Ciri Keputihan Saat Masa Subur Wanita dan Awal Kehamilan

Keputihan Masa Subur

Ciri Keputihan Saat Masa Subur Wanita dan Awal Kehamilan

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina dan berfungsi untuk menjaga kebersihan serta kelembapan area intim. Ada beberapa ciri keputihan masa subur, yaitu biasanya lebih banyak, berwarna bening hingga putih telur, elastis, dan tidak berbau.  

Keputihan adalah hal yang normal dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari sistem alami tubuh untuk membersihkan vagina. Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan tidak menyebabkan gatal atau nyeri.

Sebaliknya, keputihan yang tidak normal bisa berwarna kuning, hijau, atau keabu-abuan, berbau tidak sedap, serta muncul rasa gatal atau nyeri yang mengganggu. Lantas, seperti apa ciri-ciri keputihan masa subur yang normal? Yuk, ketahui penjelasannya di bawah ini!

Seperti Apa Keputihan Saat Masa Subur dan Awal Kehamilan?

Saat memasuki masa subur, keputihan mengalami perubahan yang signifikan. Dari yang awalnya kental atau bertekstur seperti krim, jadi keputihan putih susu, lebih encer, bening atau berwarna putih, serta elastis seperti putih telur mentah.

Tekstur yang licin dan basah ini bertujuan untuk memudahkan sperma bergerak menuju rahim dan bertemu sel telur sehingga meningkatkan peluang kehamilan. Biasanya, keputihan subur ini mulai muncul beberapa hari sebelum ovulasi dan akan semakin banyak serta lebih licin menjelang pelepasan sel telur.

Setelah ovulasi, jumlah keputihan umumnya berkurang. Perubahan ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat selama ovulasi.

Hormon ini membuat leher rahim lebih lembut dan sedikit terbuka, serta mengubah tekstur lendir serviks agar lebih mendukung proses pembuahan. Sementara itu, pada awal kehamilan, keputihan juga mengalami perubahan.

Setelah implantasi, yaitu saat sel telur yang telah terbuahi menempel pada dinding rahim, lendir serviks cenderung menjadi lebih kental, jernih, dan lengket. Beberapa wanita juga mengalami bercak implantasi, yang biasanya terjadi sekitar 6 hingga 12 hari setelah pembuahan.

Bercak ini lebih ringan daripada darah menstruasi.  Selama minggu-minggu pertama kehamilan, warna dan tekstur keputihan bisa berubah menjadi lebih putih atau kekuningan atau terkenal sebagai leukorrhea.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, jumlah keputihan saat hamil bisa meningkat sebagai bagian dari mekanisme tubuh untuk melindungi rahim dari infeksi.

Baca Juga: Cara Mengetahui Masa Tidak Subur Wanita, Kenali Ciri-Cirinya

Ciri-Ciri Lendir Serviks Subur pada Setiap Siklus

Lendir serviks mengalami perubahan sepanjang siklus menstruasi terpengaruhi oleh fluktuasi hormon. Berikut adalah tahapan perubahan lendir serviks dalam satu siklus menstruasi:  

  • Saat Menstruasi: Lendir serviks tidak terlihat karena tertutup oleh aliran darah menstruasi. Pada fase ini, kemungkinan untuk hamil sangat rendah.  
  • Setelah Menstruasi: Biasanya, selama 3-4 hari setelah menstruasi, hampir tidak ada lendir serviks yang keluar. Fase ini dikenal sebagai dry days atau hari-hari kering. Jika siklus menstruasi panjang, ini bisa menjadi masa yang relatif aman dari kehamilan.  
  • Menjelang Ovulasi: Seiring dengan pematangan sel telur, tubuh mulai memproduksi lebih banyak lendir. Lendir pada tahap ini biasanya berwarna putih, kekuningan, atau agak keruh dengan tekstur yang lengket atau kental. Lendir ini bisa terasa di area vagina selama sekitar 3-5 hari. Pada tahap ini, tingkat kesuburan meningkat, tetapi belum mencapai puncaknya.  
  • Tepat Sebelum dan Saat Ovulasi: Inilah fase paling subur dalam siklus menstruasi. Ciri-ciri wanita sedang masa subur lendir serviks menjadi bening, licin, dan elastis seperti putih telur mentah, serta bisa ditarik di antara jari-jari. Keputihan di masa subur berlangsung sekitar 4 hari, dan peluang untuk hamil berada pada titik tertinggi.  
  • Setelah Ovulasi: Setelah sel telur dilepaskan, jumlah lendir serviks berkurang drastis. Lendir kembali menjadi lebih keruh, lengket, dan akhirnya menghilang, kembali ke fase dry days yang berlangsung sekitar 11-14 hari hingga menstruasi berikutnya mulai. Fase ini umumnya sebagai masa yang lebih aman untuk berhubungan tanpa risiko tinggi kehamilan.  

Setelah siklus selesai, menstruasi akan kembali terjadi, dan perubahan lendir serviks akan berulang sesuai dengan pola ini.

Baca Juga: Ciri dan Penyebab Masa Tidak Subur Wanita

Cara Cek Keputihan yang Subur

Untuk mengetahui apakah keluar lendir masa subur, periksa lendir serviks setidaknya sekali sehari. Dimulai sehari setelah menstruasi berakhir.

Mencatat perubahan harian atau menggunakan aplikasi pemantau siklus bisa membantu memahami pola keputihan.  Berikut cara memeriksa keputihan yang subur:  

  • Setelah buang air kecil, bersihkan area vagina dengan tisu untuk menghilangkan sisa urine karena dapat memengaruhi tampilan keputihan.  
  • Tepuk-tepuk area tersebut dengan tisu dan perhatikan apakah ada lendir yang terlihat.  
  • Cuci tangan, lalu masukkan satu jari sekitar setengah inci ke dalam vagina.  
  • Tarik jari keluar dan perhatikan warna, tekstur, serta konsistensinya.  
  • Jika lendir bening, tipis, licin, berair, dan dapat meregang, itu adalah tanda keputihan tanda ovulasi yang mendukung pembuahan.  

Beberapa faktor dapat memengaruhi lendir serviks sehingga penting untuk memantau pola dan konsistensinya. Keputihan juga bisa berubah setelah berhubungan intim karena campuran sperma, sabun, atau pelumas.

Sebagian orang menghasilkan lendir subur dalam jumlah sedikit atau tidak sama sekali yang bisa menandakan gangguan ovulasi, seperti PCOS atau berat badan terlalu rendah. Menjelang menopause, ovulasi berkurang, dan pada beberapa wanita, cadangan sel telur menurun lebih cepat sehingga menyebabkan ovulasi tidak teratur atau berhenti.

Baca Juga: Ciri-Ciri Wanita Subur untuk Tingkatkan Kehamilan

Periksa Kesuburan di Ciputra IVF

Jika ingin mengetahui kondisi kesuburan, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesuburan di Ciputra IVF. Dengan teknologi modern dan tim dokter yang berpengalaman, Ciputra IVF menyediakan pemeriksaan lengkap untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan.

Hasil pemeriksaan ini dapat menjadi langkah awal dalam merencanakan kehamilan dengan lebih tepat dan mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Telah direview oleh  dr. Novitrian Eka Putra, SpOG, SubsFER, MH, DMAS, FIVF 

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 29 Januari, 2026
Dipublikasikan 29 Januari, 2026
Tags: