Cara Menjaga Kualitas Ovum (Sel Telur) Tetap Sehat

cara menjaga kualitas ovum

Kualitas ovum bisa menurun karena faktor usia, stres, pola hidup tidak sehat, dan paparan bahan berbahaya. Cara menjaga kualitas ovum, yaitu menerapkan gaya hidup sehat seperti makan bergizi, rutin olahraga, tidur cukup, dan menghindari rokok serta alkohol.

Kualitas sel telur atau ovum yang baik sangat penting dalam proses kehamilan. Namun, tidak semua wanita menyadari bahwa kualitas ovumnya bisa menurun, bahkan sejak usia masih muda.

Beberapa gejala yang bisa menjadi tanda kualitas ovum kurang baik antara lain siklus haid yang tidak teratur, haid yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, sulit hamil meskipun sudah mencoba cukup lama, atau hasil program kehamilan yang terus gagal. Untuk mengetahui kualitas ovum secara pasti, Anda bisa menjalani pemeriksaan laboratorium, seperti Anti-Müllerian Hormone (AMH), USG transvaginal untuk melihat cadangan sel telur, atau analisa kadar hormon lainnya yang berhubungan dengan fungsi ovarium.

Penyebab Kualitas Ovum Menurun

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi kualitas sel telur:

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun, cadangan dan kualitas sel telur wanita mulai menurun. Ini adalah faktor alami yang paling berpengaruh.
  • Gaya hidup tidak sehat: Kebiasaan seperti merokok bisa merusak sel telur dan memengaruhi kesuburan secara keseluruhan.
  • Berat badan tidak ideal (BMI tinggi atau obesitas): Kelebihan berat badan bisa mengganggu keseimbangan hormon dan memengaruhi proses pematangan sel telur.
  • Konsumsi alkohol berlebihan: Minum alkohol dalam jumlah banyak bisa berdampak negatif pada kualitas sel telur dan kesehatan reproduksi.
  • Paparan racun lingkungan: Kontak dengan bahan kimia atau polusi dari lingkungan seperti pestisida, logam berat, atau bahan kimia industri bisa menurunkan kualitas sel telur.
  • Kondisi medis tertentu: Penyakit seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) dan endometriosis bisa mengganggu perkembangan sel telur yang sehat.
  • Faktor genetik: Riwayat keturunan juga bisa berpengaruh, misalnya jika ada kecenderungan masalah kesuburan dalam keluarga.
  • Stres kronis: Stres yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berdampak negatif pada ovulasi serta kualitas sel telur.

Baca Juga: Kualitas Sel Telur (Egg Quality): Pengaruh PCOS, Endometriosis, dan Usia

Cara Menjaga agar Kualitas Sel Telur Tetap Subur

Menjaga kualitas sel telur sangat penting agar tetap subur dan siap untuk proses kehamilan. Ada beberapa cara meningkatkan kualitas sel telur untuk kehamilan yang bisa Anda lakukan. Di antaranya:

1. Hindari Rokok

Merokok dapat mempercepat penurunan jumlah sel telur secara permanen. Kandungan zat kimia dalam rokok dapat merusak DNA pada sel telur sehingga membuatnya tidak layak untuk dibuahi. Karena wanita hanya memiliki jumlah sel telur yang terbatas sejak lahir sehingga menjaga sel telur tetap sehat tanpa paparan zat berbahaya sangat penting untuk kesuburan.

2. Kelola Stres dengan Baik

Cara membuat sel telur berkualitas selanjutnya adalah kelola stres. Stres yang berlebihan dapat memicu produksi hormon seperti kortisol dan prolaktin yang dapat mengganggu proses ovulasi sehingga menghambat pembentukan sel telur. Melakukan kegiatan relaksasi seperti olahraga ringan, meditasi, yoga, atau mandi air hangat dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menjaga keseimbangan hormon.

3. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Pola makan yang sehat berperan dalam menjaga kualitas sel telur. Makanan untuk meningkatkan kualitas sel telur dapat berupa sayuran hijau, buah-buahan segar, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein tanpa lemak.

Sebaiknya hindari makanan tinggi lemak jenuh, karbohidrat olahan, makanan cepat saji, serta makanan yang tinggi garam dan gula.

4. Jaga Berat Badan tetap Sehat

Berat badan yang terlalu tinggi bisa memengaruhi kesuburan. Lemak tubuh yang berlebihan bisa mengganggu keseimbangan hormon dan membuat proses pelepasan sel telur (ovulasi) jadi tidak lancar. Selain itu, obesitas juga bisa menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel telur.

