Hindari 15 Pantangan Makanan Proses Bayi Tabung (IVF) Ini

pantangan makanan selama proses bayi tabung

Hindari 15 Pantangan Makanan Proses Bayi Tabung (IVF) Ini

Pantangan makanan selama proses bayi tabung (IVF) antara lain makanan mentah, tinggi kafein, alkohol, makanan cepat saji, dan seafood yang mengandung merkuri tinggi. Pola makan yang tidak tepat bisa memengaruhi kualitas sel telur, sperma, serta kesiapan rahim sehingga dapat menurunkan peluang keberhasilan program bayi tabung.

Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) adalah teknologi reproduksi berbantu di mana pembuahan sel telur dan sperma dilakukan di luar tubuh, lalu embrio yang sehat ditanamkan ke dalam rahim. Umumnya, proses ini berlangsung beberapa minggu hingga bulan, tergantung kondisi pasangan.

Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan program bayi tabung adalah konsumsi makanan yang kurang sehat. Agar peluang keberhasilan bayi tabung lebih besar, pola hidup sehat terutama pola makan sangat penting untuk Anda perhatikan. Nutrisi yang tepat membantu mempersiapkan tubuh, mendukung kualitas sel reproduksi, serta menjaga kondisi rahim agar siap menerima embrio.

Pantangan Makanan dan Minuman Selama Proses Bayi Tabung

Selama menjalani proses bayi tabung, ada beberapa pantangan makanan dan minuman yang perlu Anda hindari agar peluang keberhasilan tetap tinggi. Apa yang kita konsumsi bisa memengaruhi kualitas sel telur, sperma, hingga kondisi rahim, sehingga sangat penting menjaga asupan sehari-hari dengan lebih bijak.

Berikut beberapa pantangan makanan dan minuman selama proses bayi tabung:

1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung gula tinggi yang bisa memicu lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba. Kondisi ini berisiko menyebabkan diabetes tipe 2 yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi.

Diabetes dapat menurunkan peluang kehamilan karena memicu ketidakseimbangan hormon serta meningkatkan risiko komplikasi. Untuk menjaga kualitas embrio dan mendukung proses bayi tabung, sebaiknya hindari soda dan gantikan dengan jus buah segar.

2. Makanan Olahan

Makanan cepat saji seperti sosis, bacon, dan nugget adalah salah satu yang tidak boleh dimakan saat program hamil. Jenis makanan ini biasanya mengandung pengawet serta sisa hormon yang bisa menurunkan tingkat kesuburan. Bagi pria, konsumsi makanan ini juga dapat mengurangi produksi sperma dan memengaruhi pergerakannya.

Dengan menghindari makanan olahan, otomatis juga akan mengurangi asupan lemak jenuh dan trans yang tidak baik untuk tubuh. Tidak hanya daging olahan, makanan kalengan, roti kemasan, biskuit instan, hingga keripik juga sebaiknya Anda hindari, dan lebih baik diganti dengan masakan rumahan yang lebih sehat.

Baca juga: Pantangan Makanan Saat Program Hamil

3. Produk Berbahan Dasar Kedelai

Produk kedelai seperti susu kedelai, tahu, atau olahan lainnya sebaiknya Anda kurangi saat menjalani program bayi tabung. Hal ini karena kedelai dapat menimbulkan efek estrogen ringan yang bisa memengaruhi kesuburan, terutama pada pria.

Bagi pria dengan jumlah sperma yang rendah, konsumsi kedelai justru bisa makin menekan produksi sperma. Tanpa jumlah sperma yang cukup dan berkualitas baik, proses pembuahan dalam program bayi tabung bisa menjadi lebih sulit.

4. Alkohol

Mengonsumsi alkohol bisa menurunkan kesuburan baik pada pria maupun wanita sehingga sebaiknya Anda hindari selama program bayi tabung. Pada pria, alkohol dapat menurunkan jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma, sedangkan pada wanita bisa menghambat pematangan sel telur.

Jika sebelumnya sudah terbiasa minum alkohol, sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum memulai proses IVF. Riwayat konsumsi alkohol bisa memengaruhi perkembangan embrio, sehingga dokter mungkin memberikan penanganan tambahan agar pertumbuhan embrio tetap optimal.

5. Kopi

Kebiasaan minum kopi sebaiknya mulai Anda batasi saat menjalani bayi tabung karena kandungan kafein dapat memicu kegagalan implantasi dan meningkatkan risiko keguguran. Kafein juga bekerja sebagai stimulan yang dapat mengganggu sistem saraf.

Selain itu, kafein berlebih bisa menurunkan kualitas sel telur dan menghambat pematangan oosit. Anda sebaiknya tidak konsumsi kafein melebihi 200 mg per hari, serta perbanyak minum air putih agar tidak terlalu ketergantungan pada kopi.

6. Keju

Selama proses bayi tabung, makanan dengan keju lunak sebaiknya dihindari karena berisiko mengandung bakteri listeria. Bakteri ini berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan plasenta.

Infeksi listeria bisa menyebabkan keracunan darah dan membahayakan janin. Selain keju, sebaiknya hindari juga susu yang tidak dipasteurisasi dan produk olahan susu tinggi lemak.

Baca juga: Buah yang Dilarang untuk Promil

7. Telur, Daging, dan Ikan Mentah

Telur merupakan sumber nutrisi baik, tetapi harus dimasak hingga matang agar tidak membawa bakteri salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan dan berbahaya bagi janin.

Makanan berbahan telur mentah seperti mayones juga berisiko menimbulkan infeksi. Hal yang sama berlaku untuk daging atau ikan mentah, sehingga penting memastikan semua makanan dimasak dengan benar sebelum dikonsumsi.

8. Rokok

Merokok dapat merusak kualitas sperma, baik dari segi jumlah, bentuk, maupun DNA yang bisa menimbulkan risiko kelainan genetik. Hal ini tentu bisa menurunkan keberhasilan bayi tabung.

Bagi wanita, merokok juga bisa memengaruhi keseimbangan hormon dan kualitas sel telur. Karena itu, baik pria maupun wanita sebaiknya berhenti merokok agar peluang keberhasilan IVF lebih tinggi.

9. Ikan Tinggi Merkuri

Ikan memang baik karena kaya akan omega-3, tetapi tidak semua jenis bisa Anda konsumsi saat IVF. Beberapa ikan seperti hiu, king mackerel, dan ikan pedang memiliki kandungan merkuri tinggi yang bisa merusak kesehatan reproduksi.

Kandungan merkuri tidak hanya berdampak pada kualitas sel telur, tetapi juga produksi sperma. Untuk lebih aman, pilih ikan rendah merkuri seperti salmon, sarden, atau trout.

10. Gandum Olahan

Makanan dari gandum olahan seperti roti putih, nasi putih, dan pasta sebaiknya Anda batasi selama program bayi tabung. Jenis makanan ini bisa meningkatkan kadar gula darah yang berisiko menyebabkan resistensi insulin.

Resistensi insulin dapat mengganggu keseimbangan hormon, menurunkan jumlah sel telur matang, serta mengurangi peluang embrio berkembang dengan baik. Sebagai gantinya, konsumsi gandum utuh seperti oatmeal, beras merah, quinoa, atau roti gandum.

Baca juga: Bolehkah Makan Nanas Saat Program Hamil?

11. Gula Olahan

Gula olahan cepat sekali dipecah tubuh dan bisa membuat kadar gula darah melonjak naik. Perubahan kadar gula ini bisa memengaruhi insulin, yang lama-kelamaan berisiko menimbulkan resistensi insulin.

Kondisi tersebut dapat berdampak buruk pada kesuburan karena hormon tidak seimbang, sehingga menurunkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Karena itu, sebaiknya batasi makanan atau minuman manis berlebihan.

12. Pemanis Buatan

Selama menjalani program bayi tabung, sebaiknya hindari pemanis buatan, terutama jenis seperti sakarin. Pemanis ini bisa memberikan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan reproduksi.

Jika terbiasa menggunakan pemanis, sebaiknya tanyakan kepada dokter pemanis alternatif yang lebih aman. Dengan begitu, kebutuhan rasa manis tetap terpenuhi tanpa mengganggu proses bayi tabung.

13. Telur Mentah

Makanan yang sebaiknya dihindari saat bayi tabung salah satunya adalah telur mentah. Telur mentah berisiko mengandung bakteri salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Karena itu, semua jenis makanan atau minuman yang menggunakan telur mentah, seperti adonan kue, salad Caesar, atau eggnog, sebaiknya dihindari.

Infeksi dari bakteri tersebut bisa membuat tubuh sakit dan tidak fit, sehingga berisiko menghambat proses bayi tabung. Jadi, pastikan telur selalu dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.

14. Lemak Jenuh

Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh diketahui dapat memengaruhi hasil program bayi tabung. Penelitian menunjukkan, wanita yang sering makan lemak jenuh memiliki jumlah sel telur matang lebih sedikit.

Selain itu, perkembangan sel embrio juga menjadi lebih lambat sehingga bisa menurunkan peluang keberhasilan. Maka dari itu, pilihlah sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun sebagai gantinya.

15. Seafood

Seafood memang kaya protein dan asam lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, jika dikonsumsi mentah atau setengah matang, risiko infeksi dari bakteri maupun parasit bisa meningkat dan membahayakan kesehatan ibu.

Beberapa jenis seafood juga mengandung merkuri cukup tinggi. Zat ini bisa mengganggu perkembangan janin dan berisiko menimbulkan masalah pada kehamilan jika tidak dibatasi sejak proses bayi tabung.

Baca juga: Larangan Hamil agar Tidak Keguguran

Makanan yang Bagus Selama Proses IVF

Berikut beberapa pilihan makanan dan minuman yang baik dikonsumsi selama proses IVF:

  • Ganti karbohidrat olahan dengan biji-bijian utuh seperti beras merah, quinoa, atau pasta gandum.
  • Pilih minuman herbal, air putih, atau jus buah alami sebagai pengganti kafein.
  • Hindari alkohol dan coba alternatif segar seperti mocktail atau air soda dengan buah segar.
  • Konsumsi ikan rendah merkuri atau sumber protein sehat lainnya seperti ayam, kalkun, dan kacang-kacangan.
  • Perbanyak buah, sayur, dan makanan segar untuk mengurangi konsumsi makanan olahan.
  • Batasi konsumsi kedelai berlebihan dan pilih sumber protein nabati lain seperti kacang merah, lentil, dan chickpea.

Jika Anda dan pasangan sedang merencanakan program bayi tabung atau IVF, Ciputra IVF bisa menjadi pilihan terpercaya untuk mendampingi perjalanan ini. Dengan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, Ciputra IVF berkomitmen memberikan layanan terbaik demi meningkatkan peluang keberhasilan.

Ciputra IVF menyediakan berbagai layanan mulai dari konsultasi kesuburan, pemeriksaan laboratorium, inseminasi, program bayi tabung (IVF), hingga layanan penunjang seperti konseling dan pendampingan psikologis. Semua dirancang agar Anda dan pasangan merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya diri dalam mewujudkan impian memiliki buah hati.

Source:

New Life Fertility Clinic. Foods To Avoid During IVF. Februari 2026

Apollo Fertility. Do I Need to Avoid any Foods During IVF Cycles?. Februari 2026

Mother Hood Fertility & IVF. Foods to Avoid during IVF Treatment. Februari 2026

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 19 Februari, 2026
Dipublikasikan 19 Februari, 2026