Kondiloma Akuminata: Pengaruhnya pada Kesuburan Organ Reproduksi

Kondiloma Akuminata: Pengaruhnya pada Kesuburan Organ Reproduksi

Kondiloma Akuminata: Pengaruhnya pada Kesuburan Organ Reproduksi

Kondiloma akuminata atau biasa dikenal dengan sebutan kutil kelamin. Kutil kelamin adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS). Penyakit kutil kelamin ini menimbulkan benjolan kecil di beberapa area pada tubuh, seperti selangkangan, rektum, bibir, tenggorokan, lidah, dan alat kelamin. Beberapa jenis human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kutil kelamin. Apa gejala dan penyebab timbulnya kondiloma akuminata atau kutil kelamin? Selengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Kenali Infertilitas pada Wanita

Gejala Kondiloma Akuminata

Gejala kondiloma akuminata atau kutil kelamin cenderung sama, baik pada wanita maupun pria. Gejala umum yang dirasakan oleh penderita terjadinya pendarahan ringan, muncul sensasi terbakar, timbul ketidaknyamanan, keputihan, dan gatal. Kutil kelamin sendiri memiliki tekstur pertumbuhan yang kasar dan tidak selalu terlihat oleh mata.

Kutil kelamin ini memiliki warna yang cenderung sama dengan warna kulit. Pada pria kutil kelamin dapat muncul pada area penis, skrotum, paha, dan di dalam atau di sekitar anus. Sedangkan, pada wanita kutil kelamin muncul pada bagian dalam atau luar vagina, sekitar anus, serviks, bibir, mulut, lidah, dan tenggorokan.

Penyebab Kondiloma Akuminata

Penyebab kondiloma akuminata atau kutil kelamin dapat bervariasi, salah satunya karena virus HPV. Diketahui ada sekitar 30 hingga 40 jenis HPV khusus memengaruhi alat kelamin. Namun, hanya beberapa jenis yang menyebabkan kutil kelamin. Kutil kelamin mudah menyebar melalui kontak kulit saat berhubungan seksual, baik melalui vagina, anus, dan oral.

Virus penyebab kondiloma akuminata yang menyerang organ reproduksi berbeda dengan area mulit, bibir, dan lidah. Kutil kelamin biasanya akan hilang dengan seiringnya waktu tanpa menimbulkan komplikasi atau masalah kesehatan lainnya. Jika dapat disimpulkan penyebab utama kutil kelamin melalui virus.

Baca Juga: Ovarium Adalah: Kenali Fungsinya dalam Sistem Reproduksi

Cara Penularan Kondiloma Akuminata

Bagaimana cara penularan kondiloma akuminata atau kutil kelamin? Virus kutil kelamin dapat ditularkan meskipun tidak terlihat adanya kutil yang muncul. Banyak penderita kutil yang tidak memiliki gejala, tetapi masih bisa menularkannya. Alangkah baiknya untuk melakukan tes lebih dulu sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Cara penularan kondiloma akuminata atau kutil kelamin dapat melalui:

  • Kontak kulit ke kulit, termasuk didalamnya hubungan seks vaginal dan anal
  • Berbagi mainan seks yang tidak steril
  • Melakukan seks oral, tetapi ini jarang terjadi
  • Virus dapat menular dari ibu ke bayi, tetapi jarang terjadi

Kutil kelamin tidak dapat ditularkan melalui berciuman dan berbagi handuk atau peralatan makan. Penularan dapat dikurangi atau dihentikan dengan cara:

  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks
  • Tidak berbagi mainan seks yang telah dipakai, mainan seks harus dicuci bersih

Penularan kutil kelamin dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali, sehingga perlu berhati-hati.

Kondiloma Akuminata: Pengaruhnya pada Kesuburan Organ Reproduksi

Kutil kelamin yang membesar dapat menyebabkan pendarahan saat melahirkan.

Keterkaitan Penyakit Kutil Kelamin terhadap Kesuburan Wanita dan Pria

Kutil kelamin dapat dikenali dengan kemunculan polip kecil pada kulit atau jaringan tubuh. Kutil kelamin dominan menyerang pada wanita. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi para pria untuk terkena. Apakah memiliki kutil kelamin mampu memengaruhi kesuburan seseorang? Jika kutil kelamin telah diderita dalam waktu yang lama dan juga semakin membesar, maka akan menimbulkan penyumbatan pada vulva.

Penyumbatan vulva ini dapat mempengaruhi kegiatan seksual penderita, seperti mengganggu jalur sperma untuk bisa mendekati leher rahim. Pada kasus ini, penderita akan mengalami kemandulan atau kesulitan memiliki anak. Namun, pada taraf yang normal, penyakit kutil kelamin ini tidak dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan serius. Biasanya, kutil kelamin dapat menghilang dengan sendirinya atau menggunakan obat yang dianjurkan oleh dokter.

Baca Juga: Keputihan Tanda Hamil Seperti Apa?

Kondilomata Akuminata atau Kutil Kelamin yang Terjadi pada Ibu Hamil

Kondilomata akuminata atau kutil kelamin yang terjadi pada ibu hamil tidak selalu memengaruhi sang bayi. Ketika seorang ibu memiliki riwayat HPV, kutil kelamin sebaiknya rutin melakukan pap smear untuk mengevaluasi kesehatan reproduksi. HPV biasanya tidak memengaruhi ibu hamil atau bayi yang belum lahir. Namun, dokter akan memantau terhadap pertumbuhan sel yang tidak biasa pada fase kehamilan.

Selain itu, beberapa wanita lebih mudah mengembangkan kutil kelamin di saat kehamilannya. Jika sang ibu memiliki infeksi kutil kelamin aktif selama kehamilan, kutil biasanya akan tumbuh lebih besar dari biasanya. Bagi sebagian besar ibu hamil, hal ini dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil. Kutil kelamin yang membesar dapat menyebabkan pendarahan saat melahirkan.

Namun, sangat jarang kutil kelamin diturunkan kepada bayi mereka. Menurut beberapa penelitian, kutil kelamin belum terbukti dalam meningkatkan risiko keguguran atau masalah persalinan. Kutil kelamin besar yang mengganggu persalinan dapat dihilangkan dengan tiga cara, yaitu:

  • Membekukan kutil dengan nitrogen cair
  • Pembedahan menghilangkan kutil
  • Menggunakan arus laser untuk membakar kutil

Semua penanganan tersebut harus dilakukan dengan cara dan pengawasan dari dokter.

Kutil kelamin dapat memengaruhi kesuburan wanita dan pria jika terjadi penyumbatan pada vulva. Namun, tidak semua kasus memengaruhi kesuburan maupun kehamilan seorang wanita. Seseorang dapat menderita kutil kelamin lebih dari satu kali. Pastikan Anda rutin memeriksakan kesehatan organ reproduksi untuk melakukan pemcegahan dan evaluasi penyakit. Dokter akan membantu mengatasi dan mengobati kutil kelamin jika sudah membesar serta mengganggu fungsi organ lainnya.

Telah direview oleh dr. Angelina Massaya Kusnadi

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 22 November, 2023
Dipublisikan 4 September, 2023