Pada wanita dengan polycystic ovary syndrome (PCOS), kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) umumnya lebih tinggi karena jumlah folikel kecil di ovarium lebih banyak. Secara umum, kadar AMH 1,0-3,0 ng/mL masih termasuk normal, sedangkan kadar di atas 5,0-6,0 ng/mL dapat menjadi salah satu petunjuk adanya PCOS dan biasanya perlu pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan Anti Mullerian Hormone (AMH) sering dilakukan untuk membantu menilai kesuburan wanita. Hasil pemeriksaan ini memberikan gambaran mengenai cadangan ovarium dan menjadi salah satu pertimbangan dokter untuk merencanakan program hamil maupun menentukan penanganan kesuburan.
Tidak sedikit wanita yang mendapatkan hasil AMH lebih tinggi dari normal. Kondisi ini sering berkaitan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS).
Apa Itu AMH dan Berapa Kadar Normalnya?
Anti Mullerian Hormone (AMH) berperan penting dalam pembentukan organ reproduksi janin selama berada di dalam kandungan. Pada janin laki-laki, kadar AMH lebih tinggi sehingga mencegah terbentuknya organ reproduksi perempuan, sedangkan pada janin perempuan hanya memerlukan sedikit AMH untuk proses perkembangannya.
Pada wanita, AMH terproduksi oleh sel-sel di dalam folikel ovarium. Folikel adalah kantong kecil berisi cairan di dalam ovarium yang berfungsi menyimpan dan melepaskan sel telur.
- Kadar AMH berkaitan dengan jumlah sel telur yang dimiliki atau yang disebut sebagai cadangan ovarium (ovarian reserve).
- Kadar AMH yang lebih tinggi menunjukkan jumlah sel telur yang lebih banyak dan cadangan ovarium yang lebih tinggi.
- Kadar AMH yang lebih rendah menunjukkan jumlah sel telur yang lebih sedikit dan cadangan ovarium yang lebih rendah.
Pemeriksaan AMH dapat menunjukkan perkiraan jumlah sel telur yang masih wanita miliki dan membantu mengetahui apakah ovarium mengalami penuaan lebih cepat. Hasil pemeriksaan ini juga dapat menunjukkan bahwa waktu untuk hamil mungkin lebih singkat.
Selain itu, pemeriksaan AMH dapat membantu mengetahui seberapa baik tubuh merespons obat kesuburan suntik untuk merangsang ovarium agar menghasilkan beberapa sel telur sebagai persiapan program bayi tabung (IVF).
Baca Juga: Kualitas Sel Telur (Egg Quality): Pengaruh PCOS, Endometriosis, dan Usia
Berapa Kadar AMH Normal vs Tinggi?
Hasil pemeriksaan AMH terbagi ke dalam beberapa kategori. Setiap kategori memiliki arti yang berbeda dalam membantu merencanakan kehamilan dan respons terhadap pengobatan kesuburan.
1. AMH Tinggi (Di atas 3,0 ng/mL)
Kadar AMH yang tinggi menandakan masih terdapat banyak folikel dan cadangan ovarium juga tergolong tinggi. Bagi Anda yang berencana menjalani pembekuan sel telur atau program bayi tabung (IVF), hasil ini menunjukkan lebih banyak sel telur diperkirakan yang bisa diperoleh selama proses stimulasi ovarium.
Bila kadar AMH sangat tinggi (di atas 5,0-6,0 ng/mL) terkadang dapat mengarah pada polycystic ovary syndrome (PCOS). Pada PCOS, terdapat banyak folikel kecil yang menghasilkan AMH sehingga kadar hormon ini dapat menjadi lebih tinggi.
Jika kadar AMH jauh di atas kisaran normal sesuai usia Anda, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan adanya PCOS. Wanita dengan kadar AMH sangat tinggi juga mungkin memerlukan dosis obat yang lebih rendah saat stimulasi ovarium untuk mengurangi risiko ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS).
2. AMH Normal (1,0-3,0 ng/mL)
Kadar AMH yang normal berarti cadangan ovarium berada dalam kisaran yang sesuai untuk usia reproduksi. Wanita dengan hasil ini biasanya memberikan respons yang baik terhadap obat perangsang ovarium sehingga dosis pengobatan umumnya mengikuti protokol standar. Jumlah sel telur juga umumnya sesuai dengan rata-rata berdasarkan usia.
3. AMH Rendah (Di bawah 1,0 ng/mL)
Kadar AMH yang rendah menunjukkan cadangan ovarium menurun (diminished ovarian reserve atau DOR), yaitu jumlah sel telur yang tersisa lebih sedikit daripada yang diharapkan pada usia tersebut. Saat menjalani program bayi tabung (IVF) atau pembekuan sel telur, wanita dengan kadar AMH rendah mungkin menghasilkan lebih sedikit sel telur dalam setiap proses pengambilan.
Cadangan ovarium yang menurun (DOR) adalah hasil pemeriksaan AMH, antral follicle count (AFC), dan terkadang FSH menunjukkan jumlah sel telur yang berkurang. Namun, kondisi ini bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi.
