Kondiloma akuminata adalah kutil kelamin yang merupakan manifestasi infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe risiko rendah HPV 6 dan HPV 11. Gejalanya bisa berupa muncul benjolan daging kecil atau bintik kecil seperti kembang kol di area genital, anus, atau mulut. Umumnya kutil ini tidak berasa gatal, namun pada beberapa orang bisa menyebabkan nyeri, perih, hingga mudah berdarah saat bergesekan.
Gejala Kondiloma Akuminata
Kondiloma akuminata biasanya tampak seperti benjolan kecil di kulit dengan permukaan kasar dan berwarna sama dengan kulit atau keabu-abuan. Pada area genital, bentuknya sering menyerupai kembang kol, meski ada juga yang tampak datar dan tidak menonjol. Umumnya kutil kelamin tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi pada beberapa orang bisa menimbulkan keluhan tertentu.
Ciri-ciri kondiloma akuminata yang dapat muncul antara lain:
- Perdarahan ringan
- Sensasi panas atau terbakar
- Rasa tidak nyaman di area genital
- Gatal atau iritasi pada area kelamin
Beberapa kutil berukuran sangat kecil sehingga sulit terlihat. Namun, biasanya kutil tetap bisa Anda raba atau terasa dan dalam beberapa kasus dapat muncul berkelompok, membesar, atau berbentuk seperti bertangkai.
Baca Juga: Kenali Infertilitas pada Wanita
Penyebab Kondiloma Akuminata
Penyebab kondiloma akuminata pada pria maupun wanita dapat bervariasi, salah satunya karena virus HPV. Terdapat sekitar 30 hingga 40 jenis HPV yang khusus memengaruhi alat kelamin. HPV risiko rendah → 6 dan 11 HPV risiko tinggi → 16,18,31,33,dll.
Namun, hanya beberapa jenis yang menyebabkan kutil kelamin. Kutil kelamin mudah menyebar melalui kontak kulit saat berhubungan seksual, baik melalui vagina, anus, dan oral.
HPV juga dapat menginfeksi mukosa mulut melalui kontak seksual oral, meskipun lokasi tersering adalah area genital dan anus.
Cara Penularan Kondiloma Akuminata
Bagaimana cara penularan kondiloma akuminata atau kutil kelamin? Virus kutil kelamin dapat tertularkan meskipun tidak terlihat adanya kutil yang muncul.
Banyak penderita kutil yang tidak memiliki gejala, tetapi masih bisa menularkannya. Cara penularan kondiloma akuminata atau kutil kelamin dapat melalui:
- Kontak kulit ke kulit, termasuk hubungan seks vaginal dan anal
- Berbagi mainan seks yang tidak steril
- Melakukan seks oral, tetapi ini dapat terjadi
- Virus dapat menular dari ibu ke bayi, tetapi jarang terjadi. Transmisi vertikal dapat menyebabkan recurrent respiratory papillomatosis, meskipun sangat jarang.
Kutil kelamin tidak dapat tertular melalui berciuman dan berbagi handuk atau peralatan makan. Penularan dapat berkurang atau terhenti dengan cara:
- Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks
- Tidak berbagi mainan seks yang telah dipakai, mainan seks harus dicuci bersih
Penularan kutil kelamin dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali, sehingga perlu berhati-hati.
Keterkaitan Penyakit Kutil Kelamin terhadap Kesuburan Wanita dan Pria
Kutil kelamin dapat Anda kenali dengan kemunculan polip kecil pada kulit atau jaringan tubuh. Kutil kelamin dominan menyerang pada wanita.
Namun, tidak menutup kemungkinan bagi para pria untuk terkena. Apakah memiliki kutil kelamin mampu memengaruhi kesuburan seseorang? Jika kutil kelamin telah terjadi dalam waktu yang lama dan juga semakin membesar, akan menimbulkan penyumbatan pada vulva.
Secara umum kondiloma akuminata tidak menyebabkan infertilitas. Namun pada kasus yang sangat jarang, kutil berukuran sangat besar dapat mengganggu hubungan seksual atau proses persalinan.
Banyak kondiloma mengalami regresi spontan dalam 1–2 tahun, namun sebagian menetap atau kambuh. Karena infeksi HPV bisa persisten.
Baca Juga: Keputihan Tanda Hamil Seperti Apa?
Kondiloma Akuminata atau Kutil Kelamin yang Terjadi pada Ibu Hamil
Kondiloma akuminata atau kutil kelamin yang terjadi pada ibu hamil tidak selalu memengaruhi sang bayi. Bila pasien memang sudah waktunya menjalani skrining serviks, Pap smear dapat dilakukan selama kehamilan bila diperlukan untuk mengevaluasi kesehatan reproduksi. HPV biasanya tidak memengaruhi ibu hamil atau bayi yang belum lahir. Namun, dokter akan mengevaluasi adanya lesi serviks bila terdapat indikasi.
Selain itu, beberapa wanita lebih mudah mengembangkan kutil kelamin di saat kehamilannya. Jika sang ibu memiliki infeksi kutil kelamin aktif selama kehamilan, kutil biasanya akan tumbuh lebih besar dari biasanya. Bagi sebagian besar ibu hamil, hal ini dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil. Kutil kelamin yang membesar dapat menyebabkan pendarahan saat melahirkan.
Namun, sangat jarang kutil kelamin diturunkan kepada bayi mereka. Sebagian besar penelitian menunjukkan HPV penyebab kondiloma tidak meningkatkan risiko keguguran. Kutil kelamin besar yang mengganggu persalinan dapat dihilangkan dengan tiga cara, yaitu:
- Membekukan kutil dengan nitrogen cair
- Pembedahan menghilangkan kutil
- Menggunakan arus laser untuk menyebabkan koagulasi protein pada jaringan kutil.
Semua penanganan tersebut harus dilakukan dengan cara dan pengawasan dari dokter.
Cara Mengatasi Kutil Kelamin
Cara mengobati kondiloma akuminata bisa menggunakan obat oles atau tindakan medis, tergantung dari ukuran, jumlah, dan letak kutil. Penanganannya sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter agar aman dan hasilnya maksimal.
1. Pengobatan dengan Obat Oles
Obat oles bekerja langsung di area kutil untuk membantu menghilangkannya secara bertahap. Berikut beberapa jenis obatnya:
- Imiquimod: Krim ini meningkatkan respons imun lokal penyebab kutil kelamin dengan memperkuat daya tahan tubuh. Selama krim masih menempel, sebaiknya hindari hubungan seksual karena bisa mengiritasi pasangan dan mengurangi efektivitas kondom.Efek samping yang bisa muncul antara lain perubahan warna kulit, kulit melepuh, pegal-pegal, ruam, batuk, dan mudah lelah.
- Podophyllin dan podofilox: Podophyllin biasanya dioleskan langsung oleh tenaga medis untuk menghancurkan jaringan kutil. Podofilox memiliki cara kerja serupa, tetapi bisa digunakan sendiri di rumah sesuai petunjuk dokter. Obat ini tidak boleh digunakan di bagian dalam tubuh dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Efek sampingnya bisa berupa iritasi ringan, luka kecil, dan rasa perih dan tidak dianjurkan pada kehamilan.
- Asam trikloroasetat: Cairan ini bekerja dengan cara “membakar” kutil hingga kutil terlepas dengan sendirinya. Obat kondiloma akuminata ini juga bisa digunakan untuk kutil yang berada di bagian dalam, tetapi harus oleh tenaga medis. Efek samping yang mungkin dirasakan adalah perih, iritasi ringan, dan nyeri sementara.
- Sinecatechins: Salep ini digunakan untuk kutil kelamin di area luar tubuh dan sekitar anus. Penggunaannya rutin dan hasilnya muncul secara bertahap.Efek sampingnya dapat berupa gatal, rasa panas, nyeri, dan perubahan warna kulit.
Perlu diingat, obat penghilang kutil yang dijual bebas di toko atau apotek tidak boleh digunakan di area kelamin karena bisa menyebabkan iritasi berat.
2. Tindakan Medis atau Operasi
Jika kutil berukuran besar, jumlahnya banyak, atau tidak membaik dengan obat, dokter mungkin menyarankan tindakan medis.
Beberapa pilihan tindakan medis yang umum dilakukan antara lain:
- Pembekuan (krioterapi): Kutil dibekukan dengan nitrogen cair hingga terbentuk lepuhan, lalu kutil akan lepas saat kulit sembuh. Prosedur ini bisa menimbulkan nyeri dan bengkak sementara.
- Pembakaran dengan listrik (elektrokauter): Kutil akan hancur menggunakan arus listrik. Setelah tindakan, biasanya terasa perih dan sedikit bengkak.
- Pemotongan kutil: Kutil diangkat langsung dengan alat medis dan dilakukan dengan bius agar tidak terasa sakit. Setelahnya, mungkin muncul nyeri ringan di area bekas tindakan.
- Terapi laser: Laser untuk menghancurkan kutil yang sulit diobati atau jumlahnya banyak. Metode ini biasanya lebih mahal dan dapat menimbulkan nyeri serta bekas luka.
Baca Juga: Ovarium Adalah: Kenali Fungsinya dalam Sistem Reproduksi
Cara Mencegah Kutil Kelamin
Salah satu cara utama mencegah kutil kelamin adalah dengan vaksin HPV. Vaksin ini membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis HPV, termasuk yang bisa menyebabkan kutil kelamin dan kanker tertentu.
HPV memiliki banyak jenis, dan meskipun seseorang sudah terinfeksi salah satu jenisnya, vaksin tetap bermanfaat untuk melindungi dari jenis lain yang lebih berbahaya. Saat ini, vaksin HPV direkomendasikan secara rutin pada usia 9–14 tahun (atau hingga 26 tahun sebagai catch-up). Pada usia 27–45 tahun, vaksinasi dapat dipertimbangkan berdasarkan shared clinical decision-making.
HPV merupakan infeksi menular seksual yang sangat umum dan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mengetahui apakah kamu memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin HPV.
Selain vaksin, perilaku seksual yang aman juga berperan penting dalam mencegah penularan HPV dan kutil kelamin. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:
- Menggunakan kondom atau dental dam, hanya menurunkan risiko tetapi tidak memberikan perlindungan 100%. Karena HPV menular melalui kontak kulit.
- Mendapatkan vaksin HPV
- Melakukan tes IMS secara rutin dan pengobatan bila perlu
- Memberi tahu pasangan jika memiliki HPV atau kutil kelamin
- Setia pada satu pasangan atau membatasi jumlah pasangan seksual
Kutil kelamin dapat memengaruhi kesuburan wanita dan pria jika terjadi penyumbatan pada vulva. Namun, tidak semua kasus memengaruhi kesuburan maupun kehamilan seorang wanita. Seseorang dapat menderita kutil kelamin lebih dari satu kali.
Pastikan Anda rutin memeriksakan kesehatan organ reproduksi untuk melakukan pencegahan dan evaluasi penyakit. Dokter akan membantu mengatasi dan mengobati kutil kelamin jika sudah membesar serta mengganggu fungsi organ lainnya.
FAQ
Pada sebagian orang, kutil kelamin dapat menghilang dengan sendirinya seiring respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi HPV. Namun, virus HPV penyebab kondiloma akuminata dapat tetap berada di dalam tubuh dan berisiko menularkan infeksi kepada pasangan. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter tetap dianjurkan. Hilangnya kutil tidak selalu berarti virus telah hilang dari tubuh.
Ya. Virus HPV dapat menular melalui kontak kulit ke kulit selama aktivitas seksual, bahkan ketika kutil kelamin belum terlihat atau tidak menimbulkan gejala. Karena itu, praktik seks yang aman dan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala sangat disarankan.
Secara umum, kondiloma akuminata tidak secara langsung menyebabkan kemandulan. Namun, pada kasus tertentu, kutil yang berukuran besar atau tumbuh di area reproduksi dapat mengganggu fungsi organ reproduksi dan berpotensi memengaruhi kesuburan.
Masa inkubasi infeksi HPV yang menyebabkan kondiloma akuminata bervariasi pada setiap orang. Gejala berupa kutil kelamin dapat muncul dalam waktu 3 minggu–8 bulan rata-rata 2–3 bulan. setelah paparan virus, dengan rata-rata sekitar 2–3 bulan.
Ya. Meskipun kutil kelamin telah dihilangkan melalui pengobatan, virus HPV dapat tetap berada di dalam tubuh sehingga kutil berisiko muncul kembali. Risiko kekambuhan biasanya lebih tinggi dalam beberapa bulan pertama setelah terapi.
Segera konsultasikan ke dokter apabila muncul benjolan atau kutil di area genital, anus, atau mulut, terutama jika disertai rasa gatal, nyeri, perdarahan, atau riwayat kontak seksual berisiko. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mengurangi risiko penularan.









