Kontraksi adalah kondisi ketika otot rahim menegang dan rileks secara berulang. Kondisi ini umumnya menimbulkan gejala seperti muncul lendir di bagian rahim, hingga nyeri yang hebat pada perut dari waktu ke waktu. Ini merupakan hal normal yang umumnya terjadi pada ibu hamil menjelang masa persalinan.
Apa Itu Kontraksi?
Kontraksi adalah kondisi di mana otot-otot rahim Anda mengencang dan rileks secara berulang. Gerakan yang terjadi umumnya adalah respon tubuh untuk membantu mengeluarkan bayi dari rahim Anda.
Durasi kontraksi umumnya pendek seperti 30 detik, sebelum berhenti dan kemudian otot rahim kembali menegang. Ketika waktu kelahiran telah tiba, tekanan pada perut akan menjadi lebih kuat dan terjadi secara terus menerus, seperti setiap 2 atau 3 menit sekali.
Meskipun begitu, tidak semua sensasi mulas berarti tanda melahirkan. Jika Anda mengalaminya sebelum waktu kelahiran tiba, itu bisa menjadi tanda gangguan kehamilan yang lain.
Bila Anda mengalaminya terlalu dini sebelum minggu ke-37 masa kehamilan, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memeriksakannya. Banyak wanita mungkin mengalami kondisi ini di awal sebelum waktu kelahiran. Perawatan medis yang tepat akan membantu Anda menentukan apakah waktu kelahiran perlu dipercepat atau tidak.
Baca juga: Makanan agar Cepat Kontraksi pada Ibu Hamil
Ciri-Ciri Kontraksi Orang Melahirkan
Tanda-tanda kontraksi yang dapat Anda perhatikan ketika Anda akan melahirkan, beberapa di antaranya adalah:
- Muncul dalam waktu berdekatan
- Rasa nyeri tidak berhenti bahkan setelah Anda mengganti posisi tubuh
- Nyerinya semakin kuat dari waktu ke waktu
- Bagian panggul atau punggung bawah terasa sakit
- Muncul lendir di bagian rahim
- Dorongan untuk buang air besar karena kepala bayi menekan usus
- Diiringi dengan air ketuban yang pecah
Catat saat-saat dimana kontraksi Anda dimulai dan berhenti. Rentang waktu akan memberikan Anda gambaran mengenai waktu kelahiran. Jika muncul sesekali dan tidak teratur, bisa jadi itu belum waktunya untuk bayi Anda lahir.
Bila Anda masih mengalami rasa mulas yang ringan, dokter atau bidan biasanya akan menyarankan Anda untuk kembali ke rumah. Anda dapat kembali, ketika rasa sakit pada perut muncul lebih sering dan panjang, mungkin setiap 5 menit sekali dan berlangsung antara 30-70 detik.
Baca Juga: Keputihan Tanda Hamil Seperti Apa?
Jenis-Jenis Kontraksi
Tidak semua kontraksi berarti kelahiran. Ada berbagai jenis yang dapat Anda rasakan selama masa kehamilan, berikut di antaranya:
1. Braxton Hicks
Braxton hicks merupakan jenis kontraksi pemanasan yang akan muncul mulai dari trimester kedua. Biasa muncul ketika malam hari, terutama setelah Anda melakukan banyak aktivitas. Ketika jenis ini muncul, seringkali Anda akan merasakan pengerasan atau pengetatan rahim yang cepat.
2. Kontraksi Dini
Jenis ini mungkin akan lebih sakit dan terasa seperti kram menstruasi ringan atau sedang. Biasanya muncul secara tidak teratur, dan terjadi dalam kurun waktu 10-20 menit. Jika merasakan jenis ini, Anda dapat mengalihkannya dengan melakukan aktivitas seperti menonton film, mendengarkan musik, atau lainnya. Pastikan untuk tetap tenang dan memiliki cukup waktu untuk istirahat.
3. Kontraksi Aktif
Jika rasa mulas semakin intens dan muncul setiap 4-5 menit sekali, dalam kurun waktu 30 detik hingga 1 menit, maka ini sudah saatnya untuk Anda pergi ke dokter atau bidan terdekat. Jenis ini biasanya akan lebih menyakitkan, baik di bagian depan atau belang rahim. Ada mungkin membutuhkan banyak dukungan emosional selama masa ini berlangsung.
4. Kontraksi Transisi
Ini menjadi bagian yang paling menantang dalam proses persalinan, karena serviks akan mulai melebar sekitar 8-10 centimeter dan bayi akan segera keluar. Fase ini akan terjadi cukup panjang mungkin sekitar 2 menit dan nyerinya sangat kuat.
Tubuh Anda akan merasakan tekanan yang kuat terlebih di bagian vagina dan rektum. Selama ini pula, Anda mungkin merasakan gemetar, muntah, menggigil, dan kebutuhan untuk melepaskan rasa sakit Anda dengan berteriak atau memegang suatu benda.
