27 Nov Penyebab Susah Hamil Padahal Haid Lancar dan Pengobatan
Penyebab susah hamil padahal haid lancar bisa disebabkan oleh faktor, seperti kualitas sel telur yang kurang baik, gangguan pada tuba falopi, atau masalah hormonal yang tidak terdeteksi. Cara mengatasinya adalah dengan pemeriksaan medis menyeluruh, pola hidup sehat, serta menjalani program kehamilan yang tepat sesuai rekomendasi dokter.
Banyak pasangan yang mengira bahwa selama siklus haid berjalan teratur, maka peluang untuk hamil pasti tinggi. Namun, kenyataannya, tidak sedikit wanita yang tetap mengalami kesulitan untuk hamil meskipun haid mereka lancar setiap bulan. Hal ini bisa membingungkan dan menimbulkan berbagai pertanyaan, apakah ada masalah yang tidak terlihat?
Kesuburan tidak hanya ditentukan oleh jadwal haid yang teratur, tetapi juga banyak faktor lain. Jika Anda dan pasangan sudah mencoba dalam waktu lama namun belum berhasil, penting untuk memahami berbagai kemungkinan penyebabnya dan langkah-langkah yang bisa dilakukan.
Dengan mengetahui penyebab belum hamil ini, Anda bisa mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan peluang kehamilan dan mewujudkan impian memiliki buah hati.
Penyebab Susah Hamil dan Hubungannya dengan Siklus Haid
Siklus haid yang normal biasanya berlangsung antara 21–35 hari dengan durasi menstruasi sekitar 3–7 hari. Selama siklus ini, tubuh mengalami perubahan hormon yang mempersiapkan rahim untuk kehamilan.
Jika tidak terjadi pembuahan, lapisan rahim akan luruh sebagai darah menstruasi. Namun, siklus haid dikatakan tidak normal jika terlalu pendek, terlalu panjang, datang tidak teratur, atau jumlah darah yang keluar sangat sedikit atau berlebihan.
Siklus haid yang tidak teratur seperti ini bisa menjadi salah satu ciri wanita sulit hamil karena proses ovulasi sering terganggu.
Nyeri haid yang berlebihan atau haid yang jarang juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Berikut beberapa penyebab lama hamil:
1. Usia
Siklus haid bisa berubah seiring bertambahnya usia, terutama pada dua periode penting:
- Remaja: Tahun-tahun pertama setelah menstruasi pertama sering kali diiringi siklus yang tidak teratur. Butuh beberapa tahun agar tubuh menyesuaikan diri sebelum akhirnya haid menjadi lebih stabil.
- Perimenopause: Menjelang menopause (usia 45–55 tahun), hormon mulai berfluktuasi sehingga haid menjadi tidak teratur atau jarang terjadi.
- Menopause Dini & POI: Jika ovarium berhenti berfungsi sebelum usia 40 tahun, haid bisa menjadi tidak teratur atau berhenti sepenuhnya. Sekitar 1% wanita mengalami kondisi ini.
- Menopause: Jika seseorang tidak mengalami haid selama lebih dari satu tahun setelah usia 50 tahun, itu menandakan menopause.
Baca Juga: Mengenal Tes NIPT (Skrining Prenatal Noninvasif) Ibu Hamil
2. Stres
Stres berlebihan bisa menjadi faktor yang membuat wanita susah hamil. Sebab, kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan hormon dan membuat haid datang terlambat atau bahkan berhenti karena peningkatan hormon kortisol ikut menghambat kerja hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengatur siklus menstruasi.
Stres kronis juga bisa menyebabkan amenore hipotalamus, yaitu kondisi di mana ovulasi terhenti akibat stres berkepanjangan.
3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS adalah gangguan hormon yang menyebabkan kadar hormon androgen meningkat, menghambat ovulasi, dan membuat haid menjadi tidak teratur atau terhenti. Gejala lain yang sering menyertai PCOS meliputi:
- Jerawat di wajah, dada, atau punggung
- Kulit lebih gelap di lipatan tubuh
- Pertumbuhan rambut yang tidak biasa di wajah atau tubuh (hirsutisme).
- Skin tags atau lipatan kulit kecil
- Kesulitan menurunkan berat badan
4. Pengaruh Berat Badan
Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat berdampak pada keseimbangan hormon yang mengatur siklus menstruasi. Jika seseorang memiliki berat badan yang sangat rendah atau mengalami gangguan makan, tubuh mungkin tidak memiliki cukup energi untuk menjalankan fungsi reproduksi dengan baik.
Akibatnya, ovulasi bisa terhambat, siklus haid menjadi tidak teratur, atau bahkan berhenti sama sekali. Di sisi lain, kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat mengganggu keseimbangan hormon, terutama estrogen dan progesteron.
Ketidakseimbangan ini bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur atau lebih jarang terjadi. Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko sindrom ovarium polikistik (PCOS), kondisi yang dapat memperburuk gangguan menstruasi dan mempersulit kehamilan.
5. Penggunaan Alat Kontrasepsi
Sebagian besar alat kontrasepsi bekerja dengan cara mengatur kadar hormon dalam tubuh untuk mencegah ovulasi atau mengurangi kemungkinan kehamilan. Namun, perubahan hormon yang terjadi akibat penggunaan, penghentian, atau pergantian metode kontrasepsi bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur.
Tubuh mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyesuaikan diri sebelum siklus menstruasi kembali normal. Beberapa jenis kontrasepsi yang dapat menyebabkan perubahan siklus haid antara lain:
- Implan KB, yang melepaskan hormon ke dalam tubuh secara perlahan
- IUD hormonal, yang dapat mengurangi pendarahan haid atau bahkan menghentikan menstruasi
- Pil KB progestin, yang dalam beberapa kasus dapat menekan ovulasi sepenuhnya
Jika Anda menggunakan alat kontrasepsi seperti IUD dan mengalami keterlambatan haid yang cukup lama, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Meskipun jarang, ada kemungkinan kehamilan ektopik, yaitu kondisi di mana kehamilan terjadi di luar rahim, yang memerlukan penanganan segera.
6. Masalah pada Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh dan produksi hormon. Jika kelenjar ini bekerja terlalu cepat (hipertiroidisme) atau terlalu lambat (hipotiroidisme), keseimbangan hormon dalam tubuh bisa terganggu, termasuk hormon yang berperan dalam siklus menstruasi.
Gangguan tiroid juga dapat menyebabkan perubahan berat badan yang signifikan, baik kenaikan maupun penurunan drastis, yang pada akhirnya memengaruhi keteraturan menstruasi. Selain itu, kondisi ini bisa menyebabkan gejala lain seperti kelelahan, rambut rontok, dan perubahan suhu tubuh yang tidak wajar.
Menstruasi yang teratur mencerminkan keseimbangan hormon dalam tubuh.
Cara Cepat Hamil Setelah Selesai Haid
Berikut beberapa cara yang harus dilakukan agar cepat hamil setelah haid:
1. Ketahui dan Lacak Masa Subur
Masa subur terjadi saat ovulasi, yaitu saat sel telur dilepaskan dari ovarium. Waktu ovulasi setiap wanita bisa berbeda, jadi penting untuk melacak siklus haid dengan aplikasi, kalender, atau alat tes ovulasi.
Selain itu, tubuh juga memberikan tanda-tanda ovulasi seperti lendir serviks yang lebih cair, payudara sensitif, dan peningkatan suhu tubuh. Dengan memahami pola ini, Anda bisa menentukan waktu terbaik untuk berhubungan agar peluang kehamilan lebih tinggi.
Baca Juga: Olahraga untuk Program Hamil, Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil
2. Berhenti Pakai Kontrasepsi
Bila Anda masih menggunakan alat kontrasepsi, sebaiknya hentikan dulu. Jika sebelumnya menggunakan kontrasepsi non-hormonal seperti kondom atau IUD tanpa hormon, tubuh bisa langsung siap untuk kehamilan.
Tapi jika menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB atau suntik KB, tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri kembali ke siklus alami. Biasanya, haid akan kembali normal dalam beberapa minggu hingga bulan.
Bila setelah 2-3 bulan siklus haid masih belum teratur, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang menghambat kesuburan.
3. Waktu yang Tepat & Keharmonisan dalam Hubungan
Cara mengatasi sulit hamil bisa dimulai dengan berhubungan intim pada waktu yang tepat, yaitu saat masa subur. Idealnya, lakukan setiap dua hari sekali, dimulai sejak hari ke-8 setelah haid.
