Ukuran Kualitas Sperma Pria pada Setiap Tahapan Usia

pengaruh usia pada kualitas sperma

Masa subur pria berbeda dengan wanita. Pria dapat memproduksi sperma secara terus menerus setelah pubertas, sehingga tidak memiliki masa subur bulanan seperti wanita. Namun, masih bisa memproduksi sperma tidak selalu berarti seseorang itu dalam keadaan subur. Seiring bertambahnya usia, kualitas sperma dapat menurun karena perubahan hormon dan peningkatan risiko kerusakan DNA sperma.

Ciri-ciri masa subur pria tidak hanya dapat terlihat dari meningkatnya jumlah dan kualitas sperma, dorongan seksual yang lebih tinggi, serta perubahan fisik seperti suhu testis yang optimal. Perlu analisis semen untuk menilai jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma serta evaluasi dari dokter sesuai kondisi pasien.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi, pria sebaiknya menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan bergizi, rutin berolahraga, menghindari stres berlebihan, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Tingkat Kualitas Sperma Berdasarkan Usia

Seiring bertambahnya usia, beberapa parameter kualitas sperma, terutama pergerakan, bentuk, dan integritas DNA Sperma, dapat berubah.

Pada usia 40 tahun ke atas, pengaruh usia terhadap kualitas sperma dan risiko reproduksi perlu dibahas bersama dokter. Menurut rujukan WHO, edisi ke-6 tahun 2021, batas rujukan bawah konsentrasi sperma sekitar 16 juta per mililiter air mani. Namun, angka ini bukan batas mutlak yang membedakan pria subur dan tidak subur. Hasilnya perlu memperhitungkan parameter semen lainnya dan kondisi kedua pasangan.

Faktor seperti pola hidup sehat, tingkat stres, nutrisi, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan juga dapat memengaruhi kualitas sperma. Artinya, bertambahnya usia memang dapat memengaruhi kualitas sperma, tetapi tidak dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah sperma secara pasti.

Baca Juga: Prosedur Pengambilan Sperma Bedah: MESA, PESA, TESA, dan TESE

Bagaimana Usia Memengaruhi Kualitas Sperma?

Seiring bertambahnya usia, kualitas sperma bisa menurun dan ini berpengaruh pada kesuburan. Perubahan kualitas sperma dapat terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia, dengan waktu dan tingkat perubahan yang berbeda-beda.

Salah satu hal yang dapat berkurang adalah kemampuan sperma untuk bergerak dengan baik sehingga sperma lebih sulit mencapai dan membuahi sel telur. Pada analisis semen, ciri-ciri gangguan kualitas sperma dapat dilihat dari jumlah sperma yang rendah, pergerakan yang kurang baik, atau bentuk sperma yang tidak normal. Temuan ini dapat menurunkan peluang pembuahan, tetapi tidak selalu berarti pria mandul atau tidak bisa memiliki anak.

Selain itu, seiring bertambahnya usia, ada risiko meningkatnya kerusakan pada DNA sperma dan perubahan genetik baru yang dapat berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran atau kondisi kesehatan tertentu pada anak.

Perubahan hormon seperti testosteron juga dapat berkaitan dengan bertambahnya usia, namun tidak selalu menyebabkan jumlah sperma menurun. Meski begitu, banyak pria tetap bisa punya anak walaupun sudah lebih tua. Menjaga pola hidup sehat dan memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter tetap dianjurkan, tetapi tidak menghilangkan seluruh pengaruh usia pada kesuburan sperma.

Faktor Lain yang Memengaruhi Kualitas Sperma Pria

Sperma dan hormon testosteron diproduksi di dalam testis, yang merupakan organ penting bagi kesuburan pria. Saat pria mengalami orgasme, sperma akan keluar bersama cairan dari sistem reproduksi untuk memungkinkan proses pembuahan terjadi.

Namun, kualitas sperma tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tapi juga oleh berbagai faktor lain yang bisa menurunkannya.

Beberapa faktor yang membuat kualitas sperma jelek antara lain:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Infeksi menular seksual (IMS)
  • Paparan panas berlebihan (misalnya dari sauna atau laptop di pangkuan)
  • Cedera pada organ reproduksi
  • Penggunaan steroid anabolik

Misalnya, pria dengan berat badan berlebih cenderung memiliki sperma yang kurang sehat, lebih sulit ereksi, dan gairah seks yang menurun. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk mempertahankan kualitas sperma dan kesuburan pria.

Baca Juga: Prosedur Cek Sperma, Hasil, Biaya, dan Persiapannya

Di Usia Berapa Kualitas Sperma Paling Subur?

Secara umum, usia yang lebih muda dapat berkaitan dengan kondisi reproduksi yang lebih baik. Namun, tidak ada rentang usia tertentu yang menjamin kualitas sperma paling baik pada semua pria.

Kemampuan bergerak (motilitas), bentuk (morfologi), dan jumlah per mililiter (konsentrasi) perlu dinilai melalui analisis semen, bukan perkiraan dari usia saja. Faktor kesehatan secara keseluruhan, gaya hidup, dan genetika juga sangat berperan.

Misalnya, pola makan yang sehat, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol berlebihan bisa membantu menjaga kualitas sperma tetap baik, bahkan saat pria mulai menua. Jadi, meskipun pria muda biasanya punya sperma yang lebih sehat, dengan menjalani gaya hidup yang sehat, pria di usia yang lebih tua pun masih bisa mempertahankan kualitas sperma yang baik dan menjaga kesuburan mereka.

Baca Juga: Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak Beserta Gejalanya

Lakukan Pemeriksaan Kesuburan di Ciputra IVF

Jika Anda ingin memastikan kondisi kesehatan reproduksi dan mengetahui kualitas serta kondisi sperma secara lebih lengkap dan akurat, sebaiknya lakukan tes kesuburan pria di Ciputra IVF. Pemeriksaan ini meliputi berbagai tes yang dapat membantu mendeteksi masalah kesuburan sejak dini, seperti jumlah sperma, motilitas, morfologi, serta faktor lain yang mungkin memengaruhi kemampuan fertilisasi.

Dengan hasil pemeriksaan, tim medis di Ciputra IVF dapat memberikan rekomendasi dan penanganan yang sesuai kebutuhan Anda sehingga perencanaan kehamilan menjadi lebih terarah.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi