Roadshow Bayi Tabung Ciputra IVF di Kelapa Gading 

bayi tabung kelapa gading

Roadshow Bayi Tabung Ciputra IVF di Kelapa Gading 

Ciputra IVF kembali mengadakan acara edukasi kesehatan reproduksi bertajuk Fertility Talk Bayi Tabung di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acara kali ini diselenggarakan di Hotel 101 Urban Kelapa Gading, pada Jumat (17/1/2026). Seminar ini diikuti oleh 13 pasangan yang tengah merencanakan kehamilan atau sedang mempersiapkan program bayi tabung (IVF).

Acara berlangsung dari pukul 10.00–12.00 WIB dengan suasana yang kondusif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber.

Fertility Talk ini menghadirkan dr. Sudirmanto, Sp.OG, Subsp.F.E.R, dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi.

Dalam sesi utama, dr. Sudirmanto membawakan topik “Meningkatkan Peluang Kehamilan dengan Program Bayi Tabung”, yang membahas faktor-faktor penting penunjang keberhasilan IVF, mulai dari gaya hidup, tahapan medis, hingga kesiapan fisik dan mental pasangan.

Sesi Tanya Jawab

Salah satu sesi yang paling diminati adalah tanya jawab, di mana peserta dapat menyampaikan kekhawatiran dan kondisi masing-masing secara langsung.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta:

1. Konsumsi Kafein, Kista, Hidrosalping, dan Embrio Freezing

dr. Sudirmanto menjelaskan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan program hamil. Konsumsi kopi pada dasarnya tidak langsung merusak sperma, namun dapat mengganggu kualitas tidur. Jika menyebabkan sulit tidur atau jantung berdebar, kafein sebaiknya dikurangi agar hormon reproduksi tetap optimal.

Sementara itu, tidak semua kista perlu diangkat sebelum IVF. Kista yang jinak dan tidak mengganggu jalur pertemuan sperma dan sel telur umumnya cukup dipantau.

Untuk embrio freezing, target ideal biasanya sekitar 4 embrio hari ke-5 (blastocyst), yang kemudian dapat disimpan dan digunakan setelah rahim dipersiapkan secara optimal.

2. Tahapan Prosedur IVF dan Lama Prosesnya

Peserta juga mendapatkan penjelasan runtut mengenai proses IVF, mulai dari tahap persiapan dan screening, stimulasi ovarium selama 10–14 hari, hingga pengambilan sel telur (OPU). Secara umum, proses awal IVF membutuhkan waktu sekitar 4 minggu.

Jika dilakukan fresh embryo transfer, tes kehamilan dapat dilakukan dua minggu setelah transfer. Sedangkan pada frozen embryo transfer, persiapan rahim biasanya memerlukan waktu 1–2 bulan, tergantung kondisi masing-masing pasien.

3. Infertilitas Pria dan Peran Lifestyle

Menjawab pertanyaan seputar ejakulasi retrograde dan kesuburan pria, dr. Sudirmanto menekankan pentingnya pemeriksaan lanjutan ke dokter urologi. Pada kondisi tertentu, sperma dapat diambil langsung melalui prosedur medis dan disimpan untuk program IVF.

Selain itu, perbaikan gaya hidup, seperti berhenti merokok, tidur cukup, olahraga teratur, dan pola makan sehat, berperan besar dalam meningkatkan kualitas sperma.

Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Pasangan

Melalui Fertility Talk ini, Ciputra IVF berharap pasangan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai program bayi tabung serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi santai dan dokumentasi bersama, menandai komitmen Ciputra IVF dalam memberikan edukasi berkelanjutan dan pendampingan bagi pasangan pejuang garis dua.

Baca Artikel Bayi Tabung dan Kesuburan

Apa Itu Bayi Tabung? Ini Prosedur, Risiko, dan Biayanya

Kenali Ciri-Ciri Program Bayi Tabung yang Berhasil

Metode Bayi Tabung ICSI dan IMSI untuk Meningkatkan Peluang Kehamilan

Syarat Mengikuti Program Bayi Tabung agar Berhasil

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 21 Januari, 2026
Dipublikasikan 21 Januari, 2026