Jika tidak mengetahui kapan ovulasi terjadi, cara ini tetap efektif untuk memperbesar kemungkinan pembuahan. Jangan terlalu terpaku pada posisi tertentu, karena yang terpenting adalah kenyamanan dan kesenangan kedua pasangan.
Selain itu, menjaga keharmonisan dalam hubungan juga sangat penting. Jangan jadikan program kehamilan sebagai beban, tetapi tetap nikmati setiap momen bersama pasangan. Stres dan tekanan justru dapat menghambat kesuburan, jadi tetaplah santai, komunikatif, dan saling mendukung selama proses ini.
4. Gaya Hidup Sehat & Hal yang Perlu Dihindari
Menerapkan gaya hidup sehat sebelum dan selama program hamil bisa membantu meningkatkan peluang kehamilan. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga dapat menjaga kesehatan tubuh dan mendukung kesuburan, asalkan tidak berlebihan.
Menjaga berat badan ideal juga penting, karena kelebihan atau kekurangan berat badan dapat mengganggu ovulasi. Selain itu, pola makan seimbang dengan konsumsi buah, sayuran, protein, dan biji-bijian dapat meningkatkan hormon kesuburan.
Mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung asam folat sangat disarankan untuk membantu ovulasi dan mendukung perkembangan janin sejak awal kehamilan. Sebaliknya, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari karena bisa menghambat peluang hamil.
Batasi konsumsi kafein maksimal satu hingga dua cangkir kopi per hari, hindari alkohol, serta berhenti merokok karena dapat mengganggu keseimbangan hormon dan kualitas sperma.
Macam-Macam Tes Kesuburan yang Diperlukan
Tes kesuburan dilakukan untuk mengetahui penyebab sulit hamil, baik pada wanita maupun pria. Berikut beberapa jenis tes yang biasanya diperlukan:
1. Tes Kesuburan untuk Pria
- Analisis sperma: Mengecek jumlah, bentuk, dan gerakan sperma.
- Tes darah hormon: Mengukur kadar hormon yang berperan dalam produksi sperma, seperti testosteron dan FSH.
- Tes genetik: Menganalisis apakah ada kelainan genetik yang memengaruhi kesuburan.
- USG testis: Melihat kondisi skrotum dan testis untuk mencari penyebab masalah kesuburan.
- Tes urin setelah ejakulasi: Mengecek apakah ada sperma dalam urine, yang bisa menandakan masalah ejakulasi mundur.
2. Tes Kesuburan untuk Wanita
- Tes darah hormon: Mengecek keseimbangan hormon yang berpengaruh pada produksi sel telur, seperti progesteron, estradiol, TSH, dan prolaktin.
- Tes cadangan sel telur (AMH): Mengukur jumlah sel telur melalui tes darah dan USG transvaginal, biasanya untuk program bayi tabung (IVF).
- Tes genetik: Mendeteksi kelainan gen yang bisa memengaruhi kesuburan.
- USG panggul: Melihat kondisi rahim dan ovarium, termasuk apakah ada kista atau miom.
- Sonohisterogram: Memeriksa bagian dalam rahim untuk mencari penyebab infertilitas.
- HSG (Histerosalpingografi): Mengecek apakah ada penyumbatan di saluran tuba yang bisa menghambat kehamilan.
- Histeroskopi: Memasukkan kamera kecil ke dalam rahim untuk pemeriksaan lebih detail.
Baca Juga: 14 Cara Mempersiapkan Kehamilan Sebelum Menikah
Rencanakan Kehamilan dengan Ciputra IVF
Merencanakan kehamilan dengan perencanaan yang tepat dapat meningkatkan peluang keberhasilan. Ciputra IVF hadir untuk membantu mewujudkan impian memiliki buah hati melalui berbagai layanan unggulan. Mulai dari program hamil, bayi tabung (IVF), inseminasi buatan (IUI), hingga pemeriksaan kesuburan, semua dilakukan dengan teknologi medis terkini dan didukung oleh tim dokter spesialis yang berpengalaman.
Pelajari lebih lanjut tentang layanan Ciputra IVF dan temukan solusi terbaik untuk perjalanan kehamilan Anda.
Telah direview oleh dr. Adrian Setiawan, Sp.OG
Source:
- The Bump. How to Get Pregnant Fast, According to Experts. November 2025.
- Cleveland Clinic. Fertility Tests. November 2025.
- Cleveland Clinic. Infertility. November 2025.