Endometriosis pada Usus dan Kandung Kemih (DIE)

endometriosis usus dan kandung kemih

Endometriosis usus dan kandung kemih adalah jenis endometriosis yang terjadi saat jaringan menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh pada usus atau saluran kemih. Akibatnya, penderita dapat mengalami nyeri hebat, perlengketan organ, serta gangguan buang air besar maupun buang air kecil yang biasanya memburuk saat menstruasi.

Endometriosis tidak hanya terjadi di area organ reproduksi. Pada beberapa wanita, jaringan endometriosis dapat tumbuh hingga mengenai organ lain, seperti usus atau kandung kemih.

Kondisi ini sering kali sulit dikenali karena gejalanya menyerupai gangguan kesehatan wanita pada saluran pencernaan atau saluran kemih. Akibatnya, tidak sedikit penderita yang baru mengetahui penyebab keluhannya setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Apa Itu Deep Infiltrating Endometriosis (DIE)?

Deep infiltrating endometriosis (DE) adalah bentuk endometriosis yang muncul dengan pertumbuhan jaringan menyerupai lapisan dalam rahim hingga masuk ke organ atau jaringan di sekitarnya. Dibandingkan jenis endometriosis lain, kondisi ini umumnya menimbulkan gejala yang lebih berat.

DE terkenal sebagai bentuk endometriosis yang paling agresif dan sering berkaitan dengan endometriosis stadium IV. Namun, penentuan stadium endometriosis tidak hanya berdasarkan pada keberadaan DE sehingga kondisi ini juga dapat terjadi pada stadium yang lebih awal maupun lebih lanjut.

Sekitar 1 dari 5 wanita dengan endometriosis mengalami DE. Jaringan endometriosis pada DE dapat tumbuh ke berbagai organ dan jaringan di area panggul maupun perut, seperti:

  • Kantung Douglas, yaitu ruang di antara rahim dan rektum
  • Dinding samping panggul (pelvic sidewall) tempat saraf panggul berada
  • Ligamen uterosakral dan ligamen kardinal
  • Dinding vagina
  • Ureter (saluran urin)
  • Kandung kemih
  • Usus besar
  • Dinding rektum

Jaringan endometriosis pada DE tumbuh di dalam tubuh sehingga tidak dapat terlihat dari luar. Meski begitu, penderita akan mengalami nyeri. Penanganan dapat berupa obat-obatan, operasi, atau kombinasi keduanya, meski terkadang perlu waktu untuk menentukan terapi yang paling sesuai.

Baca Juga: Endometriosis dan Risiko Keguguran

Tanda-Tanda Endometriosis Dalam (Deep Infiltrating Endometriosis atau DIE)

Gejala DE dapat berbeda pada setiap wanita, tergantung pada organ atau jaringan yang terkena. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Nyeri atau nyeri panggul kronis
  • Sakit setiap berhubungan seksual
  • Kram menstruasi yang sangat menyakitkan
  • Jika mengenai saluran kemih:
  • Sering buang air kecil
  • Sulit menahan buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Urine bercampur darah
  • Nyeri di area pinggang
  • Bila mengenai usus:
  • Diare atau sembelit
  • Kram usus
  • Nyeri saat buang air besar, meskipun feses lunak
  • Perut kembung

Gejala-gejala tersebut dapat muncul dan menghilang. Tingkat nyeri juga dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan umumnya akan semakin terasa saat menstruasi.

Cara Mendiagnosis DIE

Untuk memastikan diagnosis deep infiltrating endometriosis (DE), Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Setelah menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan awal, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sekaligus mengetahui sejauh mana jaringan endometriosis telah menyebar.

1. MRI Panggul

MRI (magnetic resonance imaging) panggul adalah pemeriksaan yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran organ di area panggul. Berbeda dengan pemeriksaan sinar-X, MRI tidak menggunakan radiasi dan bisa memperlihatkan jaringan lunak, seperti rahim, ovarium, dan kandung kemih dengan lebih jelas.

Hasil MRI akan dokter radiologi analisis untuk melihat ada atau tidaknya tanda-tanda penyakit. Pemeriksaan ini umumnya berlangsung sekitar 40 menit. Selama proses berlangsung, Anda akan dokter minta berbaring diam di dalam alat berbentuk tabung.

