Bolehkan Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan? Yuk, Ketahui Aturannya!

Bolehkan Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan? Yuk, Ketahui Aturannya!

Bolehkan Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan? Yuk, Ketahui Aturannya!

Ingin melakukan hubungan intim saat hamil merupakan hal yang wajar. Namun, banyak pasangan yang ragu untuk melakukannya. Banyak juga yang bertanya-tanya “apakah boleh melakukan hubungan intim saat hamil 9 bulan?” Jika Anda salah satunya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Bolehkan Melakukan Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan?

Melakukan hubungan intim saat hamil 9 bulan tentu saja diperbolehkan. Tidak ada larangan khusus yang diberikan oleh dokter kepada ibu hamil, hubungan seksual masih dapat dilanjutkan, meskipun kehamilan telah mencapai tahap akhir.

Bahkan, berhubungan intim saat hamil juga memiliki banyak manfaat untuk bayi dan ibu, diantaranya:

1. Meningkatkan Keintiman Pasangan
Berhubungan seks dapat membantu memperkuat ikatan emosional antara pasangan selama periode yang bisa menjadi menantang secara emosional. Kehamilan di usia yang lebih matang mungkin membawa beberapa kekhawatiran dan perubahan, dan menjaga komunikasi dan hubungan intim dapat membantu pasangan merasa lebih dekat dan terhubung.

2. Peningkatan Sirkulasi Darah
Aktivitas seksual dapat meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk organ reproduksi dan janin. Dengan demikian, ini dapat membantu memasok nutrisi dan oksigen lebih baik ke janin serta organ-organ tubuh ibu hamil yang penting untuk perkembangan janin.

Baca Juga: Peran Hormon Androgen terhadap Fungsi Seksual

3. Relaksasi dan Peningkatan Mood
Selama kehamilan, perubahan hormon dan stres fisik mungkin dapat memengaruhi suasana hati ibu hamil. Berhubungan seks dapat merangsang pelepasan endorfin. Hormon ini dapat membantu meredakan stres, kecemasan, dan depresi ringan, serta meningkatkan mood secara keseluruhan.

4. Latihan Fisik Ringan
Aktivitas seksual dapat memberikan latihan fisik ringan, terutama jika dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan kenyamanan ibu hamil. Latihan ini dapat membantu menjaga fleksibilitas, kebugaran, dan sirkulasi darah yang baik, yang semuanya penting selama kehamilan.

5. Peningkatan Kualitas Tidur
Setelah berhubungan intim, beberapa ibu hamil melaporkan tidur yang lebih nyenyak. Ini mungkin disebabkan oleh efek relaksasi yang ditimbulkan oleh pelepasan hormon endorfin dan peningkatan aliran darah.

Baca Juga: 7 Cara Baru Cepat Hamil bagi Pasangan Muda

Siapa yang Tidak Boleh Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan?

Selama kehamilan 9 bulan, ada beberapa kondisi tertentu yang tidak disarankan untuk melakukan hubungan intim, yaitu

1. Air Ketuban Pecah Dini
Jika air ketuban pecah sebelum tanda-tanda persalinan yang seharusnya, kondisi ini disebut sebagai ketuban pecah dini. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi bagi ibu dan bayi karena perlindungan yang diberikan oleh cairan ketuban berkurang. Hubungan intim dalam kondisi ini bisa memperburuk risiko infeksi, oleh karena itu sebaiknya dihindari.

2. Plasenta Previa
Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh leher rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan yang serius jika ada tekanan pada plasenta. Aktivitas seksual, termasuk hubungan intim dapat meningkatkan risiko perdarahan pada kasus plasenta previa. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari hubungan intim dalam kondisi ini untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Bolehkan Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan? Yuk, Ketahui Aturannya!

Hubungan intim yang intens bisa memicu kontraksi dini atau bahkan memicu persalinan prematur.

3. Kehamilan Kembar
Kehamilan kembar memiliki risiko tambahan dan pemantauan yang lebih intensif dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Aktivitas seksual bisa meningkatkan risiko kontraksi dini atau pendarahan pada ibu yang sedang mengandung bayi kembar. Karena risiko yang lebih tinggi dalam kehamilan kembar, dokter mungkin akan menyarankan untuk menghindari hubungan intim pada tahap akhir kehamilan.

4. Riwayat Persalinan Prematur
Jika seorang ibu memiliki riwayat persalinan prematur dalam kehamilan sebelumnya, ada risiko yang lebih tinggi pada kehamilan berikutnya. Hubungan intim yang intens bisa memicu kontraksi dini atau bahkan memicu persalinan prematur. Dalam kasus ini, disarankan untuk berbicara dengan dokter dan mengikuti panduan yang diberikan untuk menghindari risiko ini.

Baca Juga: Posisi Saat Berhubungan Intim agar Cepat Hamil: Intensitas dan Tipsnya!

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Hubungan Intim saat Hamil 9 Bulan

Saat berhubungan intim saat hamil 9 bulan ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan ibu hamil. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Seks Oral
Meskipun seks oral umumnya dianggap aman selama kehamilan, terdapat beberapa pertimbangan. Tertelannya udara atau tekanan berlebih di daerah perut saat melakukan seks oral dapat menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan perasaan tidak enak bagi ibu hamil. Penting untuk berbicara dengan pasangan Anda tentang preferensi dan kenyamanan Anda sebelum melibatkan jenis aktivitas ini dalam kehidupan seksual Anda selama kehamilan.

2. Posisi Seks yang Nyaman
Pilihlah posisi seks yang nyaman bagi Anda saat memasuki trimester terakhir kehamilan. Tubuh ibu hamil telah mengalami perubahan signifikan, dan beberapa posisi seks yang biasanya nyaman mungkin tidak lagi sesuai. Hindari posisi yang memberikan tekanan berlebih pada perut atau memerlukan postur yang sulit untuk dijaga. Posisi berbaring miring atau wanita di atas dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan memberikan kenyamanan.

3. Perdarahan Setelah Berhubungan
Jika Anda mengalami perdarahan setelah berhubungan intim selama kehamilan, sangat penting untuk segera menghubungi profesional kesehatan Anda. Meskipun pendarahan ringan setelah aktivitas seksual mungkin normal karena perubahan pada pembuluh darah serviks selama kehamilan, perdarahan yang berat atau berkepanjangan perlu dievaluasi oleh dokter. Ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang memerlukan perhatian medis.

4. Nyeri Saat Seks
Nyeri saat atau setelah berhubungan intim bisa timbul pada beberapa ibu hamil. Penyebabnya bisa beragam, termasuk perubahan hormonal, sirkulasi darah yang berubah, atau dampak pertumbuhan janin terhadap organ internal. Jika nyeri terjadi dan berlanjut atau bahkan semakin buruk dari waktu ke waktu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Mereka dapat melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa tidak ada masalah yang serius.

Pada umumnya hubungan intim saat hamil 9 bulan diperbolehkan selama Anda tidak memiliki riwayat risiko di atas. Bahkan dapat sebagai salah satu metode untuk mempercepat persalinan atau induksi buatan. Namun, bila Anda tetap khawatir melakukannya, konsultasikan dengan dokter kandungan. Sebab, setiap orang memiliki kondisi kehamilan yang berbeda-beda.

Telah direview oleh dr. Denny Khusen., Sp.OG., FICS., CH., CHt.

Source:

Terakhir diperbarui pada 22 November, 2023
Dipublisikan 10 Oktober, 2023