Mengenal Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin)

Kondiloma Akuminata

Mengenal Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin)

Kondiloma akuminata atau kutil kelamin adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Gejalanya bisa berupa muncul benjolan daging kecil atau bintik kecil seperti kembang kol di area genital, anus, atau mulut. Umumnya kutil ini tidak berasa gatal, namun pada beberapa orang bisa menyebabkan nyeri, perih, hingga mudah berdarah saat bergesekan.

Gejala Kondiloma Akuminata

Kondiloma akuminata biasanya tampak seperti benjolan kecil di kulit dengan permukaan kasar dan berwarna sama dengan kulit atau keabu-abuan. Pada area genital, bentuknya sering menyerupai kembang kol, meski ada juga yang tampak datar dan tidak menonjol.

Umumnya kutil kelamin tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi pada beberapa orang bisa menimbulkan keluhan tertentu. Ciri-ciri kondiloma akuminata yang dapat muncul antara lain:

  • Perdarahan ringan
  • Sensasi panas atau terbakar
  • Rasa tidak nyaman di area genital
  • Gatal atau iritasi pada area kelamin

Beberapa kutil berukuran sangat kecil sehingga sulit terlihat. Namun, biasanya kutil tetap bisa Anda raba atau terasa dan dalam beberapa kasus dapat muncul berkelompok, membesar, atau berbentuk seperti bertangkai.

Baca Juga: Kenali Infertilitas pada Wanita

Penyebab Kondiloma Akuminata

Penyebab kondiloma akuminata pada pria maupun wanita dapat bervariasi, salah satunya karena virus HPV. Terdapat sekitar 30 hingga 40 jenis HPV khusus memengaruhi alat kelamin.

Namun, hanya beberapa jenis yang menyebabkan kutil kelamin. Kutil kelamin mudah menyebar melalui kontak kulit saat berhubungan seksual, baik melalui vagina, anus, dan oral.

Virus penyebab kondiloma akuminata yang menyerang organ reproduksi berbeda dengan area mulit, bibir, dan lidah. Kutil kelamin biasanya akan hilang dengan seiringnya waktu tanpa menimbulkan komplikasi atau masalah kesehatan lainnya. Penyebab utama kutil kelamin berasal dari virus.

Baca Juga: Ovarium Adalah: Kenali Fungsinya dalam Sistem Reproduksi

Cara Penularan Kondiloma Akuminata

Bagaimana cara penularan kondiloma akuminata atau kutil kelamin? Virus kutil kelamin dapat tertularkan meskipun tidak terlihat adanya kutil yang muncul.

Banyak penderita kutil yang tidak memiliki gejala, tetapi masih bisa menularkannya. Alangkah baiknya untuk melakukan tes lebih dulu sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Cara penularan kondiloma akuminata atau kutil kelamin dapat melalui:

  • Kontak kulit ke kulit, termasuk hubungan seks vaginal dan anal
  • Berbagi mainan seks yang tidak steril
  • Melakukan seks oral, tetapi ini jarang terjadi
  • Virus dapat menular dari ibu ke bayi, tetapi jarang terjadi

Kutil kelamin tidak dapat tertular melalui berciuman dan berbagi handuk atau peralatan makan. Penularan dapat berkurang atau terhenti dengan cara:

  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks
  • Tidak berbagi mainan seks yang telah dipakai, mainan seks harus dicuci bersih

Penularan kutil kelamin dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali, sehingga perlu berhati-hati.

Keterkaitan Penyakit Kutil Kelamin terhadap Kesuburan Wanita dan Pria

Kutil kelamin dapat Anda kenali dengan kemunculan polip kecil pada kulit atau jaringan tubuh. Kutil kelamin dominan menyerang pada wanita.

Namun, tidak menutup kemungkinan bagi para pria untuk terkena. Apakah memiliki kutil kelamin mampu memengaruhi kesuburan seseorang? Jika kutil kelamin telah diderita dalam waktu yang lama dan juga semakin membesar, maka akan menimbulkan penyumbatan pada vulva.

Penyumbatan vulva ini dapat mempengaruhi kegiatan seksual penderita, seperti mengganggu jalur sperma untuk bisa mendekati leher rahim. Pada kasus ini, penderita akan mengalami kemandulan atau kesulitan memiliki anak.

Namun, pada taraf yang normal, penyakit kutil kelamin ini tidak dapat menyebabkan komplikasi masalah kesehatan serius. Biasanya, kutil kelamin dapat menghilang dengan sendirinya atau menggunakan obat yang dokter anjurkan.

Baca Juga: Keputihan Tanda Hamil Seperti Apa?

Kondilomata Akuminata atau Kutil Kelamin yang Terjadi pada Ibu Hamil

Kondilomata akuminata atau kutil kelamin yang terjadi pada ibu hamil tidak selalu memengaruhi sang bayi. Ketika seorang ibu memiliki riwayat HPV, kutil kelamin sebaiknya rutin melakukan pap smear untuk mengevaluasi kesehatan reproduksi. HPV biasanya tidak memengaruhi ibu hamil atau bayi yang belum lahir. Namun, dokter akan memantau terhadap pertumbuhan sel yang tidak biasa pada fase kehamilan.

Selain itu, beberapa wanita lebih mudah mengembangkan kutil kelamin di saat kehamilannya. Jika sang ibu memiliki infeksi kutil kelamin aktif selama kehamilan, kutil biasanya akan tumbuh lebih besar dari biasanya. Bagi sebagian besar ibu hamil, hal ini dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil. Kutil kelamin yang membesar dapat menyebabkan pendarahan saat melahirkan.