5. Kontraksi Mengejan
Pada jenis ini, Anda akan merasakan dorongan yang kuat disertai perasaan seperti ingin buang air besar. Selama waktu ini, tidak jarang rasa mulas akan mulai melambat sehingga memungkinkan Anda untuk mengambil istirahat sedikit di antaranya. Pada fase ini pulalah, bayi akhirnya lahir keluar dari rahim Anda.
6. Kontraksi Pasca Persalinan
Tidak berhenti saat melahirkan saja, tekanan nyeri pada rahim juga dapat terjadi setelah Anda melahirkan. Hal ini dikarenakan rahim perlu penegangan, agar kembali ke ukuran sebelum masa kehamilan. Proses menyusui juga dapat memicu jenis ini. Walaupun tidak berlangsung lama, kondisi ini biasa terjadi antara 2 sampai 3 hari setelah masa kelahiran.
Baca Juga: Posisi Seks agar Bayi Cepat Lahir
Cara Meredakan Nyeri Saat Kontraksi Melahirkan
Nyeri ketika melahirkan memang sangat tidak nyaman. Walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan nyeri saat melahirkan, berikut di antaranya:
- Berendam di Bath up atau kolam renang
- Melakukan relaksasi atau latihan pernapasan
- Meminta pasangan untuk memijat punggung Anda
- Mandi dengan air panas
Perbedaan Kontraksi Asli vs Palsu
Untuk membedakan kontraksi asli dan palsu palsu, perhatikan beberapa perbedaan berikut:
1. Pola Waktu Kontraksi
- Kontraksi palsu: Tidak memiliki pola yang teratur dan tidak semakin sering terjadi.
- Kontraksi asli: Muncul secara teratur, berlangsung sekitar 30-70 detik dan semakin lama terasa lebih sering serta lebih kuat.
2. Pengaruh Perubahan Posisi
- Kontraksi palsu: Dapat berkurang atau berhenti saat berjalan, beristirahat, atau mengubah posisi tubuh.
- Kontraksi asli: Tetap berlangsung meskipun posisi tubuh berubah, bergerak, atau mencoba beristirahat.
3. Intensitas Sensasi Mulas
- Kontraksi palsu: Biasanya terasa lebih lemah dan tidak semakin kuat. Pada beberapa kasus, rasa mulas bisa terasa kuat di awal lalu berkurang.
- Kontraksi asli: Kekuatan sensasi mulas meningkat secara bertahap seiring waktu.
4. Lokasi Nyeri yang Dirasakan
- Kontraksi palsu: Umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian depan perut.
- Kontraksi asli: Rasa nyeri dapat dimulai dari punggung bagian bawah lalu menjalar ke depan perut, atau sebaliknya dari perut menuju punggung.
5. Gejala Lain
- Kontraksi palsu: Biasanya tidak disertai gejala lain.
- Kontraksi asli: Dapat disertai keluarnya lendir penyumbat leher rahim (mucus plug), pecahnya air ketuban, atau perdarahan.
Jika mengalami tanda-tanda melahirkan seperti nyeri perut tidak tertahankan dalam waktu panjang, keluar cairan ketuban, hingga sudah masuk masa HPL, segera berkonsultasi pada dokter. Anda bisa konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas dan kandungan di Ciputra IVF untuk mendapatkan pemeriksaan serta arahan yang sesuai.
FAQ
Kontraksi itu rasanya seperti apa?
Kontraksi persalinan biasanya terasa seperti perut yang mengencang disertai kram kuat. Rasa tidak nyaman dapat dimulai perlahan, semakin meningkat hingga mencapai puncaknya, lalu mereda kembali. Sensasinya bisa menyerupai kram menstruasi, nyeri punggung bawah, atau seperti ada tekanan yang melingkari perut.
Berapa lama kontraksi normal berlangsung?
Pada awal persalinan, kontraksi biasanya berlangsung sekitar 30-60 detik. Seiring proses persalinan semakin kuat, durasinya dapat meningkat menjadi sekitar 60-90 detik dan terjadi lebih sering. Sedangkan kontraksi palsu bisa berlangsung sekitar 30 detik hingga 2 menit, tetapi biasanya tidak semakin lama atau semakin kuat.
Apakah kontraksi bisa muncul tanpa rasa sakit?
Ya, kontraksi bisa terjadi tanpa rasa sakit. Contohnya adalah kontraksi palsu yang membuat rahim terasa mengencang atau keras, tetapi biasanya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan.
Kontraksi berapa menit sekali tanda harus ke RS?
Umumnya, disarankan pergi ke rumah sakit ketika kontraksi muncul setiap 3-5 menit, berlangsung sekitar 60 detik, dan pola tersebut bertahan selama kurang lebih 1 jam. Pola ini sering disebut sebagai aturan 5-1-1 atau 4-1-1.









