Apa Penyebab Kemandulan pada Pria? Kenali Ciri-Cirinya

kemandulan pada pria

Apa Penyebab Kemandulan pada Pria? Kenali Ciri-Cirinya

Penyebab kemandulan pada pria bisa dari banyak faktor, mulai dari ketidakseimbangan hormon, gaya hidup tidak sehat, hingga menandakan suatu penyakit. Bila kondisi ini dibiarkan membuat produksi sperma akan menurun serta testis berbentuk abnormal. 

Infertilitas atau kemandulan adalah ketidakmampuan pasangan untuk memiliki anak meskipun telah melakukan hubungan seksual aktif. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah sistem reproduksi. Lantas, apa ciri-ciri dan penyebab pria tidak subur? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya.

Ciri-ciri Kemandulan pada Pria

Setiap pria memiliki ciri-ciri kemandulan yang berbeda. Sebab, ada yang menimbulkan gejala dan bahkan ada yang tidak mengalaminya. Namun, beberapa tanda umum yang dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesuburan pada pria meliputi:

  • Masalah dengan fungsi seksual, seperti kesulitan dengan ejakulasi atau volume cairan yang dikeluarkan kecil, dorongan seksual yang berkurang, atau kesulitan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).
  • Nyeri, pembengkakan, atau benjolan di area testis.
  • Infeksi saluran pernapasan berulang.
  • Pertumbuhan abnormal payudara (ginekomastia).
  • Penurunan pertumbuhan rambut wajah atau tubuh atau tanda-tanda lain dari kelainan kromosom atau hormonal.
  • Jumlah sperma lebih rendah dari normal (kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani atau total jumlah sperma kurang dari 39 juta per ejakulasi).

Baca Juga: 9 Kebiasaan yang Menurunkan Kesuburan Pria dan Wanita

Penyebab Kemandulan pada Pria

Kemandulan pada pria dapat disebabkan berbagai faktor fisik, hormonal, lingkungan, dan gaya hidup. Berikut adalah beberapa penyebab pria mengalami infertilitas yang harus diwaspadai:

1. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon testosteron adalah hormon seks pria yang memiliki peran penting dalam regulasi fungsi reproduksi dan perkembangan seksual. Ketidakseimbangan hormon, terutama rendahnya produksi hormon testosteron, dapat berdampak negatif pada produksi sperma dan fungsi reproduksi.

Penyebab ketidakseimbangan hormonal bisa beragam, termasuk gangguan pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di otak, penyakit kelenjar tiroid, obesitas, diabetes, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

2. Infeksi

Terjadinya infeksi pada testis, epididimis (saluran yang menghubungkan testis dan vas deferens), atau prostat dapat menyebabkan kemandulan pada pria.

Infeksi ini dapat mengganggu produksi sperma, motilitas sperma, dan kualitas sperma secara keseluruhan. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya, dan pengobatan tepat waktu sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut.

3. Varikokel

Varikokel adalah kondisi di mana pembuluh darah di dalam skrotum melebar atau membengkak. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah yang tidak normal ke testis, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi produksi sperma. Varikokel sering kali tidak menimbulkan gejala yang parah, tetapi dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma, pengurangan jumlah sperma, dan masalah kesuburan. Biasanya operasi diperlukan untuk mengatasi varikokel yang lebih serius.

4. Gangguan Ejakulasi

Gangguan ejakulasi melibatkan masalah dengan proses ejakulasi, di mana sperma dilepaskan dari penis saat mencapai orgasme. Dua jenis gangguan ejakulasi yang umum adalah ejakulasi retrograde dan ejakulasi dini.

  • Ejakulasi Retrograde: Ini terjadi ketika semen mengalir kembali ke kandung kemih daripada keluar melalui penis selama orgasme. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan saraf atau kondisi medis tertentu, seperti diabetes.
  • Ejakulasi Dini: Ini adalah kondisi di mana seorang pria ejakulasi terlalu cepat selama aktivitas seksual, seringkali sebelum pasangannya mencapai orgasme. Hal ini dapat menghambat kemampuan untuk mencapai kehamilan jika ejakulasi terjadi sebelum sperma memiliki kesempatan untuk mencapai saluran reproduksi wanita.

5. Tumor

Penyebab kemandulan pada pria selanjutnya adalah tumor. Tumor pada organ reproduksi atau kelenjar endokrin seperti testis, kelenjar pituitari, atau kelenjar adrenal dapat mengganggu produksi hormon yang diperlukan untuk fungsi reproduksi normal. Tumor pada testis juga dapat merusak jaringan yang memproduksi sperma, mengurangi jumlah dan kualitas sperma yang dihasilkan.

6. Cacat Kromosom

Gangguan genetik atau cacat kromosom dapat memengaruhi produksi sperma dan kesuburan. Contoh yang paling umum adalah sindrom Klinefelter, di mana seorang pria memiliki satu atau lebih kromosom X tambahan.

Hal ini dapat menyebabkan rendahnya produksi testosteron dan kualitas sperma yang buruk. Selain itu, gangguan pada kromosom Y juga dapat memengaruhi perkembangan organ reproduksi dan fungsi reproduksi secara keseluruhan.

Baca Juga: 5 Tes Kesuburan Pria yang Harus Diketahui untuk Program Hamil

7. Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang memengaruhi usus kecil ketika seseorang mengonsumsi gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan jelai. Penderita penyakit celiac memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan usus kecil, mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, dan vitamin D.

Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Gangguan penyerapan nutrisi yang disebabkan oleh penyakit celiac dapat memengaruhi produksi sperma dan fungsi reproduksi pada pria.

8. Penyumbatan Tabung Sperma

Saluran sperma yang tersumbat (saluran deferens) dapat terjadi karena kelainan bawaan atau peradangan. Penyumbatan ini dapat menghambat pergerakan sperma dari testis ke penis, sehingga sperma tidak dapat mencapai sel telur untuk pembuahan. Penyebab kemandulan pada pria ini bisa terjadi di berbagai bagian saluran sperma dan dapat menyebabkan kesulitan dalam mencapai kehamilan.

9. Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan memiliki efek samping yang dapat menjadi penyebab kemandulan pada pria. Misalnya, penggunaan obat kemoterapi untuk mengobati kanker dapat merusak sel-sel reproduksi dan mengganggu produksi sperma.

Penggunaan steroid jangka panjang juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berdampak negatif pada kualitas sperma. Selain itu, obat-obatan antihipertensi tertentu juga telah dikaitkan dengan masalah kesuburan pada pria.

10. Masalah Hubungan Seksual

Konflik, stres, atau masalah lain dalam hubungan seksual antara pasangan dapat berdampak negatif pada kemampuan untuk mencapai kehamilan. Ketegangan dalam hubungan dapat mengganggu komunikasi, keintiman, dan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual, yang semuanya penting dalam usaha untuk hamil.

Baca juga: Apakah Kista Memengaruhi Kesuburan Wanita?

11. Operasi Sebelumnya

Penyebab kemandulan pada pria berikutnya adalah riwayat operasi. Operasi yang pernah dilakukan pada daerah panggul, skrotum, atau organ reproduksi pria bisa berpengaruh pada kualitas sperma atau aliran darah menuju organ reproduksi. Operasi semacam ini bisa mencakup operasi hernia, pengangkatan kista, atau prosedur lainnya yang melibatkan organ reproduksi.

12. Merokok dan Zat Adiktif

Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan penggunaan zat adiktif lainnya memiliki dampak buruk pada kesehatan umum, termasuk kesehatan reproduksi. Nikotin dan bahan kimia dalam rokok dapat merusak struktur dan fungsi sperma. Selain itu, alkohol dan zat adiktif lainnya dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan kerusakan genetik pada sperma.

13. Testis Tidak Turun (Kriptorkismus)

Kriptorkismus adalah kondisi di mana satu atau kedua testis tidak turun dari perut ke dalam skrotum seperti yang seharusnya terjadi sebelum kelahiran. Testis normalnya berada di dalam skrotum, di luar tubuh, untuk menjaga suhu yang lebih rendah yang diperlukan untuk produksi sperma yang sehat.

Jika testis tidak turun sepenuhnya atau tidak turun sama sekali, mereka mungkin terkena suhu tubuh yang lebih tinggi sehingga merusak produksi sperma. Kriptorkismus dapat memengaruhi kesuburan dan juga meningkatkan risiko masalah testis lainnya, seperti kanker testis. Pengobatan mungkin melibatkan pembedahan untuk menurunkan testis ke dalam skrotum.

14. Masalah Antinodi (Autoimun pada Sperma)

Masalah antinodi terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh di mana tubuh mulai menghasilkan antibodi yang secara keliru menyerang komponen tubuh sendiri, dalam hal ini, sperma. Pada beberapa pria, sistem kekebalan tubuh dapat mengenali sperma sebagai benda asing dan memproduksi antibodi untuk melawannya. Antibodi ini kemudian dapat mengikat dan merusak sperma, menghambat pergerakan mereka, atau bahkan mencegah pertemuan dengan sel telur. Ini dapat menghambat kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dan menyebabkan kemandulan.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Kesuburan? Simak Jawabannya!

Jika Anda atau seseorang yang dikenal mengalami masalah kesuburan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis reproduksi. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan tes untuk mengidentifikasi penyebab dan memberikan saran tentang opsi pengobatan atau langkah-langkah yang dapat diambil.

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesuburan pria dan wanita di Ciputra IVF. Layanan pemeriksaan kesuburan untuk pria lengkap mulai dari pengujian air mani hingga genetik. Kunjungi Ciputra IVF untuk konsultasi secara langsung dengan dokter.

Telah direview oleh Dr. dr. Sudirmanto, Sp.OG, SubSp-FER

Sumber:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 8 Juli, 2024
Dipublisikan 8 Juli, 2024
Tags: