Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak Beserta Gejalanya

cara membedakan sperma subur dan tidak

Cara membedakan sperma subur dan tidak bisa terlihat dari jumlah sperma, pergerakan (mobilitas), hingga bentuknya (morfologi). Sperma normal umumnya berjumlah minimal 15 juta hingga 200 juta per mililiter dan memiliki pergerakan aktif untuk mencapai sel telur dalam proses pembuahan. Untuk mengetahui secara pasti, Anda bisa menjalani tes analisis sperma di Ciputra IVF.

Sperma adalah sel reproduksi pria yang terproduksi oleh testis dan berperan dalam pembuahan sel telur untuk menghasilkan embrio. Kesehatannya bergantung pada kemampuannya membuahi sel telur.

Dokter akan menilai kesehatan sperma dengan melakukan analisis sperma. Prosedur analisis sperma ini berfokus menganalisa jumlah, ukuran atau bentuk, dan motilitas sperma.

Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak

Cara membedakan sperma subur dan tidak dapat terlihat dari berbagai faktor, antara lain jumlah sperma, bentuk sperma, pergerakan sperma, dan kekentalannya. Berikut penjelasannya:

1. Jumlah sperma

Jumlah sperma dapat terlihat dalam air mani yang keluar saat ejakulasi dan baik jika mencapai minimal 16 juta sel sperma per mililiter air mani (batas referensi bawah WHO 2021). Jika hasil tes kesuburan menunjukkan bahwa jumlah sperma kurang dari angka tersebut, bisa sebagai tanda sperma tidak subur.

Jumlah sperma yang kurang dari ideal memiliki kemungkinan tidak bisa membuahi sel telur. Kondisi ini yang menyebabkan beberapa pasangan belum berhasil memiliki anak meski sudah mencoba. Selain itu, dalam beberapa kasus tes kesuburan juga bisa menunjukkan tidak adanya sperma dalam air mani. Tidak adanya sperma di air mani disebut dengan sperma kosong (azoospermia).

Baca Juga: Meningkatkan Kualitas Sperma dengan Cara Medis dan Alami

2. Motilitas Sperma

Indikator lainnya untuk membedakan sperma subur atau tidak adalah dengan memantau motilitas sperma. Motilitas sangat penting, karena sperma harus bergerak melalui saluran reproduksi wanita agar bisa mencapai dan membuahi sel telur. Berdasarkan nilai referensi WHO 2021, sampel sperma dianggap normal jika motilitas total minimal 42% dan motilitas progresif minimal 30% sehingga cukup banyak sperma yang mampu bergerak maju melewati saluran reproduksi untuk membuahi sel telur.

3. Struktur dan Bentuk Sperma

Cara membedakan sperma subur atau tidak juga bisa terlihat dari bentuk atau morfologinya. Sperma yang baik umumnya memiliki ekor panjang dan kepala berbentuk oval. Sedangkan, sperma yang tidak sehat memiliki kepala yang tidak oval dan ekornya lebih pendek.

Terkadang, ketika ejakulasi Anda bisa saja memiliki sperma yang tidak sehat. Namun, semakin banyak sperma yang memiliki struktur dan bentuk standar, maka tingkat kesuburan juga meningkat.

Untuk dapat mengetahui struktur dan bentuknya, Anda perlu melakukan uji laboratorium.

4. Warna

Sperma yang sehat umumnya berwarna putih susu, putih keabu-abuan, atau bening keruh, dengan tekstur menyerupai putih telur atau madu. Warna dan karakteristik sperma dapat berbeda pada setiap pria, bergantung pada faktor genetik, pola makan, serta kondisi kesehatan.

Selain mengandung sel sperma, semen juga terdiri dari berbagai komponen, seperti vitamin, mineral, enzim, protein, antioksidan, dan gula. Berbagai komponen tersebut membantu menjaga kelangsungan hidup sperma sekaligus melindunginya dari berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitasnya.

Perubahan warna sperma tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan. Jika tidak disertai gejala lain, perubahan tersebut umumnya tidak berbahaya. Sebaliknya, bila muncul bersamaan dengan nyeri, demam, atau darah pada semen, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Perubahan warna sperma dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, mulai dari faktor yang tidak berbahaya hingga penyakit tertentu.