2. Sigmoidoskopi

Bila Anda mengalami keluhan pada usus atau perdarahan dari rektum, dokter mungkin akan menyarankan sigmoidoskopi. Pemeriksaan ini dengan memasukkan selang kecil yang dilengkapi kamera ke dalam rektum untuk melihat kondisi bagian dalam usus.

Pasien akan tetap sadar dan umumnya hanya berlangsung beberapa menit. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui apakah endometriosis telah mengenai usus.

3. Sistoskopi

Sistoskopi dokter lakukan jika Anda mengalami gangguan pada kandung kemih atau terdapat darah dalam urine. Prosedur ini dengan memasukkan kamera melalui uretra hingga mencapai kandung kemih. Pada beberapa kasus, sampel jaringan kandung kemih dapat terambil untuk pemeriksaan lebih lanjut.

4. Laparoskopi Diagnostik

Pemeriksaan lain adalah laparoskopi diagnostik, yaitu operasi dengan sayatan kecil yang dilakukan di bawah anestesi umum. Melalui sayatan tersebut, dokter memasukkan kamera dan alat bedah untuk melihat kondisi organ di rongga perut dan panggul.

Apabila endometriosis ringan, penanganan dapat dilakukan pada prosedur yang sama. Jika perlu, sigmoidoskopi atau sistoskopi juga dapat dilakukan bersamaan dengan laparoskopi diagnostik.

Pilihan Perawatan Endometriosis pada Usus dan Kandung Kemih

Deep infiltrating endometriosis (DE) belum dapat sembuh sepenuhnya. Namun, pengobatan dapat mengurangi pertumbuhan jaringan endometriosis yang mengenai organ panggul sekaligus meredakan gejala yang pasien rasakan.

Pengobatan yang dapat dokter berikan meliputi:

  • Obat pereda nyeri
  • Pil kontrasepsi
  • Prog estogen
  • Analog hormon pelepas gonadotropin (GnRH analog)

Jika obat-obatan belum memberikan hasil atau kondisi memerlukan penanganan lebih lanjut, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi, seperti:

  • Operasi laparoskopi
  • Ablasi laser
  • Pengangkatan organ yang terkena

Tidak semua pasien memerlukan penanganan yang sama. Jenis terapi akan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Baca Juga: Gejala Endometriosis yang Perlu Diwaspadai

Mengapa Operasi DIE Lebih Kompleks daripada Operasi Biasanya?

Sebagian besar kasus deep infiltrating endometriosis (DE) dokter tangani dengan operasi laparoskopi. Sebelum operasi, pasien akan mendapatkan penjelasan mengenai pilihan tindakan, manfaat, risiko, serta perkiraan masa pemulihan.

Bila endometriosis telah menyebar ke organ lain, seperti usus atau kandung kemih, pasien mungkin juga perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saluran cerna atau dokter spesialis urologi. Konsultasi ini bertujuan agar pasien memahami tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkin terjadi.

Operasi yang dokter rencanakan umumnya berupa radical laparoscopic excision of endometriosis (RLEE), yaitu tindakan untuk mengangkat jaringan endometriosis melalui laparoskopi. Pada prosedur ini, dokter juga dapat mengangkat penyebab nyeri lain, seperti perlengketan (adhesi) atau kista ovarium.

Bergantung pada rencana memiliki anak dan beberapa pertimbangan lainnya, dokter juga dapat mendiskusikan pilihan untuk melakukan histerektomi (pengangkatan rahim), sekaligus pengangkatan saluran tuba dan ovarium dalam operasi yang sama.

1. Operasi Satu Tahap

Pada pendekatan ini, dokter berupaya mengangkat sebanyak mungkin jaringan endometriosis dalam satu kali operasi. Bila memungkinkan, seluruh jaringan endometriosis akan diangkat pada tindakan yang sama.

Jika DE sudah diketahui sebelum operasi, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai prosedur yang akan dilakukan, termasuk manfaat dan risikonya. Persiapan operasi juga dapat dilakukan lebih matang, termasuk dengan melibatkan dokter spesialis lain jika perlu, seperti dokter bedah kolorektal untuk endometriosis usus atau dokter spesialis urologi bila endometriosis mengenai kandung kemih.

Pendekatan ini memberikan peluang yang lebih besar untuk mengangkat jaringan endometriosis sebanyak mungkin dengan aman dalam satu kali operasi.

Baca Juga: Bisakah Hamil Alami dengan Endometriosis? Stadium dan Cara Meningkatkan Peluang

2. Operasi Dua Tahap

Tidak semua kasus DE dapat dikenali sebelum operasi. Ada kalanya kondisi ini baru diketahui saat laparoskopi diagnostik dilakukan.

Bila memungkinkan, dokter akan mengangkat jaringan endometriosis yang dinilai aman untuk ditangani terlebih dahulu. Setelah itu, Anda akan menjalani kontrol untuk mengevaluasi gejala dan menentukan apakah masih diperlukan penanganan lebih lanjut.

Pada sebagian pasien, satu kali operasi sudah cukup untuk memperbaiki gejala. Jika masih terdapat jaringan endometriosis yang belum ditangani atau keluhan belum membaik, operasi kedua dapat dipertimbangkan.

Pendekatan dua tahap juga dapat dipilih bila dokter telah mengetahui adanya deep infiltrating endometriosis (DE), tetapi tindakan operasi memiliki risiko yang cukup tinggi. Dalam kondisi ini, dokter mungkin hanya mengangkat sebagian jaringan endometriosis pada operasi pertama.

Sebagai contoh, bila Anda memiliki endometrioma berukuran besar (kista cokelat) sekaligus endometriosis yang mengenai usus, sementara operasi pada usus memiliki risiko yang tinggi, dokter dapat mendiskusikan pilihan untuk hanya mengangkat endometrioma terlebih dahulu. Pendekatan dengan risiko yang lebih rendah ini tetap dapat membantu meredakan gejala. Jika keluhan belum membaik setelah operasi pertama, dokter dapat mempertimbangkan operasi lanjutan sesuai kondisi pasien.

FAQ

Apakah deep infiltrating endometriosis harus dioperasi?

Tidak semua kasus deep infiltrating endometriosis (DE) memerlukan operasi. Namun, tindakan operasi sering disarankan bila kondisi ini menyebabkan nyeri kronis, gangguan pada usus, atau masalah kesuburan. Selain operasi, dokter juga dapat memberikan terapi hormonal untuk membantu mengurangi gejala dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometriosis.

Seberapa nyeri deep infiltrating endometriosis?

Deep infiltrating endometriosis (DE) dapat menimbulkan nyeri yang berat. Keluhan bisa semakin terasa saat menstruasi, berhubungan seksual, atau buang air besar. Sebagian penderita juga mengalami nyeri panggul, nyeri punggung bawah, dan nyeri di perut, terutama ketika jaringan endometrium memengaruhi usus atau kandung kemih.

Apakah deep infiltrating endometriosis berbahaya?

Ya. Deep infiltrating endometriosis (DE) merupakan bentuk endometriosis yang lebih agresif karena jaringan endometriosis tumbuh hingga masuk ke organ seperti usus, kandung kemih, atau ureter. Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kronis, gangguan fungsi organ, serta masalah kesuburan sehingga memerlukan penanganan oleh dokter.

Apa perbedaan endometriosis dan deep infiltrating endometriosis?

Perbedaan utamanya terletak pada kedalaman pertumbuhan jaringan endometriosis. Pada endometriosis biasa, jaringan umumnya berada di permukaan rongga panggul. Sementara itu, pada deep infiltrating endometriosis (DE), jaringan tumbuh lebih dalam hingga mengenai organ seperti usus, kandung kemih, atau ureter. Karena itu, DE sering menimbulkan gejala yang lebih berat dan dapat memerlukan tindakan operasi.

Organ apa saja yang dapat terkena deep infiltrating endometriosis?

Deep infiltrating endometriosis (DE) dapat mengenai berbagai organ di area panggul, seperti ligamen uterosakral, rektum, kolon sigmoid, kandung kemih, ureter, dinding vagina, dan ovarium. Pada kasus yang lebih berat, jaringan endometriosis juga dapat mengenai dinding usus, dinding samping panggul, serta saraf di area panggul.

Apakah deep infiltrating endometriosis bisa sembuh?

Hingga saat ini, deep infiltrating endometriosis (DE) belum dapat sembuh sepenuhnya. Namun, operasi laparoskopi untuk mengangkat jaringan endometriosis dapat memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik, membantu mengurangi risiko kekambuhan, serta meredakan gejala. Pilihan terapi akan dokter sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi