27 Feb Fungsi Infundibulum pada Sistem Reproduksi dan Penyakitnya
Infundibulum adalah bagian ujung tuba falopi yang berbentuk corong dan fungsi infundibulum menangkap sel telur yang dilepaskan ovarium untuk dibawa ke rahim. Gangguan pada infundibulum, seperti sumbatan atau perlengketan dapat menghambat pembuahan dan menyebabkan infertilitas.
Tuba falopi adalah jalur penting dalam sistem reproduksi wanita yang menghubungkan ovarium dengan rahim.
Di ujungnya, terdapat infundibulum, yaitu struktur berbentuk corong dengan jumbai halus yang berperan menangkap sel telur saat ovulasi. Bersama bagian lain dari tuba falopi, seperti ampula dan isthmus, infundibulum memastikan pergerakan sel telur menuju rahim sehingga membuka peluang terjadinya pembuahan.
Namun, jika gangguan pada infundibulum terjadi, proses ini bisa terhambat, berpotensi memengaruhi kesuburan seorang wanita.
Fungsi Infundibulum pada Sistem Reproduksi Wanita
Dalam sistem reproduksi wanita, setiap bagian memiliki peran yang saling berkaitan untuk memastikan proses pembuahan dapat berlangsung dengan baik. Salah satu struktur penting dalam tuba falopi adalah infundibulum, bagian ujung yang berbentuk corong dan lengkap dengan jumbai halus yang disebut fimbriae.
Fungsi Infundibulum pada sistem reproduksi wanita memiliki tugas utama dalam menangkap sel telur yang lepas oleh ovarium dan mengarahkannya ke dalam tuba falopi agar proses pembuahan dapat terjadi. Tanpa peran infundibulum, sel telur bisa saja tidak mencapai tempat yang seharusnya sehingga menghambat terjadinya kehamilan.
Berikut beberapa fungsi infundibulum dalam sistem reproduksi wanita:
1. Menangkap Sel Telur Setelah Ovulasi
Setiap bulan saat ovulasi terjadi, ovarium akan melepaskan sel telur ke dalam rongga perut. Pada momen ini, fimbriae pada infundibulum akan bergerak aktif untuk menangkap sel telur agar tidak jatuh ke tempat lain.
Gerakan fimbriae ini sangat penting karena jika sel telur tidak berhasil masuk ke tuba falopi, peluang pembuahan menjadi sangat kecil.
Baca Juga: Fungsi Ovarium dalam Sistem Reproduksi Wanita
2. Mengantarkan Sel Telur ke Tuba Falopi untuk Pembuahan
Setelah berhasil ditangkap, sel telur perlu diarahkan ke dalam tuba falopi, tempat bertemunya sel telur dengan sperma. Infundibulum membantu mendorong sel telur masuk ke dalam saluran tuba falopi agar dapat bergerak menuju tempat pembuahan.
Jika proses ini terganggu, misalnya karena adanya penyumbatan atau perlengketan pada infundibulum, sel telur bisa saja gagal bertemu dengan sperma yang akhirnya menyebabkan kesulitan dalam memperoleh kehamilan.
Infundibulum berperan sebagai gerbang awal dalam perjalanan sel telur menuju pembuahan. Jika fungsinya terganggu, misalnya akibat infeksi atau perlengketan akibat endometriosis, peluang kehamilan bisa menurun.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan organ reproduksi, termasuk infundibulum sangat penting bagi wanita yang ingin memiliki keturunan.
Fungsi Infundibulum dalam Sistem Saraf
Infundibulum tidak hanya berperan dalam sistem reproduksi, tetapi juga memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem saraf, terutama dalam menghubungkan hipotalamus dengan kelenjar pituitari di otak.
Dalam konteks ini, infundibulum sebagai infundibulum hipofisis atau tangkai pituitari, yaitu sebuah struktur yang berperan sebagai penghubung utama antara dua bagian penting dalam sistem endokrin. Peran infundibulum ini sangat krusial dalam mengatur berbagai fungsi tubuh karena menjadi jalur komunikasi yang memungkinkan hipotalamus mengontrol kerja kelenjar pituitari.
1. Menjadi Penghubung Antara Hipotalamus dan Kelenjar Pituitari
Fungsi infundibulum pada otak adalah sebagai penghubung utama antara hipotalamus yang berperan dalam mengatur suhu tubuh, nafsu makan, respons emosional, dan sistem reproduks dengan kelenjar pituitari. Dengan begitu, berbagai sinyal dan hormon yang diproduksi hipotalamus dapat diteruskan dengan baik untuk mengontrol kerja hormon dan menjaga keseimbangan fungsi tubuh secara keseluruhan.
2. Membantu Pengangkutan Hormon
Kelenjar pituitari sering disebut sebagai “master gland” dalam sistem endokrin karena memiliki peran utama dalam mengontrol produksi berbagai hormon yang mengatur fungsi tubuh. Infundibulum bertindak sebagai jalur utama yang memungkinkan hormon-hormon dari hipotalamus mencapai pituitari.
Dari sana, hormon-hormon ini disebarkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh untuk menjaga keseimbangan sistem tubuh, termasuk metabolisme, pertumbuhan, stres, serta sistem reproduksi.
Jika infundibulum mengalami gangguan atau tidak berfungsi dengan baik, dapat terjadi ketidakseimbangan hormon yang berdampak luas pada kesehatan. Gangguan ini bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan metabolisme, ketidakteraturan siklus menstruasi, masalah kesuburan, hingga gangguan pertumbuhan.
Oleh karena itu, infundibulum memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Dengan perannya yang begitu besar dalam sistem saraf dan endokrin, infundibulum menjadi salah satu struktur yang tidak boleh diabaikan dalam menjaga kesehatan tubuh.
Penyakit yang Bisa Mengganggu Fungsi Infundibulum
Sebagai bagian penting dalam sistem reproduksi dan sistem saraf, infundibulum memiliki peran utama dalam menangkap sel telur dari ovarium dan menyalurkannya ke dalam tuba falopi. Namun, berbagai kondisi medis dapat mengganggu fungsi infundibulum, baik akibat infeksi, peradangan, maupun pertumbuhan jaringan abnormal.
Ketika infundibulum terganggu, proses ovulasi dan pembuahan bisa terhambat, yang berpotensi menyebabkan infertilitas atau masalah kesehatan lainnya.
Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat memengaruhi fungsi infundibulum:
1. Hidrosalping
Hidrosalping terjadi ketika tuba falopi terisi dengan cairan akibat infeksi atau peradangan kronis. Cairan ini dapat menyebabkan penyumbatan yang menghambat pergerakan sel telur dari infundibulum ke rahim sehingga mengurangi peluang kehamilan.
Gejalanya meliputi nyeri panggul, keputihan tidak normal, serta kesulitan hamil. Dalam beberapa kasus, hidrosalping hanya terdeteksi saat pemeriksaan kesuburan.
2. Kanker Tuba Falopi
Meskipun jarang terjadi, kanker tuba falopi dapat berkembang di sekitar infundibulum dan bagian lain dari tuba falopi. Kanker ini dapat menyebabkan penyumbatan, nyeri panggul yang persisten, perdarahan atau keputihan yang tidak biasa, serta pembengkakan pada perut.
Karena gejalanya sering kali tidak spesifik, kanker tuba falopi sering terdeteksi pada tahap lanjut sehingga pemeriksaan medis berkala sangat disarankan bagi mereka yang memiliki risiko tinggi.
Baca Juga: Fungsi Uterus pada Sistem Reproduksi Wanita
3. Salpingitis
Salpingitis adalah peradangan pada tuba falopi yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore. Infeksi ini bisa menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada infundibulum sehingga mengganggu fungsinya dalam menangkap sel telur.
Gejalanya meliputi nyeri panggul, demam, keputihan berbau, serta nyeri saat berhubungan intim. Jika tidak diobati, salpingitis dapat menyebabkan jaringan parut dan perlengketan yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik dan infertilitas.
4. Pyosalpinx
Pyosalpinx adalah kondisi di mana tuba falopi terisi dengan nanah akibat infeksi yang parah. Jika infundibulum tersumbat oleh nanah, pergerakan sel telur akan terganggu dan meningkatkan risiko komplikasi serius.
Pyosalpinx dapat menyebabkan nyeri hebat di perut bagian bawah, demam tinggi, mual, dan pembengkakan di area panggul. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi abses panggul atau infeksi yang menyebar ke organ lain, sehingga memerlukan tindakan medis darurat.
Baca Juga: Platelets Rich Plasma (PRP) Ovarium pada Sistem Reproduksi
Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai sistem reproduksi, kesehatan tuba falopi, atau sedang merencanakan program kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli di Ciputra IVF. Tim medis siap membantu Anda dengan layanan profesional dan teknologi terkini untuk mewujudkan impian memiliki buah hati.
Telah direview oleh Dr. dr. Sudirmanto, Sp.OG, Subsp. F.E.R (KFER)
Source:
- Cleveland Clinic. Fallopian Tubes. Februari 2026.
- Britannica. Fallopian Tube. Februari 2026.
- Verywellhealth. The Anatomy of the Fallopian Tubes. Februari 2026.