31 Mar Daftar Makanan yang Menjadi Pantangan untuk Kesuburan Pria
Ada beberapa pantangan makanan untuk kesuburan pria yang sebaiknya Anda hindari karena dapat menurunkan kualitas sperma, seperti makanan tinggi lemak trans, alkohol, dan daging olahan. Menghindari makanan tersebut penting agar produksi sperma tetap optimal dan peluang memiliki keturunan lebih besar.
Kesuburan pria sering kali kurang mendapat perhatian, padahal perannya sama pentingnya dengan kesuburan wanita dalam proses kehamilan. Banyak pasangan yang kesulitan memiliki anak tanpa menyadari bahwa faktor gaya hidup, termasuk pola makan, bisa menjadi penyebabnya.
Ternyata, apa yang terkonsumsi sehari-hari oleh pria bisa memengaruhi kualitas sperma, baik dari segi jumlah, bentuk, maupun pergerakannya. Maka dari itu, penting bagi pria untuk mulai memperhatikan makanan yang Anda konsumsi agar kesuburan tetap terjaga.
Pantangan Makanan untuk Kesehatan Sperma dan Kesuburan
Bila Anda sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mulai memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh. Berikut beberapa pantangan makanan untuk kesuburan pria yang sebaiknya Anda hindari:
1. Daging Olahan (Processed Meats)
Daging olahan seperti sosis, bacon, salami, daging asap, dan hot dog merupakan makanan yang mengganggu kesuburan pria. Meski memiliki cita rasa yang banyak orang sukai, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan secara berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan sperma.
Kandungan lemak jenuh dan kolesterol dalam daging olahan berpotensi menurunkan konsentrasi sperma dan mengganggu kemampuan sperma dalam bergerak sehingga bisa dikatakan makanan yang dilarang saat promil. Sebuah studi dari Harvard menyebutkan bahwa pria yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah rendah memiliki peluang keberhasilan kehamilan lebih tinggi daripada dengan yang mengonsumsinya secara rutin.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, sebaiknya memilih sumber protein dari unggas atau ikan yang telah terbukti dapat meningkatkan kualitas sperma.
Baca Juga: Bahaya Minum Soda untuk Kesuburan Pria, Apa Dampaknya?
2. Paparan Pestisida dan BPA (Bisphenol A)
Pestisida dan BPA bukan termasuk makanan, tetapi keduanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang Anda konsumsi. Pestisida sering terdapat pada sayur dan buah, serta bisa terkandung dalam daging dan ikan yang terpapar air tercemar.
Sementara itu, BPA merupakan zat kimia yang umum pada kemasan makanan dan minuman, terutama dalam wadah plastik dan kaleng, dan dapat berpindah ke makanan. Kedua zat ini termasuk ke dalam kelompok senyawa yang dapat meniru hormon estrogen (xenoestrogen) sehingga berisiko mengganggu keseimbangan hormon reproduksi pada pria.
Akibatnya, produksi sperma dapat menurun secara signifikan. Bahkan, beberapa senyawa kimia serupa juga dapat berasal dari peralatan memasak anti lengket. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan asal makanan dan bahan yang Anda gunakan dalam proses memasak sehari-hari.
3. Produk Susu Tinggi Lemak
Produk susu memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak semuanya mendukung kesuburan pria. Olahan susu tinggi lemak seperti susu full cream, keju, mentega, dan krim dapat menurunkan kualitas sperma.
Hasil penelitian terhadap 189 pria usia 18–22 tahun menunjukkan bahwa konsumsi produk susu tinggi lemak berkaitan dengan bentuk sperma yang tidak normal serta pergerakan sperma yang menurun.
Bahkan, konsumsi tiga porsi produk susu tinggi lemak setiap hari dapat berdampak negatif terhadap kualitas sperma secara keseluruhan.
Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa pria yang mengonsumsi lebih dari tiga potong keju per hari memiliki risiko gangguan kesuburan yang lebih tinggi. Sebaliknya, produk susu rendah lemak seperti susu skim cenderung berkaitan dengan konsentrasi sperma yang lebih tinggi dan pergerakan yang lebih baik.
4. Buah dan Sayuran
Asupan buah dan sayuran memiliki peran penting dalam mendukung kesuburan pria. Dalam studi terhadap 250 pria yang menjalani analisis sperma di klinik fertilitas, mereka yang mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan cenderung memiliki jumlah sperma lebih tinggi serta pergerakan sperma lebih baik daripada dengan yang mengonsumsi lebih sedikit.
Hal ini karena ada kandungan antioksidan tinggi dalam makanan nabati, seperti vitamin C, koenzim Q10, dan likopen. Antioksidan berperan dalam melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif dan membantu meningkatkan vitalitasnya.
Beberapa studi juga mencatat bahwa pria yang rutin mengonsumsi kacang-kacangan mengalami peningkatan yang signifikan pada kualitas sperma.
Baca Juga: Intip 3 Manfaat Jus Tomat untuk Kesuburan Pria
5. Lemak Trans
Lemak trans banyak dalam industri makanan karena dapat memperpanjang masa simpan produk. Namun, berbagai penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa konsumsi lemak trans berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Selain itu, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kadar lemak trans yang tinggi dalam tubuh pria berkaitan dengan penurunan konsentrasi sperma. Lemak trans umumnya terdapat dalam makanan seperti kue-kue kemasan, margarin, dan olahan gorengan Oleh karena itu, menghindari makanan tinggi lemak trans merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan sperma dan mendukung kesuburan pria.
6. Produk Olahan Kedelai
Makanan yang tidak baik untuk sperma selanjutnya adalah produk olahan kedelai. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi produk kedelai dalam jumlah tinggi cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah.
Produk kedelai seperti susu kedelai, tahu, tempe, burger nabati, dan protein bar mengandung isoflavon, yaitu senyawa alami yang memiliki efek mirip hormon estrogen. Asupan isoflavon yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon pria dan berdampak negatif terhadap produksi sperma.
Studi dari Harvard juga menemukan bahwa konsumsi isoflavon berlebihan, terutama pada pria yang mengalami kelebihan berat badan, berhubungan dengan penurunan jumlah sperma. Meskipun kedelai merupakan sumber protein nabati yang baik, bagi pria yang sedang berusaha meningkatkan kesuburan, sebaiknya konsumsi produk kedelai dibatasi atau hindari sementara waktu.
7. Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria dengan menurunkan kadar testosteron serta jumlah sperma. Selain itu, alkohol dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, yang pada akhirnya berdampak negatif pada kualitas sperma secara keseluruhan.
Oleh karena itu, untuk menjaga kesuburan yang optimal, sangat disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol.
Makanan yang Bagus untuk Kesuburan Pria
Ada beberapa jenis makanan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma dan mendukung fungsi reproduksi yang optimal. Berikut adalah beberapa pilihan makanan yang bagus untuk sperma:
1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan kesuburan pria. Sebuah penelitian pada tahun 2012 menunjukkan bahwa konsumsi 75 gram kacang kenari per hari dapat meningkatkan vitalitas, pergerakan, dan morfologi sperma (bentuk normal) pada pria muda yang sehat dengan pola makan ala Barat.
Kacang-kacangan kaya akan mikronutrien yang penting untuk perkembangan dan fungsi sperma, serta mengandung antioksidan alami dan asam lemak esensial yang mendukung kesehatan reproduksi. Beberapa jenis kacang yang sering Anda konsumsi antara lain almond, kacang brasil, kacang mete, hazelnut, pecan, kacang pinus, pistachio, dan kenari.
2. Bayam dan Sayuran Hijau Lainnya
Menambahkan lebih banyak sayuran hijau ke dalam diet sangat dianjurkan karena sayuran ini kaya akan folat yang merupakan mikronutrien penting dalam proses sintesis DNA. Folat berperan dalam meningkatkan kualitas sperma.
Selain bayam, brokoli, kubis brussel, dan kacang polong juga merupakan sumber folat yang baik dan mudah untuk dimasukkan dalam menu makanan sehari-hari.
3. Daging Tanpa Lemak
Meskipun daging olahan bisa berdampak negatif pada kesuburan, daging tanpa lemak, terutama daging merah dapat memberikan manfaat bagi kesuburan pria. Hal ini karena daging merah mengandung zinc dalam jumlah yang cukup tinggi yang sangat butuh untuk menjaga kesehatan sperma.
Beberapa studi menunjukkan bahwa kekurangan zinc dapat menjadi faktor risiko yang signifikan untuk kualitas sperma yang rendah dan infertilitas pria yang tidak diketahui penyebabnya. Zinc sangat penting untuk menjaga kualitas sperma dan mendukung fungsi reproduksi yang sehat.
4. Omega 3
Sperma pria yang sehat dan subur memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang lebih tinggi. Asam lemak esensial ini (EFA) berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dan memperbaiki kualitas sperma.
Sumber terbaik omega-3 dapat ditemukan pada ikan berlemak seperti makarel, salmon, dan sarden. Bagi yang menjalani pola makan vegetarian, alternatif sumber omega-3 lainnya termasuk biji chia, biji rami, kenari, edamame, kacang ginjal, minyak kedelai, serta rumput laut dan alga.
5. Suplemen Kesuburan Pria
Penting untuk mengonsumsi suplemen yang berbasis bukti ilmiah yang kuat. Banyak suplemen yang beredar di pasaran tidak didukung oleh bukti klinis yang memadai dan sering mempromosikan penggunaan antioksidan kuat untuk meningkatkan kesuburan.
Namun, berdasarkan tinjauan terbaru tentang penggunaan antioksidan untuk subfertilitas pria, tidak ditemukan peningkatan signifikan dalam tingkat kehamilan atau kelahiran hidup.
Baca Juga: Kapan Waktu Tepat untuk Tes Kesuburan Pria dan Wanita?
Periksa Kesuburan di Ciputra IVF
Jika Anda ingin mengetahui kondisi kesuburan Anda lebih lanjut, tes kesuburan pria di Ciputra IVF adalah pilihan yang tepat. Tes ini membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan dan memberikan panduan yang jelas untuk langkah-langkah selanjutnya.
Telah direview oleh dr. Novitrian Eka Putra, SpOG, SubsFER, MH, DMAS, FIVF
Source:
- UChicago Medicine. Don’t Make The Mistake of Letting a Diet Kill Sperm. Maret 2026.
- IVF Clinic. Surrogacy vs IVF. Maret 2026.
Tim Konten Medis





