Mengenal Frozen Embryo Transfer dalam Program Bayi Tabung

Frozen Embryo Transfer

Mengenal Frozen Embryo Transfer dalam Program Bayi Tabung

Frozen Embryo Transfer (FET) meningkatkan peluang kehamilan tanpa perlu siklus stimulasi ovarium berulang. FET bermanfaat bagi pasangan dalam proses perawatan kesuburan, wanita yang menunda kehamilan karena karier atau kesehatan, dan individu dengan kondisi medis yang memengaruhi kesuburan.

Frozen Embryo Transfer (FET) adalah salah satu prosedur proses bayi tabung. Transfer embrio beku merupakan proses di mana mencairkan sperma yang telah dibekukan dan kemudian menanamkan ke rahim. Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai prosedur ini!

Apa Itu Frozen Embryo Transfer?

Frozen Embryo Transfer (FET) atau transfer embrio beku adalah prosedur reproduksi assisten di mana embrio manusia yang sebelumnya telah dibekukan disuntikkan kembali ke dalam rahim wanita. Embrio tersebut dapat berasal dari siklus fertilisasi in vitro sebelumnya.

Dengan kata lain, prosedur ini memberikan kesempatan kepada pasangan yang mengalami kesulitan hamil untuk mencapai kehamilan dengan cara yang lebih terencana dan efektif. FET melibatkan pemulihan embrio dari penyimpanan beku, kemudian menempatkannya kembali ke rahim wanita untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: 10 Persiapan Sebelum Bayi Tabung yang Perlu Dipenuhi

Manfaat Frozen Embryo Transfer

Frozen Embryo Transfer menawarkan sejumlah manfaat bagi Anda yang mengalami kesulitan kehamilan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari prosedur ini:

1. Meningkatkan Peluang Kehamilan

Embrio yang telah dibekukan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi setelah dicairkan dan ditransfer. Ini meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan dibandingkan dengan siklus langsung setelah fertilisasi in vitro.

2. Fleksibilitas Waktu

FET memungkinkan Anda untuk menentukan waktu yang paling sesuai untuk penempatan kembali embrio ke dalam rahim. Ini memberikan fleksibilitas dalam menjadwalkan prosedur sesuai dengan kondisi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

3. Mengendalikan Hormon Lebih Baik

Dengan memisahkan proses stimulasi ovarium dan pembekuan embrio dari prosedur penempatan kembali, Anda dapat mengendalikan dan mengelola secara lebih baik respons hormonal tubuh.

4. Dapat Mengetahui Kualitas Embrio

Sebelum FET, embrio dapat dievaluasi untuk menilai kualitasnya. Ini memungkinkan dokter untuk memilih embrio terbaik untuk penempatan kembali sehingga meningkatkan peluang keberhasilan.

Frozen Embryo Transfer

Transfer embrio beku dapat dipilih jika Anda dan pasangan ingin menyimpan embrio untuk kehamilan di masa depan.

5. Mengurangi Risiko Konmplikasi

FET dapat mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan stimulasi ovarium berlebihan, yang kadang-kadang terjadi dalam siklus fertilisasi in vitro langsung.

6. Bisa Mendapatkan Embrio Lebih dari Satu

Dalam satu siklus stimulasi ovarium dan pengambilan telur, Anda dapat menghasilkan beberapa embrio yang kemudian dapat dibekukan dan digunakan dalam FET untuk kesempatan-kesempatan kehamilan berikutnya.

Persiapan Sebelum Frozen Embryo Transfer

Bagi Anda yang berencana melakukan prosedur ini, sebaiknya lakukan hal-hal di bawah ini agar proses berjalan dengan lancar:

1. Pemeriksaan Kesehatan

Sebelum Frozen Embryo Transfer (FET), Anda akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan fisik dan tes laboratorium. Ini bertujuan untuk memastikan kesehatan umum dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan FET.

2. Penentuan Siklus Menstruasi

Dokter akan merencanakan FET sesuai dengan siklus menstruasi wanita. Ini melibatkan pemantauan fase folikuler dan luteal siklus untuk menentukan waktu yang tepat untuk penempatan kembali embrio.

Baca Juga: Mengenal Risiko Program Bayi Tabung untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi

3. Pemilihan Embrio

Sebelum FET, embrio yang akan ditransfer dipilih berdasarkan kualitasnya. Pemilihan ini melibatkan evaluasi karakteristik embrio, seperti bentuk dan pertumbuhan sel untuk meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.

4. Pemantauan Hormonal dan Persiapan Endometrium

Wanita mungkin akan menjalani terapi hormonal untuk mempersiapkan lapisan endometrium agar ideal untuk menerima embrio. Pemantauan hormon akan dilakukan untuk memastikan kondisi optimal sebelum penempatan kembali.

5. Diskusi dan Persiapan Psikologis

Sebelum FET, dokter dan Anda akan melakukan diskusi mendalam tentang prosedur, peluang keberhasilan, dan pertimbangan etis. Persiapan psikologis juga penting, karena perjalanan reproduksi dapat menimbulkan stres emosional. Mendukung satu sama lain dan memiliki pemahaman yang baik tentang prosedur dapat membantu mengatasi ketegangan dan kecemasan.

Prosedur Frozen Embryo Transfer

Prosedur Frozen Embryo Transfer (FET) melibatkan serangkaian langkah-langkah yang cermat untuk memindahkan embrio yang telah dibekukan kembali ke dalam rahim wanita. Berikut adalah tahap-tahap utama dalam prosedur FET:

1. Persiapan Siklus Menstruasi

Anda perlu mensinkronkan siklus menstruasi dengan waktu yang tepat untuk mencapai keberhasilan dalam FET.

2. Stimulasi Ovarium dan Pengumpulan Telur

Pada tahap awal, wanita dapat menjalani stimulasi ovarium untuk merangsang produksi telur. Setelahnya, telur dikumpulkan melalui prosedur pengambilan telur (oocyte retrieval).

3. Fertilisasi in Vitro (IVF)

Telur yang dikumpulkan kemudian dibuahi di laboratorium dengan menggunakan sperma pasangan atau donor.

4. Pembekuan Embrio

Embrio yang terbentuk dari fertilisasi in vitro kemudian dibekukan untuk digunakan di masa depan. Ini memungkinkan waktu untuk persiapan yang tepat sebelum penempatan kembali.

5. Penentuan Siklus dan Pemilihan Embrio

Setelah embrio dibekukan, dokter akan menentukan siklus menstruasi yang sesuai untuk mentransfer embrio. Embrio yang dipilih untuk ditransfer biasanya dipilih berdasarkan kualitasnya.

6. Persiapan Endometrium

Wanita mungkin akan menjalani terapi hormonal untuk mempersiapkan lapisan endometrium (dinding rahim) agar menjadi kondusif untuk penerimaan embrio.

7. Pentransferan Embrio

Embrio yang telah dibekukan dilepaskan dan ditempatkan kembali ke dalam rahim melalui saluran serviks dengan bantuan kateter. Proses ini relatif singkat dan tidak menyakitkan.

8. Pemantauan dan Uji Kehamilan

Setelah penempatan embrio, pasangan akan dimonitor untuk mengonfirmasi apakah kehamilan terjadi melalui tes kehamilan.

Prosedur Setelah Frozen Embryo Transfer (FET)

Setelah prosedur Frozen Embryo Transfer (FET), ada beberapa persiapan penting yang dianjurkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan dan memastikan kenyamanan pasangan. Berikut adalah persiapan setelah FET:

1. Istirahat

Berikan tubuh waktu untuk beristirahat setelah FET. Hindari aktivitas fisik yang berat dan berlebihan dan berikan kesempatan bagi tubuh untuk pulih dari prosedur tersebut.

2. Terapi Hormonal dan Suplemen

Ikuti petunjuk dokter terkait penggunaan terapi hormonal dan suplemen yang mungkin diresepkan. Hal ini dapat termasuk progesteron atau obat lain yang mendukung keberhasilan penanaman embrio.

3. Hindari Stres dan Tekanan

Reduksi stres dan tekanan sangat penting untuk mendukung proses kehamilan. Pilih aktivitas relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau berjalan-jalan ringan.

4. Pantau Gejala dan Efek Samping

Perhatikan gejala atau efek samping yang mungkin muncul setelah FET. Komunikasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran atau perubahan yang signifikan dalam kondisi kesehatan.

5. Jadwalkan Pengujian Kehamilan

Tentukan jadwal untuk pengujian kehamilan sesuai dengan petunjuk dokter. Ini mungkin melibatkan pengujian darah untuk mendeteksi keberadaan hormon kehamilan atau tes kehamilan di rumah.

Mematuhi panduan ini dapat membantu pasangan menjalani periode pasca-FET dengan lebih tenang dan dapat meningkatkan peluang keberhasilan. Tetaplah terbuka dengan tim medis dan berkomunikasi secara teratur mengenai perkembangan dan pertanyaan yang mungkin timbul.

Baca Juga: Apa Itu Bayi Tabung? Ini Prosedur, Risiko, dan Biayanya

Harga Frozen Embryo Transfer

Harga Frozen Embryo Transfer (FET) dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi geografis, klinik reproduksi yang dipilih, tingkat kualitas perawatan, dan apakah pasangan menggunakan embrio mereka sendiri atau dari donor.

Perkiraan biaya Frozen Embryo Transfer berkisar 18-20 juta rupiah. Sebaiknya pasangan berkonsultasi dengan klinik reproduksi yang mereka pilih untuk mendapatkan perkiraan biaya yang lebih akurat dan memahami secara rinci apa yang termasuk dalam biaya tersebut. Perlu diingat bahwa biaya FET dapat bervariasi secara signifikan di berbagai tempat dan klinik.

Bila Anda tertarik melakukan Frozen Embryo Transfer (FET), bisa konsultasikan ke Ciputra IVF terdekat. Di sana, Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Ciputra IVF menawarkan layanan kesehatan lengkap, mulai dari konsultasi dengan dokter kandungan hingga tes kesuburan.

Telah direview oleh dr. Surya Seftiawan Pratama

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 27 Mei, 2024
Dipublisikan 27 Mei, 2024