26 Feb Perbedaan Ovulasi dan Masa Subur Beserta Ciri-cirinya
Perbedaan Ovulasi dan Masa Subur pada Wanita terletak pada proses dan rentang waktunya. Ovulasi adalah momen pelepasan sel telur, sedangkan masa subur adalah periode beberapa hari di mana peluang kehamilan paling tinggi.
Banyak wanita masih bingung membedakan antara ovulasi dan masa subur, padahal memahami keduanya sangat penting, terutama bagi yang sedang merencanakan kehamilan atau justru ingin menunda.
Ovulasi adalah titik spesifik ketika sel telur dilepaskan dari ovarium, sedangkan masa subur mencakup beberapa hari di sekitar ovulasi, saat tubuh berada dalam kondisi terbaik untuk pembuahan. Mengetahui perbedaannya bisa membantu dalam perencanaan kehamilan dan memahami siklus tubuh dengan lebih baik.
Pengertian Ovulasi dan Bedanya dengan Masa Subur
Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium ke dalam saluran tuba untuk siap dibuahi. Proses ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh, terutama peningkatan kadar hormon estrogen yang kemudian memicu lonjakan hormon luteinizing hormone (LH).
Cara menghitung masa ovulasi dengan memperkirakan waktu haid berikutnya karena ovulasi biasanya terjadi sekitar 12 hingga 16 hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Setelah lepas dari ovarium, sel telur hanya dapat bertahan selama 12–24 jam sehingga masa subur berlangsung cukup singkat.
Jika dalam waktu tersebut tidak ada sperma yang membuahinya, sel telur akan mati dan keluar bersama dengan lapisan dinding rahim saat menstruasi. Sementara itu, masa subur setelah haid adalah periode di mana peluang untuk hamil paling tinggi.
Masa subur tidak hanya terjadi pada hari ovulasi saja, tetapi juga beberapa hari sebelumnya. Ini karena sperma bisa bertahan dalam tubuh wanita hingga lima hari.
Jadi, jika hubungan seksual dilakukan dalam lima hari sebelum ovulasi, masih ada kemungkinan besar sperma bertemu dengan sel telur saat dilepaskan. Secara keseluruhan, masa subur berlangsung sekitar enam hari, yaitu lima hari sebelum ovulasi dan satu hari setelahnya.
Memahami perbedaan antara ovulasi dan masa subur penting bagi siapa saja yang ingin merencanakan kehamilan maupun yang ingin menunda kehamilan secara alami. Dengan mengetahui kapan masa subur perempuan terjadi, pasangan bisa lebih mudah menentukan waktu terbaik untuk berhubungan agar peluang hamil lebih tinggi atau justru menghindari masa-masa tersebut jika belum ingin memiliki anak.
Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Induksi Ovulasi dalam Program Hamil
Kapan Masa Subur Wanita yang Paling Berpeluang Hamil?
Peluang terbesar untuk hamil terjadi dalam 5 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi itu sendiri. Hal ini karena sperma dapat bertahan dalam tubuh wanita hingga 5 hari sehingga jika berhubungan sebelum ovulasi, sperma masih bisa bertahan dan membuahi sel telur saat dilepaskan.
Setelah ovulasi, sel telur hanya bisa bertahan selama 12 hingga 24 jam. Jika dalam waktu tersebut tidak terjadi pembuahan, kemungkinan untuk hamil menjadi sangat kecil sampai siklus menstruasi berikutnya mulai.
Oleh karena itu, masa paling subur seorang wanita berada dalam tiga hari terakhir sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi itu sendiri. Pada periode inilah peluang kehamilan paling tinggi sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda ovulasi jika sedang merencanakan kehamilan.
Cara Mengetahui Masa Subur Wanita
Masa subur adalah waktu dalam siklus menstruasi ketika peluang untuk hamil paling tinggi. Biasanya, masa ini terjadi beberapa hari sebelum ovulasi dan berakhir sehari setelah ovulasi.
Agar lebih mudah menentukan kapan masa subur terjadi, ada beberapa tanda alami yang bisa diperhatikan:
1. Lonjakan Hormon LH
Hormon luteinizing (LH) berperan dalam merangsang pelepasan sel telur dari ovarium. Menjelang ovulasi, tubuh akan mengalami lonjakan hormon LH secara tiba-tiba.
Ovulasi biasanya terjadi sekitar 24 hingga 48 jam setelah lonjakan ini. Oleh karena itu, tes hormon LH yang bisa dilakukan dengan alat tes kesuburan di rumah dapat menjadi cara efektif untuk mengetahui kapan ovulasi akan terjadi.
2. Peningkatan Suhu Tubuh Basal
Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh dalam kondisi istirahat total, biasanya diukur setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur. Setelah ovulasi, suhu tubuh basal biasanya meningkat sekitar 0,4-1°C karena perubahan hormon progesteron.
Meskipun kenaikan ini kecil, mencatat suhu tubuh setiap hari dalam beberapa bulan bisa membantu mengenali pola ovulasi.
Baca Juga: Berhubungan Saat Ovulasi Pasti Hamil, Fakta atau Mitos?
3. Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz)
Beberapa wanita merasakan nyeri ringan atau kram di salah satu sisi perut bagian bawah menjelang atau saat ovulasi. Rasa nyeri ini disebut mittelschmerz dan bisa berlangsung beberapa menit hingga dua hari.
Penyebabnya bisa karena peregangan folikel di ovarium sebelum ovulasi atau iritasi akibat pelepasan cairan dari folikel yang pecah.
4. Perubahan Air Liur
Kadar estrogen yang meningkat sebelum ovulasi juga memengaruhi pola air liur. Jika diamati dengan mikroskop khusus, air liur akan membentuk pola unik menyerupai daun pakis beberapa hari sebelum ovulasi.
Cara ini tidak umum, tetapi bisa menjadi tambahan informasi bagi yang ingin memahami siklusnya lebih detail.
5. Perubahan Lendir Serviks
Lendir serviks mengalami perubahan sepanjang siklus menstruasi. Saat mendekati masa subur, lendir akan menjadi lebih jernih, licin, dan elastis menyerupai putih telur.
Tekstur ini membantu sperma bertahan lebih lama di dalam rahim dan bergerak lebih mudah menuju sel telur. Setelah ovulasi, lendir kembali mengental dan lebih sedikit jumlahnya.
Dengan mengenali tanda-tanda ini secara rutin, wanita bisa lebih memahami siklus menstruasi dan memperkirakan kapan masa suburnya terjadi. Hal ini bisa bermanfaat bagi yang ingin merencanakan kehamilan atau yang ingin menunda kehamilan secara alami.
Baca Juga: Ciri-Ciri Haid Tidak Normal dan Gangguan Penyakitnya
Periksa Kesuburan di Ciputra IVF
Jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan tetapi belum berhasil, penting untuk melakukan pemeriksaan kesuburan guna mengetahui faktor yang memengaruhi peluang kehamilan. Di Ciputra IVF tersedia berbagai metode diagnostik untuk mengevaluasi kondisi kesuburan pria maupun wanita.
Dengan bantuan dokter spesialis serta teknologi medis terkini, Anda bisa mendapatkan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
Telah direview oleh dr. Novitrian Eka Putra, SpOG, SubsFER, MH, DMAS, FIVF
Source:
- Clear Blue. What is Ovulation?. Februari 2026.
- Clear Blue. How to Identify your Most Fertile Days?. Februari 2026.
- Pregnancy Birth & Baby. Ovulation and Fertility. Februari 2026.