  • Merah atau merah muda: Menandakan adanya darah di dalam semen. Hal ini dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil setelah hubungan intim atau masturbasi yang terlalu kasar. Pada sebagian kasus, perubahan warna juga dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual, prostatitis, tekanan darah tinggi, tindakan biopsi atau operasi prostat, hingga kanker prostat, testis, atau uretra.
  • Cokelat atau hitam: Menunjukkan adanya darah yang telah berada lebih lama di dalam saluran reproduksi. Warna ini dapat berkaitan dengan cedera pada saluran reproduksi atau tulang belakang, maupun keracunan logam berat.
  • Kuning atau kehijauan: Disebabkan oleh infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, atau prostatitis. Selain itu, warna sperma juga dapat dipengaruhi oleh makanan tertentu, obat-obatan, urine yang bercampur dengan semen, penyakit kuning (jaundice), maupun peningkatan jumlah sel darah putih di dalam semen.

Baca Juga: Mengenal Proses Spermatogenesis pada Sistem Reproduksi Pria

5. Konsistensi atau Kekentalan

Viskositas sperma adalah tingkat kekentalan atau konsistensi semen setelah ejakulasi. Pada kondisi normal, semen memiliki tekstur yang sedikit lengket.

Tekstur ini berperan dalam melindungi sperma sekaligus membantu pergerakannya di dalam saluran reproduksi wanita. Sebaliknya, viskositas yang rendah membuat semen menjadi terlalu encer.

Kondisi ini dapat menyulitkan sperma untuk bertahan hidup dan mencapai sel telur sehingga pergerakan sperma terganggu dan peluang terjadinya pembuahan ikut menurun. Viskositas sperma yang rendah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ketidakseimbangan hormon, infeksi pada organ reproduksi, atau gangguan pada vesikula seminalis yang menghasilkan sebagian besar cairan semen.

Pada banyak kasus, viskositas sperma dapat diketahui melalui analisis semen di laboratorium. Pemeriksaan ini penting karena membantu mengidentifikasi gangguan kesuburan pada pria sehingga dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai untuk meningkatkan kualitas sperma dan peluang kehamilan.

Cara Menjaga Kesehatan Sperma

Penting menjaga kualitas sperma terutama bagi Anda yang melakukan program hamil. Umumnya, cara menjaga kesehatan sperma dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Selain itu, ada cara lain untuk menjaga kesehatan sperma sebagai berikut:

  • Pertahankan Berat Badan yang Sehat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dapat memengaruhi penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma.
  • Makan Makanan yang Sehat. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, terutama yang kaya akan antioksidan dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma.
  • Mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS). Menderita penyakit infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Oleh karena itu, mencegah agar tidak terinfeksi penyakit menular seksual termasuk salah satu cara menjaga kesehatan sperma.
  • Kelola Stres. Mengalami stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma. Itu sebabnya, penting untuk mengelola stres dengan baik agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
  • Olahraga. Melakukan olahraga, baik ringan atau berat dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan yang berdampak membantu melindungi sperma Anda agar tetap sehat.

Baca Juga: Infertilitas pada Pria

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda dan pasangan belum berhasil memperoleh kehamilan setelah menjalani hubungan intim secara rutin selama 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan lebih awal apabila Anda mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Gangguan ereksi atau ejakulasi, penurunan gairah seksual, maupun masalah lain yang memengaruhi fungsi seksual
  • Nyeri, rasa tidak nyaman, benjolan, atau pembengkakan pada area testis
  • Memiliki riwayat gangguan pada testis, prostat, atau organ reproduksi
  • Pernah menjalani operasi pada selangkangan, testis, penis, atau skrotum

Demikian informasi cara membedakan sperma subur atau tidak. Perlu diketahui, untuk dapat membedakannya diperlukan uji laboratorium.

Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter ahlinya untuk mengetahui prosedurnya. Sekian ulasan tentang cara membedakan sperma subur dan tidak. Anda bisa melakukan pemeriksaan sperma di Ciputra IVF hingga prosedur MESA, PESA, TESA.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi