitas. Pasangan wanita yang belum menjalani pemeriksaan juga perlu melakukan evaluasi dasar untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang memengaruhi rencana penanganan.
Pengobatan varikokel dapat membantu memperbaiki fungsi testis dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Namun, manfaat tindakan ini berkaitan dengan ukuran varikokel.
Fungsi testis perlu dinilai melalui pemeriksaan seperti analisis sperma, pengukuran volume testis, dan tes darah. Adanya gangguan pada testis menjadi pertimbangan untuk melakukan penanganan varikokel untuk memperbaiki kondisi tersebut atau mencegah penurunan fungsi lebih lanjut.
Pada varikokel yang belum memengaruhi fungsi testis, keputusan untuk melakukan tindakan masih perlu pertimbangan. Selain tindakan, kondisi varikokel juga dapat dipantau secara berkala melalui analisis sperma dan tes darah.
Penanganan varikokel pada pria dengan pasangan yang mengalami infertilitas dapat dipertimbangkan apabila memenuhi beberapa kondisi berikut:
- Terdapat masalah dari faktor pria, seperti hasil analisis sperma yang tidak normal
- Kondisi kesuburan pasangan wanita normal atau masih dapat dokter tangani
- Tidak ada penyebab lain dari infertilitas pria, seperti sumbatan, keganasan, atau kelainan genetik
Baca Juga: Cara Mengatasi Oligospermia (Jumlah Sperma Kurang)
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa kondisi berikut:
- Muncul rasa nyeri pada skrotum
- Terdapat benjolan pada skrotum
- Mengalami perubahan bentuk pada testis
- Merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman pada testis yang tidak kunjung hilang
Jika Anda mengalami varikokel dan khawatir kondisi tersebut dapat memengaruhi kesuburan, sebaiknya diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan arahan yang sesuai.
FAQ
Apakah Varikokel Terasa Nyeri?
Ya. Varikokel dapat menyebabkan rasa nyeri, meskipun sebagian pria tidak mengalami gejala apa pun. Jika muncul keluhan, nyeri yang dirasakan biasanya berupa rasa pegal, berat, atau seperti tertarik pada area skrotum, bukan nyeri tajam yang muncul secara tiba-tiba.
Varikokel Grade Berapa yang Berbahaya?
Tidak ada tingkatan varikokel yang secara langsung dikategorikan berbahaya atau mengancam nyawa. Namun, varikokel grade III merupakan ukuran terbesar dan memiliki risiko lebih tinggi mengalami keluhan seperti nyeri, pengecilan testis, atau gangguan kesuburan.
Apakah Varikokel Bisa Hilang Sendiri?
Tidak. Varikokel umumnya tidak dapat hilang dengan sendirinya. Pelebaran pembuluh darah pada varikokel biasanya tetap ada karena gangguan pada katup pembuluh darah vena tidak dapat kembali normal tanpa penanganan medis.
Bagaimana Cara Cek Varikokel Sendiri?
Anda dapat memeriksa tanda varikokel sendiri dengan melihat dan meraba area skrotum saat posisi berdiri. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau rasa seperti “kantong berisi cacing” di atas testis.









