19 Jan Mengenal Varikokel dan Dampaknya pada Kesuburan Pria
Apa itu varikokel? Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum yang dapat mengganggu kesuburan pria. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau gangguan pada produksi sperma.
Pernahkah Anda mendengar tentang varikokel? Meskipun jarang dibicarakan, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan reproduksi pria.
Varikokel terjadi ketika pembuluh darah di dalam skrotum melebar, mirip dengan varises pada kaki. Banyak pria tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya karena sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Namun, bagi sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan berpengaruh pada kesuburan. Lalu, apa penyebabnya? Bagaimana cara mendeteksinya? Dan yang paling penting, apakah kondisi ini bisa diatasi? Mari kita bahas lebih dalam agar Anda lebih memahami kondisi ini.
Apa Itu Varikokel?
Skrotum adalah kantung kulit yang berisi testis dan juga mengandung pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah ke organ reproduksi. Jika ada kelainan pada pembuluh darah di dalam skrotum, bisa terjadi varikokel.
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum, tepatnya pada jaringan pembuluh darah yang disebut pampiniform plexus. Kondisi ini mirip dengan varises yang terjadi pada kaki, hanya saja kondisi ini terjadi di area skrotum.
Bentuk varikokel seperti kumpulan cacing atau benang yang berkelok di sekitar testis. Varikokel bisa memengaruhi produksi serta kualitas sperma yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan masalah kesuburan.
Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan penyusutan ukuran testis. Penyakit varikokel sebenarnya cukup umum terjadi. Perkirakan sekitar 15% pria dewasa mengalaminya, dan sekitar 35% pria yang mengalami infertilitas primer juga memiliki varikokel.
Kondisi ini lebih sering pada pria berusia 15 hingga 25 tahun. Biasanya, kondisi ini terbentuk saat masa pubertas dan lebih sering terjadi di sisi kiri skrotum.
Hal ini karena adanya perbedaan struktur pembuluh darah antara sisi kanan dan kiri. Meskipun kondisi ini bisa terjadi di kedua sisi skrotum, kasus seperti ini sangat jarang. Cara mengetahui apakah Anda varikokel adalah dengan memeriksa apakah ada pembengkakan pada skrotum yang terasa seperti benang berkelok, kemudian memastikan diagnosis melalui pemeriksaan dokter atau USG.
Baca Juga: Mengenal Proses Spermatogenesis pada Sistem Reproduksi Pria
Apakah Varikokel Berdampak Pada Kesuburan Pria?
Ya, varikokel bisa berdampak pada kesuburan pria. Diperkirakan sekitar 40% kasus infertilitas pria berkaitan dengan varikokel.
Namun, tidak semua pria dengan kondisi ini mengalami kesulitan untuk memiliki anak. Para ahli masih belum sepenuhnya memahami bagaimana varikokel memengaruhi kesuburan.
Salah satu kemungkinan adalah peningkatan suhu di dalam skrotum akibat penumpukan darah di pembuluh vena. Suhu yang lebih tinggi ini bisa berdampak pada kedua testis sehingga memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.
Meskipun bukan kondisi yang mengancam nyawa, dalam kasus yang sangat jarang, varikokel bisa menjadi kondisi yang lebih serius. Jika kondisi ini terjadi di sisi kanan skrotum dan bukan di kiri, ada kemungkinan hal tersebut karena adanya massa atau kelainan di area perut. ‘
Penyebab Varikokel
Varikokel terjadi karena adanya gangguan pada aliran darah di dalam skrotum. Normalnya, testis mendapatkan darah kaya oksigen melalui arteri, dan darah yang sudah tidak mengandung oksigen akan kembali ke jantung melalui vena.
Di dalam skrotum, terdapat jaringan pembuluh darah kecil yang disebut pampiniform plexus yang bertugas mengalirkan darah dari testis ke vena utama. Jika aliran darah di pembuluh ini terganggu, vena dapat melebar dan akhirnya membentuk varikokel.
Penyebab varikokel belum sepenuhnya dipastikan, tetapi salah satu faktor utamanya adalah kerusakan atau kelemahan pada katup pembuluh darah vena. Katup ini seharusnya menjaga aliran darah tetap satu arah menuju jantung dan mencegah darah mengalir balik.
Jika katup tidak berfungsi dengan baik, darah bisa tertahan di dalam vena dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh tersebut. Tekanan inilah yang membuat pembuluh vena membesar dan memicu terjadinya varikokel, terutama di sisi kiri skrotum yang memang memiliki tekanan aliran darah lebih tinggi.
Terkait kebiasaan PMO, hingga saat ini belum ada bukti medis yang menyatakan bahwa PMO secara langsung menyebabkan varikokel. Namun, aktivitas yang meningkatkan tekanan di area perut dan skrotum secara berlebihan dapat memperburuk kondisi varikokel pada orang yang sudah memiliki faktor risiko sebelumnya.
Jalur aliran darah di sisi kiri lebih panjang dan memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan sisi kanan. Akibatnya, darah lebih mudah tertahan di area tersebut sehingga pembuluh vena membesar dan membentuk varikokel.
Gejala Varikokel
Varikokel pada pria biasanya tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Namun, dalam beberapa kasus, gejala yang mungkin dirasakan antara lain:
- Rasa nyeri atau tidak nyaman di skrotum, yang cenderung semakin terasa saat berdiri lama atau beraktivitas, tetapi berkurang saat berbaring.
- Pembengkakan di sekitar testis atau skrotum.
- Testis yang terkena varikokel bisa mengecil daripada yang sehat.
- Kesulitan memiliki anak meskipun sudah mencoba selama satu tahun atau lebih.
- Muncul benjolan kecil di atas testis yang terkena varikokel.
Baca Juga: Vasektomi Kontrasepsi Pria untuk Mencegah Kehamilan
Cara Mengatasi Varikokel
Cara menyembuhkan varikokel tergantung pada tingkat keparahannya. Jika varikokel masih ringan dan tidak menimbulkan gangguan berarti, ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah, seperti:
- Tidak perlu pengobatan: Jika varikokel tidak menimbulkan rasa sakit atau masalah kesuburan, tidak perlu tindakan apa pun.
- Menyesuaikan kebiasaan sehari-hari: Hindari aktivitas yang membuat skrotum terasa tidak nyaman, seperti berdiri terlalu lama.
- Kompres dingin: Menempelkan es atau kantong es yang dibungkus kain ke area skrotum dapat membantu meredakan nyeri. Pastikan tidak menempelkan es langsung ke kulit dan gunakan selama maksimal 15 menit agar tidak menyebabkan iritasi.
- Minum obat pereda nyeri: Jika nyeri terasa mengganggu, obat seperti ibuprofen atau naproxen bisa membantu meredakannya. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
- Operasi varikokel (varikoselektomi): Dalam prosedur ini, dokter akan menutup pembuluh darah yang bermasalah agar aliran darah teralihkan ke pembuluh darah yang lebih sehat. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi keluhan serta meningkatkan peluang memiliki keturunan.
Baca Juga: Apa Penyebab Kemandulan pada Pria? Kenali Ciri-Cirinya
Komplikasi Varikokel yang Harus Diwaspadai
Varikokel yang berukuran besar bisa menimbulkan gangguan kesuburan azoospermia, yaitu kondisi di mana tidak ada sperma dalam air mani, sehingga meningkatkan risiko infertilitas pada pria.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai varikokel, kesuburan, atau sedang merencanakan program bayi tabung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim ahli di Ciputra IVF. Ciputra IVF siap membantu Anda dengan informasi dan solusi terbaik untuk mendukung perjalanan Anda menuju kehamilan.
Telah direview oleh dr. Widya Juwita, M.Biomed, Sp.And
Source:
- Mayo Clinic. Varicocele. Januari 2026.
- Hopkins Medicine. Varicocele. Januari 2026.