Idealnya, berat badan dijaga dalam rentang BMI 18,5-24,9 agar peluang hamil lebih besar.

5. Perbanyak Aliran Darah ke Ovarium

Aliran darah yang lancar dan kaya oksigen penting untuk kesehatan sel telur. Salah satu hal yang dapat dilakukan sebagai bagian dari cara agar rahim subur dan sehat adalah cukup minum air putih setiap hari minimal 2 liter.

Selain itu, aktivitas seperti yoga juga bisa bantu melancarkan peredaran darah, terutama pose-pose tertentu seperti child’s pose atau lotus pose yang bisa mendukung fungsi organ reproduksi.

Baca Juga: Tahapan Pengaruh Usia pada Kualitas Ovum (Sel Telur) Wanita

6. Konsumsi Suplemen yang Mendukung Kualitas Sel Telur

Ada beberapa vitamin untuk membesarkan sel telur yang bisa Anda konsumsi:

  • CoQ10: Bantu kerja sel dan bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi sel telur.
  • Melatonin: Selain membantu tidur nyenyak, juga mendukung fungsi ovarium.
  • Minyak ikan (EPA dan DHA): Kandungan omega-3-nya bantu tingkatkan kualitas sel telur, terutama untuk usia di atas 35 tahun.

7. Bekukan Sel Telur Jika Menunda Kehamilan

Bila Anda belum berencana hamil dalam waktu dekat, membekukan sel telur bisa jadi solusi. Sel telur yang dibekukan akan tetap “muda” sesuai usia saat diambil, meskipun dipakai beberapa tahun kemudian. Jadi, peluang kehamilan tetap terjaga meski usia bertambah.

8. Tidur yang Cukup dan Teratur

Tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan diri dan menjalankan fungsi-fungsi penting, termasuk fungsi reproduksi. Tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam sangat dianjurkan agar hormon tetap seimbang dan metabolisme tubuh berjalan dengan baik.

Pola tidur yang teratur juga membantu menjaga kesehatan ovarium dan sel telur.

Makanan untuk Meningkatkan Kualitas Ovum

Menjaga kualitas ovum sangat penting bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Salah satu cara meningkatkan kualitas sel telur wanita adalah melalui asupan makanan bergizi yang mengandung vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan.

Berikut ini adalah daftar makanan untuk meningkatkan kesuburan wanita:

  • Kacang-Kacangan dan Lentil: Mengandung protein, zat besi, vitamin B, dan magnesium yang bantu perbaiki sel dan jaga kestabilan gula darah.
  • Biji-Bijian: Biji seperti biji labu, biji bunga matahari, dan flaxseed kaya lemak sehat dan nutrisi mikro yang bisa bantu atur hormon secara alami.
  • Kacang dan Buah Kering: Almond, mete, kenari, dan kismis mengandung antioksidan dan selenium yang bantu perbaiki sel telur dan lawan stres oksidatif.
  • Alpukat: Penuh dengan lemak sehat yang bagus untuk hormon dan kualitas sel telur.
  • Buah Beri: Stroberi, blueberry, dan raspberry kaya vitamin C dan antioksidan yang lindungi ovum dari kerusakan.
  • Kayu Manis: Baik untuk wanita dengan PCOS karena bantu lawan resistensi insulin dan dukung fungsi ovarium.
  • Jahe: Dengan sifat anti-inflamasi, jahe dapat melancarkan darah, atur siklus haid, dan kurangi peradangan di organ reproduksi.
  • Sayuran Hijau: Bayam dan brokoli mengandung vitamin dan mineral penting untuk jaga kesehatan sel telur.
  • Gandum Utuh: Sumber serat yang bantu jaga gula darah stabil dan berat badan ideal, penting untuk kesuburan.
  • Produk Susu: Susu dan yogurt mengandung kalsium dan probiotik yang baik untuk hormon dan pencernaan.

Baca Juga: Apa Itu Blighted Ovum atau Kehamilan Kosong? Ini Tanda dan Penyebabnya

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara menjaga kualitas ovum atau sedang merencanakan kehamilan, Anda dapat berkonsultasi di Ciputra IVF. Di sana bisa mendapatkan informasi lengkap seputar perencanaan kehamilan hingga proses kehamilan sesuai dengan kondisi Anda.

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi