Cari Tahu Batas Usia Subur Wanita untuk Sukses Hamil
Usia subur wanita berada pada rentang usia 20 hingga pertengahan 30-an, yakni sekitar 35 tahun. Pada usia ini, kesuburan berada pada puncaknya dan peluang untuk......
No comment
DNA fragmentasi pada sperma terjadi ketika struktur DNA di dalam sperma mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres oksidatif, infeksi, gaya hidup tidak sehat, atau usia. DNA fragmentation index (DFI) adalah indikator untuk menentukan kualitas sperma, DFI ini mampu menilai seberapa besar kerusakan genetik pada sperma.
Indeks Fragmentasi DNA (DFI) mengukur persentase sperma yang memiliki DNA rusak dibandingkan dengan yang sehat. Semakin tinggi DFI, semakin tinggi tingkat kerusakan DNA pada sperma. Pemeriksaan DFI biasanya menggunakan metode seperti TUNEL assay atau SCSA (Sperm Chromatin Structure Assay), yang dapat mendeteksi tingkat kerusakan DNA pada sperma.
DNA Fragmentation bisa berpengaruh pada terhadap keberhasilan program hamil, karena dapat mempengaruhi fungsi sperma dalam sistem reproduksi. DNA fragmentasi yang tinggi dapat menyulitkan proses pembuahan. Jika sperma dengan DNA rusak membuahi sel telur, embrio yang dihasilkan mungkin memiliki kualitas rendah, sehingga mengurangi peluang kehamilan. DNA fragmentasi tinggi juga dikaitkan dengan risiko keguguran.
Uji SCSA merupakan pengujian DNA fragmentation index yang paling banyak digunakan. Nantinya, sperma dimasukkan ke dalam pewarna khusus untuk mengidentifikasi DNA yang rusak. Uji ini akan mendeteksi persentase spermatozoa yang proteinnya terurai (terdenaturasi) menggunakan flow cytometry. Hasil dari uji DNA fragmentation index ini menentukan tingkat kerusakan sperma. Semakin tinggi persentasenya, semakin tinggi pula tingkat kerusakan spermanya. Berikut ini adalah nilai dari DNA fragmentation index:

Penelitian menunjukkan bahwa tidak ejakulasi selama satu hari sebelum pengambilan sperma dapat mengurangi kerusakan DNA pada sperma. Hal ini karena sperma yang terlalu lama berada di dalam tubuh bisa mengalami kerusakan protein yang mempengaruhi DNA. Namun, jika dibandingkan dengan pantang selama lima hari, sperma yang dihasilkan setelah pantang satu hari memiliki lebih banyak sperma yang belum matang, yang bisa menghasilkan zat berbahaya (ROS) untuk menghancurkan sperma matang.
Vitamin C, vitamin E, dan zinc adalah antioksidan yang membantu melindungi sperma dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Beberapa metode modern bisa membantu mengurangi kerusakan DNA pada sperma, seperti:
Layanan Pemeriksaan DNA Fragmentasi Index (DFI) di Ciputra IVF adalah tes yang bertujuan untuk mengevaluasi kualitas DNA pada sperma. Pemeriksaan ini penting dalam konteks kesuburan pria karena fragmentasi DNA sperma yang tinggi bisa memengaruhi keberhasilan program kehamilan, termasuk IVF.
Pemeriksaan DNA Fragmentation Index (DFI) di Ciputra IVF memiliki kisaran biaya sekitar Rp 2.200.000. Biaya ini sudah termasuk pemeriksaan kualitas sperma secara lengkap, termasuk deteksi kerusakan DNA pada sperma.
Untuk mendapatkan layanan DNA Fragmentation di Ciputra IVF bisa langsung datang ke Ciputra IVF Citra Garden City, Jakarta Barat & Ciputra IVF, Lotte Avenue, Kuningan. Anda juga bisa menghubungi nomor berikut ini +62 803-3216-0204 untuk buat janji konsultasi dokter.

Layanan Lainnya:
Artikel Lainnya:
Usia subur wanita berada pada rentang usia 20 hingga pertengahan 30-an, yakni sekitar 35 tahun. Pada usia ini, kesuburan berada pada puncaknya dan peluang untuk......
No commentKeputihan adalah cairan yang keluar dari vagina dan berfungsi untuk menjaga kebersihan serta kelembapan area intim. Ada beberapa ciri keputihan masa subur, yaitu biasanya lebih banyak,......
No commentMakanan penyubur kandungan meliputi sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, kacang-kacangan, ikan berlemak seperti salmon, telur, buah beri, serta biji-bijian utuh. Makanan ini kaya akan......
No commentEfek samping obat penyubur kandungan dapat bervariasi, mulai dari perubahan hormon, gangguan siklus haid, hingga risiko kehamilan kembar. Oleh karena itu, penggunaan obat ini harus......
No commentAutoimun dapat memengaruhi kesuburan karena sistem imun yang menyerang sel tubuh sendiri dapat mengganggu fungsi organ reproduksi. Dampak autoimun pada kesuburan bisa berupa gangguan ovulasi,......
No comment