Meski jumlahnya lebih sedikit, sel telur yang tersisa masih dapat memiliki kualitas yang baik dan banyak wanita dengan DOR tetap bisa hamil, baik pengobatan maupun secara alami. Dokter akan membantu menentukan penanganan sesuai hasil pemeriksaan secara keseluruhan dan tujuan yang ingin pasien capai.
Baca Juga: Cara Mendiagnosis PCOS: Tes USG, Hormon, dan Kriteria Rotterdam
Mengapa PCOS Meningkatkan AMH?
Kadar AMH yang tinggi biasanya menunjukkan masih banyak folikel kecil di dalam ovarium. Namun, bila kadar AMH jauh lebih tinggi, folikel-folikel tersebut sering kali tidak berkembang dengan baik.
Hal ini umum terjadi pada wanita dengan PCOS. Penderita PCOS cenderung memiliki jumlah folikel tahap awal lebih banyak dan folikel-folikel tersebut menghasilkan AMH.
Banyaknya folikel dan tingginya produksi AMH membuat kadar hormon ini meningkat. Akibatnya, nilai AMH pada wanita dengan PCOS sering kali jauh lebih tinggi sehingga memengaruhi keteraturan ovulasi.
Meski begitu, pemeriksaan AMH saja tidak dapat dokter gunakan untuk menegakkan diagnosis PCOS. Hasil pemeriksaan ini hanya menjadi salah satu penunjang bila muncul dengan gejala yang pasien alami, hasil USG, dan pemeriksaan hormon lainnya.
Kadar AMH yang tinggi pada PCOS juga sering berkaitkan dengan beberapa kondisi berikut:
- Ovulasi tidak teratur atau terlambat karena folikel tetap berukuran kecil dan tidak berkembang menjadi sel telur yang matang.
- Siklus menstruasi yang lebih panjang atau haid tidak teratur karena ovulasi tidak terjadi secara rutin.
- Kesulitan hamil karena ovulasi tidak terjadi secara teratur.
- Respons ovarium yang lebih kuat terhadap obat kesuburan sehingga selama pengobatan perlu pemantauan.
Baca Juga: Adakah Hubungan PCOS dan Berat Badan?
Risiko AMH Tinggi pada Proses Bayi Tabung (IVF)
Dalam program pengobatan kesuburan, hasil pemeriksaan AMH membantu dokter menyusun rencana terapi. Kadar AMH yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa ovarium akan memberikan respons yang baik terhadap obat perangsang ovarium selama program bayi tabung (IVF).
Kondisi ini biasanya memungkinkan lebih banyak sel telur untuk diambil. Semakin banyak sel telur yang diperoleh, semakin banyak pula embrio yang dapat dihasilkan sehingga peluang keberhasilan program juga dapat meningkat.
Namun, respons ovarium yang terlalu kuat juga memiliki risiko. Salah satu risiko yang perlu Anda waspadai adalah ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS), yaitu kondisi ketika ovarium memberikan respons berlebihan terhadap obat perangsang sehingga membesar dan menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh.
Pada kasus yang berat, OHSS dapat mengancam nyawa meskipun kondisi ini jarang terjadi. Gejalanya dapat berupa perut kembung, nyeri perut, mual, hingga sesak napas pada kasus yang lebih serius.
Karena itu, hasil AMH yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan penting dalam merencanakan program IVF. Dokter akan mempertimbangkan hasil AMH saat menentukan jenis dan dosis obat perangsang yang paling sesuai.
Dalam beberapa kasus, dosis yang lebih rendah dapat dipilih untuk membantu mengurangi risiko OHSS. Dokter juga dapat menyarankan strategi freeze all, yaitu membekukan seluruh embrio setelah proses pengambilan sel telur dan menunda pemindahan embrio hingga siklus berikutnya yang tidak melibatkan stimulasi ovarium. Pendekatan ini dapat membantu menurunkan risiko OHSS.
Jika Anda berencana menjalani program IVF dan memiliki kadar AMH yang tinggi, dokter akan mempertimbangkan kadar AMH, hasil antral follicle count (AFC), usia, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan untuk menentukan rencana pengobatan yang paling sesuai. Kadar AMH yang tinggi bukanlah penghalang untuk menjalani IVF. Hasil ini hanya menunjukkan bahwa pengobatan perlu terencanakan.
FAQ
Apakah AMH tinggi selalu berarti saya mengalami PCOS?
Tidak. Kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) yang tinggi tidak selalu menandakan seseorang mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS). Meski hasil ini sering ditemukan pada wanita dengan PCOS, kadar AMH yang tinggi lebih menggambarkan bahwa cadangan sel telur di ovarium masih banyak. Karena itu, pemeriksaan AMH saja tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis PCOS.
Berapa kadar AMH yang menunjukkan PCOS?
Kadar AMH di atas 5,0-6,0 ng/mL umumnya dapat mengarah pada PCOS sehingga biasanya diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Apa saja tanda PCOS?
Tanda PCOS yang sering ditemukan meliputi siklus haid yang tidak teratur atau jarang terjadi, ovulasi yang tidak berlangsung secara rutin sehingga dapat menyulitkan kehamilan, serta banyaknya folikel kecil pada ovarium yang terlihat saat pemeriksaan USG. Meski demikian, gejala PCOS dapat berbeda pada setiap wanita.








