Larangan Hamil agar Tidak Keguguran

Larangan Untuk Ibu Hamil Agar Tidak Keguguran

Larangan Hamil agar Tidak Keguguran

Keguguran adalahberhentinya kehamilan secara spontan saat usia kehamilan belum mencapai 20 minggudan merupakan peristiwa yang cukup sering terjadi pada ibu hamil. Diketahui 10% hingga 20% ibu hamil mengalami keguguran dan 80% diantaranya terjadi pada trimester pertama atau kurang dari 12 minggu usia kehamilan. Maka dari itu, penting bagi seorang ibu menjaga dirinya mulai dari hari pertama kehamilannya. Kenali penyebab dan larangan untuk ibu hamil agar tidak keguguran!

Penyebab Keguguran pada Ibu Hamil

Penyebab keguguran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti abnormalitas kromosom, kondisi medis sang ibu, gaya hidup, lingkungan, hingga obat-obatan. Penyebab keguguran pada setiap ibu pasti akan berbeda. Inilah penyebab keguguran pada ibu hamil, meliputi:

1. Abnormalitas Kromosom

Keguguran pada usia kehamilan di bawah 12 minggu atau berada di trimester pertama, banyak disebabkan oleh abnormalitas kromosom bayi. Kromosom terdiri dari gen yang membawa sifat unik bayi, seperti warna mata dan rambut. Contoh abnormalitas kromosom adalah embrio yang berkembang sebagian atau tidak sama sekali, kedua kromosom berasal dari ayah, plasenta tidak tumbuh secara normal, hingga sindrom-sindrom lainnya.

2. Kondisi Medis Ibu

Keguguran sebagian besar juga disebabkan oleh kesehatan atau kondisi medis sang ibu. Kondisi medis ibu yang dapat menyebabkan keguguran dini adalah menderita rubella, diabetes, darah tinggi, penyakit autoimun, dan penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Perhatikan juga konsumsi obat-obatan dalam masa kehamilan, alangkah baiknya untuk konsultasi lebih dulu dengan dokter. Rentannya kondisi selama kehamilan membuat ibu harus senantiasa menjaga kesehatan tubuhnya.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil: Jenis, Gejala, dan Risiko

Inilah 9 Larangan Untuk Ibu Hamil Agar Tidak Keguguran

Ibu hamil tidak bisa melakukan aktivitas maupun mengonsumsi apapun secara sembarangan. Ada beberapa larangan yang perlu dipatuhi oleh ibu hamil agar terhindari dari risiko keguguran. Apa saja larangan untuk ibu hamil agar terhindari dari keguguran? Inilah 9 larangan untuk ibu hamil agar tidak keguguran, antara lain:

1. Hindari Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok meningkatkan risiko terjadinya keguguran pada ibu hamil. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan. Maka dari itu, banyak dokter menyarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok ketika masa kehamilan.

2. Hindari Minum Alkohol

Tidak ada batas aman untuk mengonsumsi alkohol selama kehamilan. Hindari mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan karena akan meningkatkan risiko keguguran. Gantilah alkohol dengan air putih, susu pasteurisasi/UHT , jus, dan minuman berkarbonat.

3. Hindari Konsumsi Obat-Obatan Terlarang

Konsumsi obat-obatan terlarang atau narkoba dapat memengaruhi pertumbuhan bayi dalam kandungan. Penggunaan mariyuana, stimulan, dan obat pereda nyeri dapat meningkatkan risiko lahir mati dua kali lipat. Obat-obatan terlarang meningkatkan risiko kelahiran cacat dan keguguran.

4. Hindari Minum Terlalu Banyak Kafein

Mengonsumsi kafein terlalu banyak dapat menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran. Kandungan kafein tidak hanya ditemukan di dalam kopi, tetapi juga ada di  dalam teh, cola, minuman penambah energi, dan juga cokelat. Risiko keguguran dapat meningkat sebanyak 8% hingga 19% ketika ibu mengonsumsi kafein.

Baca Juga: Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil

Larangan Untuk Ibu Hamil Agar Tidak Keguguran

 Perhatikan olahraga yang pas di trimester pertama kehamilan agar janin tetap aman.

5. Hindari Olahraga Berlebihan

Aktivitas fisik atau olahraga yang cukup tidak akan menyebabkan keguguran. Namun, ada beberapa jenis olahraga yang dapat menyebabkan keguguran, seperti bersepeda, sepatu roda, menunggang kuda, dan ski. Olahraga dengan intensitas tinggi, seperti jogging, bermain bola, dan badminton, juga dapat meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama.

6. Hindari Kelebihan/Kekurangan Berat Badan

Kekurangan berat badan maupun kelebihan berat badan, obesitas, diketahui dapat meningkatkan risiko keguguran. Perhatikan makanan dan intensitas olahraga setiap harinya agar berat badan tetap ideal. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami kesulitan terkait penambahan atau pengurangan berat badan.

7. Hindari Zat-Zat Berbahaya

Di lingkungan sekitar, mungkin Anda akan menemukan zat seperti timbal, merkuri, tiner cat, pernis, pestisida, dan arsenik. Zat-zat ini sangat berbahaya bagi ibu hamil karen jika terhirup dapat memengaruhi kehamilannya. Ibu hamil dapat meningkatkan risiko keguguran jika terkontak langsung dengan zat-zat tersebut.

8. Hindari Jenis Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan akan menjadi beracun dan berbahaya bagi kehamilan. Keju lunak tidak dipasteurisasi, makanan laut mentah atau setengah matang, daging mentah yang terinfeksi termasuk jenis makanan berbahaya. Makanan tersebut dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil.

9. Hindari Konsumsi Obat Sembarangan

Obat-obatan, seperti misoprostol, methotrexate, retinoid, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) perlu dihindari oleh ibu hamil. Jika ingin mengonsumsi jenis obat-obatan tersebut, alangkah lebih baik meminta resep dari dokter. Mengonsumsi obat medis sembarangan dapat menyebabkan keguguran.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengetahui Usia Kehamilan?

Cara Menjaga Kehamilan Agar Tetap Sehat

Cara menjaga kehamilan agar tidak keguguran dan bayi tetap sehat adalah menjaga kesehatan tubuh dan mental. Mulailah dari mengonsumsi makan-makanan sehat, berolahraga dengan intensitas cukup, menjaga berat badan, dan menghindari stres berlebihan. Hindari mengonsumsi obat-obatan sembarang, menghilangkan kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta hindari konsumsi kafein berlebihan. Masa kehamilan kemungkinan akan terasa berat bagi para ibu, karena akan sangat memengaruhi emosi dan kecemasan. Hal ini tentunya akan berdampak pada kesehatan mental sang ibu dan dapat menimbulkan stres. Selain stres, berdiri atau duduk dalam jangka waktu tertentu, melakukan hubungan seksual disaat usia kehamilan sudah cukup matang atas petunjuk dokter, makan makanan pedas, dan melakukan perjalanan udara dibawah pengawasan dokter cukup aman dilakukan oleh ibu hamil.

Keguguran bukanlah masalah yang sepele dan bisa dialami oleh siapa saja. Maka dari itu, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin ke rumah sakit. Ibu hamil juga dapat berkonsultasi terkait intensitas olahraga yang dapat dilakukan, porsi makanan, dan lainnya kepada dokter agar kehamilan tetap sehat. Jangan ragu untuk sering berkunjung ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala tidak wajar terkait kehamilan Anda.   

Telah direview oleh dr. Surya S. Pratama

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 5 Desember, 2023
Dipublisikan 8 September, 2023