
26 Agu Ketahui 15 Penyebab dan Jenis Gangguan Kesuburan Wanita
Jenis gangguan kesuburan wanita meliputi masalah ovulasi, gangguan pada saluran tuba, dan kondisi endometriosis. Penanganan yang tepat dan konsultasi ke dokter bisa meningkatkan peluang kehamilan.
Banyak wanita menghadapi berbagai tantangan terkait kesuburan yang kerap kali tidak terdeteksi. Gangguan kesuburan pada wanita bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi hormonal, masalah dengan organ reproduksi, hingga faktor lingkungan serta gaya hidup.
Sayangnya, beberapa infertilitas pada wanita sering kali tidak terdeteksi. Memahami jenis-jenis gangguan kesuburan bisa membantu para wanita lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat. Yuk, simak artikel ini sampai selesai.
Faktor Risiko Penyebab Infertilitas pada Wanita
Gangguan pada reproduksi Wanita dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang memengaruhi kemampuan untuk hamil. Di antaranya:
- Usia
- Obesitas
- Berat badan di bawah normal
- Olahraga berlebihan
- Penyalahgunaan zat berlebihan (minuman keras atau obat-obatan)
- Merokok
Baca Juga: Waspadai 17 Penyakit yang Memengaruhi Kesuburan
Jenis Gangguan Kesuburan pada Wanita dan Penyebabnya
Berikut beberapa penyebab gangguan kesuburan pada wanita yang perlu Anda waspadai:
1. Endometriosis
Endometriosis adalah penyakit di rahim wanita di mana jaringan mirip lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti pada ovarium, saluran telur, atau jaringan panggul. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, terutama saat menstruasi, serta masalah pencernaan dan kelelahan.
Selain rasa sakit, penyakit di rahim ini dapat menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut, yang dapat mengganggu fungsi reproduksi dan menyebabkan kesulitan untuk hamil.
2. Abnormalitas Struktural
Kelainan struktural pada vagina, rahim, atau saluran telur, seperti septum uterus (rahim terpisah), mioma (fibroid), atau polip dapat menghambat perjalanan sperma ke sel telur atau mencegah implantasi embrio. Beberapa kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas, tetapi dapat berdampak signifikan pada kemampuan hamil.
3. Kondisi Autoimun
Penyakit autoimun seperti penyakit celiac, lupus, atau rheumatoid arthritis dapat mengganggu sistem reproduksi. Pada wanita dengan kondisi ini, tubuh mungkin menyerang jaringan sehat, termasuk jaringan reproduksi.
Hal ini bisa mengakibatkan peradangan, gangguan hormonal, dan bahkan risiko keguguran.
4. Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan meningkatkan risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi yang semuanya dapat berdampak negatif pada kesuburan.
5. Penyakit Radang Panggul (PID)
Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi serius yang memengaruhi organ reproduksi wanita, termasuk rahim, ovarium, dan saluran telur. Penyakit reproduksi wanita ini bisa merusak jaringan di rahim, ovarium, dan saluran telur.
Kerusakan tersebut dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang bisa menyumbat saluran telur, sehingga mengganggu kesuburan.
6. Gangguan Hipotalamus dan Kelenjar Pituitari
Hipotalamus dan kelenjar pituitari berperan dalam mengatur hormon yang penting untuk ovulasi. Jika salah satu dari kedua kelenjar ini terganggu, seperti akibat pola makan ekstrem atau stres berlebihan, menstruasi dan ovulasi bisa terhenti sehingga peluang untuk hamil pun berkurang.
Baca Juga: Ciri dan Penyebab Masa Tidak Subur Wanita
7. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal di mana ovarium membesar dan terdapat banyak kista kecil. Wanita dengan PCOS sering mengalami menstruasi tidak teratur dan kadar hormon pria (androgen) yang lebih tinggi yang bisa mengganggu ovulasi atau pelepasan sel telur.
Penyebab infertilitas wanita ini juga dapat meningkatkan risiko diabetes dan masalah metabolisme lainnya yang pada akhirnya bisa memengaruhi kesuburan wanita lebih lanjut.
8. Kekurangan Ovarium Primer
Kekurangan ovarium primer atau yang juga dikenal sebagai insufisiensi ovarium prematur adalah kondisi di mana ovarium tidak bisa memproduksi sel telur dengan baik sebelum usia 40 tahun. Penyebabnya bisa berasal dari faktor genetik, masalah autoimun, atau faktor lingkungan.
Kondisi ini dapat menyebabkan menopause dini dan membuat wanita kesulitan untuk hamil.
9. Anemia Sel Sabit
Penyakit genetik ini memengaruhi bentuk dan fungsi sel darah merah. Wanita dengan anemia sel sabit mungkin mengalami komplikasi selama kehamilan, termasuk risiko infeksi, serta masalah terkait kesuburan akibat dampaknya terhadap kesehatan umum dan sirkulasi darah.
10. Fibroid Rahim atau Polip
Fibroid adalah pertumbuhan non-kanker yang terjadi di dalam atau di luar rahim. Penyakit kesuburan pada wanita ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, perdarahan berat, dan masalah kesuburan dengan mengganggu implantasi embrio.
Polip yang juga merupakan pertumbuhan non-kanker dapat menyebabkan masalah serupa, tergantung pada lokasi dan ukuran.
11. Penyakit Tiroid
Penyakit tiroid bisa berupa hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) atau hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Kedua kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh yang dapat memengaruhi siklus menstruasi dan ovulasi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengelola kesehatan tiroid dengan baik agar kesuburan tetap terjaga.
12. Sterilisasi Bedah Sebelumnya
Prosedur seperti ligasi tuba (memotong saluran telur) atau salpingektomi (mengangkat saluran telur) dapat menghalangi sel telur dan sperma untuk bertemu, sehingga mencegah kehamilan. Jika seorang wanita ingin memiliki anak setelah menjalani salah satu dari prosedur ini, mungkin perlu mempertimbangkan opsi seperti fertilisasi in vitro (IVF).
13. Kelainan Genetik atau Kromosom
Beberapa kelainan genetik, seperti sindrom Turner atau sindrom Klinefelter dapat memengaruhi perkembangan organ reproduksi dan kemampuan untuk hamil. Pengujian genetik sering kali diperlukan untuk mengidentifikasi dan memahami dampak dari kondisi ini.
14. Disfungsi Seksual
Masalah dalam hubungan seksual, seperti nyeri saat berhubungan atau kekurangan gairah dapat mengganggu proses konsepsi. Masalah ini dapat disebabkan oleh faktor fisik atau emosional, termasuk stres, kecemasan, atau trauma sebelumnya.
15. Ketiadaan Ovarium
Penyebab gangguan kesuburan wanita selanjutnya adalah ketiadaan ovarium. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti operasi (misalnya, pengangkatan ovarium) atau kondisi bawaan sejak lahir. Tanpa ovarium, tubuh tidak dapat memproduksi sel telur.
Wanita yang mengalami hal ini mungkin perlu mencari alternatif, seperti menggunakan sel telur dari donor untuk bisa hamil.
Baca Juga: Penyebab Infertilitas pada Wanita yang Jarang Disadari
Periksa Kesuburan di IVF
Jika sedang merencanakan tes kesuburan, Anda bisa datang ke Ciputra IVF. Di sana, Anda akan mendapatkan layanan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui faktor-faktor yang mungkin memengaruhi kesuburan.
Informasi lebih lanjut tentang layanan pemeriksaan ini dapat dilihat di halaman Pemeriksaan Kesuburan di Ciputra IVF.
Telah direview oleh Dr. Adrian Setiawan, Sp. OG
Source:
- Cleveland Clinic. Infertility. Agustus 2025.
- Mayo Clinic. Infertility. Agustus 2025.