Namun, sangat jarang kutil kelamin diturunkan kepada bayi mereka. Menurut beberapa penelitian, kutil kelamin belum terbukti dalam meningkatkan risiko keguguran atau masalah persalinan. Kutil kelamin besar yang mengganggu persalinan dapat dihilangkan dengan tiga cara, yaitu:

  • Membekukan kutil dengan nitrogen cair
  • Pembedahan menghilangkan kutil
  • Menggunakan arus laser untuk membakar kutil

Semua penanganan tersebut harus dilakukan dengan cara dan pengawasan dari dokter.

Cara Mengatasi Kutil Kelamin

Cara mengobati kondiloma akuminata bisa menggunakan obat oles atau tindakan medis, tergantung dari ukuran, jumlah, dan letak kutil. Penanganannya sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter agar aman dan hasilnya maksimal.

1. Pengobatan dengan Obat Oles

Obat oles bekerja langsung di area kutil untuk membantu menghilangkannya secara bertahap. Berikut beberapa jenis obatnya:

  • Imiquimod: Krim ini membantu tubuh melawan virus penyebab kutil kelamin dengan memperkuat daya tahan tubuh. Selama krim masih menempel, sebaiknya hindari hubungan seksual karena bisa mengiritasi pasangan dan mengurangi efektivitas kondom.Efek samping yang bisa muncul antara lain perubahan warna kulit, kulit melepuh, pegal-pegal, ruam, batuk, dan mudah lelah.
  • Podophyllin dan podofilox: Podophyllin biasanya dioleskan langsung oleh tenaga medis untuk menghancurkan jaringan kutil. Podofilox memiliki cara kerja serupa, tetapi bisa digunakan sendiri di rumah sesuai petunjuk dokter.Obat ini tidak boleh digunakan di bagian dalam tubuh dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Efek sampingnya bisa berupa iritasi ringan, luka kecil, dan rasa perih.
  • Asam trikloroasetat: Cairan ini bekerja dengan cara “membakar” kutil hingga kutil terlepas dengan sendirinya. Obat kondiloma akuminata ini juga bisa digunakan untuk kutil yang berada di bagian dalam, tetapi harus oleh tenaga medis.Efek samping yang mungkin dirasakan adalah perih, iritasi ringan, dan nyeri sementara.
  • Sinecatechins: Salep ini digunakan untuk kutil kelamin di area luar tubuh dan sekitar anus. Penggunaannya rutin dan hasilnya muncul secara bertahap.Efek sampingnya dapat berupa gatal, rasa panas, nyeri, dan perubahan warna kulit.

Perlu diingat, obat penghilang kutil yang dijual bebas di toko atau apotek tidak boleh digunakan di area kelamin karena bisa menyebabkan iritasi berat.

2. Tindakan Medis atau Operasi

Jika kutil berukuran besar, jumlahnya banyak, atau tidak membaik dengan obat, dokter mungkin menyarankan tindakan medis. Pada ibu hamil, tindakan ini juga bisa dilakukan untuk mencegah penularan ke bayi saat persalinan.

Beberapa pilihan tindakan medis yang umum dilakukan antara lain:

  • Pembekuan (krioterapi): Kutil dibekukan dengan nitrogen cair hingga terbentuk lepuhan, lalu kutil akan lepas saat kulit sembuh. Prosedur ini bisa menimbulkan nyeri dan bengkak sementara.
  • Pembakaran dengan listrik (elektrokauter): Kutil akan hancur menggunakan arus listrik. Setelah tindakan, biasanya terasa perih dan sedikit bengkak.
  • Pemotongan kutil: Kutil diangkat langsung dengan alat medis dan dilakukan dengan bius agar tidak terasa sakit. Setelahnya, mungkin muncul nyeri ringan di area bekas tindakan.
  • Terapi laser: Laser untuk menghancurkan kutil yang sulit diobati atau jumlahnya banyak. Metode ini biasanya lebih mahal dan dapat menimbulkan nyeri serta bekas luka.

Cara Mencegah Kutil Kelamin

Salah satu cara utama mencegah kutil kelamin adalah dengan vaksin HPV. Vaksin ini membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis HPV, termasuk yang bisa menyebabkan kutil kelamin dan kanker tertentu.

HPV memiliki banyak jenis, dan meskipun seseorang sudah terinfeksi salah satu jenisnya, vaksin tetap bermanfaat untuk melindungi dari jenis lain yang lebih berbahaya. Saat ini, vaksin HPV dokter anjurkan hingga usia 45 tahun sesuai anjuran tenaga kesehatan.

HPV merupakan infeksi menular seksual yang sangat umum dan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mengetahui apakah kamu memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin HPV.

Selain vaksin, perilaku seksual yang aman juga berperan penting dalam mencegah penularan HPV dan kutil kelamin. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Menggunakan kondom atau dental dam
  • Mendapatkan vaksin HPV
  • Melakukan tes IMS secara rutin dan pengobatan bila perlu
  • Memberi tahu pasangan jika memiliki HPV atau kutil kelamin
  • Setia pada satu pasangan atau membatasi jumlah pasangan seksual
  • Tidak melakukan douching

Kutil kelamin dapat memengaruhi kesuburan wanita dan pria jika terjadi penyumbatan pada vulva. Namun, tidak semua kasus memengaruhi kesuburan maupun kehamilan seorang wanita. Seseorang dapat menderita kutil kelamin lebih dari satu kali.

Pastikan Anda rutin memeriksakan kesehatan organ reproduksi untuk melakukan pemcegahan dan evaluasi penyakit. Dokter akan membantu mengatasi dan mengobati kutil kelamin jika sudah membesar serta mengganggu fungsi organ lainnya.

Telah direview oleh dr. Angelina Massaya Kusnadi

Source:

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 31 Juli, 2024
Dipublikasikan 4 September, 2023