Beranda

Kegiatan

Roadshow Bayi Tabung Ciputra IVF di Cilegon

fertility talk bayi tabung cilegon

Seminar Fertility Talk Ciputra IVF kembali digelar di Cilegon sebagai seminar ke-3 yang diikuti oleh 23 pasangan dengan tema “Mengatasi Gangguan Sperma & Sel Telur Dengan Program Kehamilan Bayi Tabung” pada Selasa (14/04/2026). Acara ini berlangsung di The Royale Krakatau Hotel pukul 10.00–12.00 WIB dengan menghadirkan dr. Diah Sartika H., Sp.OG, Subsp, F.E.R sebagai narasumber.

Selama seminar, peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar program kehamilan yang sedang mereka jalani. Suasana berlangsung interaktif karena setiap pertanyaan dijawab langsung oleh dokter sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan sehingga pembahasan menjadi lebih jelas dan personal.

Diskusi dan Sesi Tanya Jawab Bersama Dokter 

Sesi tanya jawab berlangsung menjadi momen utama dalam acara ini. Berikut beberapa rangkuman pertanyaan dari peserta dan penjelasan dari dr. Diah Sartika H., Sp.OG, Subsp, F.E.R.:

1. Siklus Haid & AMH

Pertanyaan:
Apakah siklus haid di bawah 28 hari itu normal? Lalu, apakah kadar AMH bisa naik atau justru turun setiap tahun?

Jawaban Dokter:
Siklus haid normal berada pada kisaran 24–30 hari, mulai dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya. Tidak semua perdarahan berarti haid, yang biasanya dapat terlihat dari penggunaan pembalut sekitar 2–3 kali sehari, dan jika kurang dari 24 hari sebaiknya periksa. Sementara itu, kadar AMH akan menurun seiring bertambahnya usia, bahkan bisa berkurang sekitar 6% setiap tahun.

2. Program Setelah Promil & Pertimbangan IVF

Pertanyaan:
Sudah menikah 8 tahun, pernah promil dan pemeriksaan, tetapi hasilnya berbeda-beda. Usia 38 tahun, apakah perlu IVF dan PGT-A?

Jawaban Dokter:
Hasil pemeriksaan perlu dilihat secara menyeluruh terlebih dahulu. Di usia di atas 38 tahun, inseminasi masih bisa dilakukan, tetapi tingkat keberhasilannya rendah, sekitar 5–10%. Jika cadangan sel telur sudah menurun, sebaiknya lakukan IVF. PGT-A juga bisa membantu mengecek kondisi genetik embrio sebelum tertanamkan.

fertility talk bayi tabung cilegon

3. Pola Makan & Kualitas Sperma

Pertanyaan:
Apakah tidak suka ikan atau seafood mempengaruhi sperma? Lalu bagaimana dengan pekerjaan yang sering naik motor jarak jauh?

Jawaban Dokter:
Kualitas sperma dapat Anda jaga dengan asupan gizi seimbang dari makanan seperti ayam, daging, dan sayuran. Selain itu, tetap menjaga gaya hidup sehat, olahraga rutin, dan istirahat saat perjalanan jauh juga penting.

4. Miom & Pengaruh ke Kehamilan

Pertanyaan:
Apakah miom punya gejala? Apakah bisa mengganggu kehamilan? Dan apakah obat tertentu mempengaruhi sperma atau sel telur?

Jawaban Dokter:
Miom bisa menimbulkan gejala seperti haid yang banyak, terutama jika tumbuh ke dalam rahim. Pengaruhnya tergantung ukuran dan letaknya, jika tidak mengganggu rahim kehamilan masih memungkinkan. Namun jika besar (lebih dari 4cm) dan mengganggu, biasanya perlu tindakan, dan obat umumnya tidak mempengaruhi sperma atau sel telur jika sesuai dosis.

5. Riwayat Kemoterapi & Azoospermia

Pertanyaan:
Sudah menikah 9 tahun, pernah kemoterapi dan operasi varikokel, serta terdiagnosis azoospermia. Program apa yang disarankan?

Jawaban Dokter:
Pada kondisi seperti ini, program yang paling disarankan adalah bayi tabung (IVF) karena jumlah sperma sangat sedikit sehingga tidak memungkinkan untuk inseminasi. Sebelum menjalani IVF, sebaiknya memperbaiki gaya hidup selama 2–3 bulan untuk membantu meningkatkan kualitas sperma.

6. Gangguan Sperma & Siklus Haid Tidak Teratur

Pertanyaan:
Bagaimana tingkat gangguan sperma? Dan apa yang harus saya lakukan jika haid tidak teratur serta ada penebalan dinding rahim?

Jawaban Dokter:
Kondisi perlu dokter lihat dari kedua pasangan, bukan hanya satu pihak. Penebalan dinding rahim bisa memengaruhi proses ovulasi. Langkah awal yang sebaiknya Anda lakukan adalah memperbaiki pola hidup sebelum menentukan program kehamilan selanjutnya.

7. Haid Tidak Teratur Setelah Menikah

Pertanyaan:
Setelah menikah haid jadi tidak teratur dan muncul kram. Apakah harus menunggu 1 tahun untuk periksa?

Jawaban Dokter:
Perubahan berat badan dan pola hidup bisa mempengaruhi siklus haid. Jika sudah menjaga pola hidup sehat tetapi haid tetap tidak teratur, tidak perlu menunggu 1 tahun untuk periksa.

Edukasi Sebelum Melakukan Program Hamil 

Melalui Fertility Talk ini, peserta mendapatkan pemahaman bahwa gangguan kesuburan pada pria maupun wanita memiliki kondisi yang berbeda-beda dan tidak selalu langsung membutuhkan tindakan bayi tabung. Evaluasi medis tepat, edukasi yang cukup, serta konsultasi langsung dengan dokter menjadi langkah awal penting sebelum menentukan program kehamilan paling sesuai.

Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan atau menghadapi kendala pada sperma maupun sel telur, mengikuti Fertility Talk Ciputra IVF dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih jelas dan terarah. Dengan edukasi yang tepat, pasangan dapat mengambil keputusan program kehamilan dengan lebih tenang dan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Baca Artikel Seputar Bayi Tabung

Cek kondisi kesuburan dalam 1 menit

Jawab beberapa pertanyaan singkat dan dapatkan hasil personal dari tim dokter kesuburan

Info Biaya Program IVF

Isi form singkat, tim kami akan menghubungi Anda dengan informasi biaya terkini.

Cek Kesuburan Anda

Gunakan tools interaktif kami untuk memahami kondisi kesuburan Anda.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim Ciputra IVF mendampingi kami setiap hari. Persiapan yang mereka berikan sangat membantu mental kami.”

— Sarah & Andi