Ciri-Ciri Luka Caesar Infeksi dan Cara Mengatasinya

Ciri Ciri Luka Caesar Infeksi dan Cara Penanganannya

Ciri-Ciri Luka Caesar Infeksi dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri luka caesar yang infeksi ditandai dengan kulit di sekitar jahitan berwarna merah, bengkak, terasa nyeri, dan panas. Kondisi ini biasanya diatasi dengan antibiotik. Namun, pada kondisi serius, operasi mungkin saja dilakukan.

Infeksi luka pascaoperasi caesar dapat terjadi ketika bakteri masuk ke luka sayatan. Bakteri yang paling umum menyebabkan infeksi pada luka setelah caesar adalah staphylococcus aureus. Bakteri yang tidak segera diatasi dapat berkembang biak dan menyebabkan beberapa jenis infeksi.

Kenali bagaimana ciri ciri luka caesar infeksi pada luka caesar yang membahayakan kondisi ibu setelah melahirkan selengkapnya dalam artikel ini.

Ciri-Ciri Luka Caesar yang Infeksi

Sama halnya dengan jenis operasi lain, operasi caesar juga dapat menyebabkan risiko infeksi luka pada bekas sayatan. Beberapa gejala infeksi pada luka caesar yang bisa dikenali adalah:

  • Sensitif pada bekas luka sayatan operasi caesar
  • Kulit di sekitar luka jahitan pascacaesar merah, bengkak, terasa sakit, dan panas
  • Terdapat cairan nanah yang keluar dari luka jahitan, biasanya berwarna hijau atau kuning
  • Luka jahitan caesar mengeluarkan bau tidak sedap
  • Kesehatan tubuh secara keseluruhan menurun
  • Demam dan menggigil hingga mencapai 38 derajat celcius
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut yang parah
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Pendarahan yang mengandung gumpalan besar
  • Kaki terasa nyeri dan membengkak

Baca Juga: 12 Tanda-Tanda Mau Melahirkan yang Perlu Ibu Hamil Ketahui

Ciri Ciri Luka Caesar Infeksi dan Cara Penanganannya

Dalam beberapa kasus, dokter biasanya meresepkan antibiotik sesuai dengan jenis infeksi yang dialami.

Jika Anda mengalami beberapa ciri luka infeksi di atas setelah melakukan operasi caesar, segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mengobati infeksi sebelum terjadi komplikasi.

Komplikasi akibat infeksi pada luka caesar yang perlu diwaspadai adalah:

  • Selulitis. Infeksi terjadi pada lapisan dan jaringan kulit yang lebih dalam, disertai munculnya gejala seperti bengkak, merah, dan rasa sakit pada area infeksi. Penderitanya juga akan merasakan demam, pusing, mual, dan muntah.
  • Osteomielitis. Infeksi bakteri pada tulang dan juga memunculkan gejala yang mirip dengan selulitis. Biasanya disertai dengan kelelahan dan demam.
  • Sepsis. Reaksi kekebalan ekstrem yang dapat terjadi ketika infeksi memasuki aliran darah. Sepsis dapat menyebabkan risiko kegagalan organ dan mengancam jiwa.
  • Necrotizing fasciitis. Infeksi bakteri yang menyebar ke jaringan yang disebut lapisan fasia (lokasinya terletak jauh di bawah kulit). Kondisi ini merupakan darurat medis yang menyebabkan kerusakan kulit, rasa sakit parah, hancurnya kulit dan jaringannya serta penyebaran infeksi ke seluruh tubuh.

Untuk menyembuhkan komplikasi, dokter akan melakukan operasi bedah. Proses penyembuhan bisa berlangsung lama, dibanding infeksi luka caesar yang sudah diobati sejak awal.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Luka Operasi Caesar Mengalami Infeksi?

Jika mendapat ciri-ciri infeksi pada luka jahitan caesar, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan. Umumnya dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Bila dirawat di rumah sakit, antibiotik mungkin akan diberikan melalui selang infus atau diresepkan untuk digunakan di rumah.

Jenis antibiotik yang diresepkan dapat berbeda setiap pasien, tergantung jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Infeksi yang tidak terlalu parah, seperti selulitis akan diberikan dengan satu atau dua antibiotik.

Namun, jika kondisinya lebih parah dokter akan merekomendasikan operasi kecil untuk menghilangkan abses (nanah yang terbentuk akibat infeksi) dan cairan yang terinfeksi.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Fisik Orang Hamil yang Umum hingga Jarang Disadari 

Apakah Luka Caesar Bisa Sembuh?

Luka infeksi akibat operasi caesar dapat sembuh setelah dilakukan perawatan dengan dokter. Baik antibiotik maupun operasi, keduanya akan membutuhkan waktu untuk membantu proses penyembuhan luka infeksi. Umumnya, berlangsung antara empat sampai enam minggu.

Dokter atau perawat akan melakukan pemeriksaan secara berkala, untuk melihat perkembangan luka infeksi yang Anda alami setelah perawatan.

Apa Tanda Luka Caesar Sudah Sembuh?

Terdapat beberapa tanda yang dapat diamati untuk mengetahui apakah luka caesar sudah sembuh atau belum, berikut di antaranya:

1. Perdarahan Mulai Berhenti dan Luka Mulai Memerah

Pada tahap ini, pendarahan akan berhenti dan sel darah putih berkumpul pada satu lokasi untuk menjaga diri terhadap serangan infeksi. Tak hanya itu, sayatan bekas operasi akan membengkak dan memerah, tapi Anda tidak perlu khawatir karena itu merupakan bagian dari tahap penyembuhan.

2. Bekas Luka Menjadi Lebih Tebal

Tahap selanjutnya, kolagen akan berkumpul di bekas sayatan operasi untuk memperkuat dan menutup luka. Pembuluh darah baru akan terbentuk, dan bekas luka operasi caesar akan menjadi lebih tebal. Proses ini berlangsung tiga hingga empat minggu lamanya.

3. Bengkak Mulai Berkurang dan Warnanya Menyerupai Kulit

Proses ini memakan waktu paling lama di antara semua tahapan, yaitu satu tahun. Sebab pada waktu tersebut, jaringan parut yang menebal dan bengkak akan pelan-pelan kembali rata dan warnanya akan kembali menyesuaikan kulit Anda.

Baca Juga: 11 Cara agar Luka Jahitan Cepat Kering Pasca Melahirkan

Dengan mewaspadai ciri infeksi pada luka caesar dapat membantu Ibu untuk sembuh lebih dari awal. Perlu diketahui, merawat luka bekas operasi caesar, sama pentingnya dengan merawat bayi Anda. Dibutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan minggu setelah kelahiran bayi untuk merawat bekas sayatan operasi.

Menjaga kebersihan luka dan merawatnya dengan baik, dapat mencegah terjadinya risiko infeksi, dan membantu Anda untuk kembali ke aktivitas harian secara bertahap.

Jika luka caesar semakin sakit, konsultasikan ke Ciputra IVF terdekat. Di sana, Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Ciputra IVF menawarkan layanan kesehatan lengkap, mulai dari konsultasi dengan dokter kandungan hingga tes kesuburan.

Anda dapat memeriksa jadwal dokter di Ciputra IVF dan membuat janji dengan mudah dan cepat melalui layanan WhatsApp. 

Telah direview oleh dr. Riana Liza Songupnuan

Source:

Terakhir diperbarui pada 18 Maret, 2024
Dipublisikan 18 Maret, 2024
Tags: