
27 Agu Inilah Kisaran Biaya Inseminasi Buatan
Biaya inseminasi buatan tergantung dengan klinik atau rumah sakit yang Anda pilih. Namun, rata-rata harga terendah sekitar Rp4 juta dan tertinggi sekitar Rp9 juta.
Inseminasi buatan adalah solusi bagi pasangan yang menghadapi kesulitan hamil secara alami, sebelum mencoba program bayi tabung yang umumnya lebih kompleks. Proses ini relatif cepat dan biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit per sesi dengan kesempatan sukses yang bervariasi antara 10% hingga 20% per siklus dan hal ini menjadi salah satu kelebihan inseminasi buatan.
Apakah Anda dan pasangan sedang merencanakan melakukan metode ini? Yuk, simak informasi biaya inseminasi buatan di bawah ini!
Berapa Biaya Inseminasi Buatan di Rumah Sakit dan Klinik?
Biaya program inseminasi buatan di rumah sakit dan klinik bervariasi. Umumnya, prosedur ini tidak tertanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga biaya harus Anda tanggung sendiri oleh pasangan yang menjalani.
Di rumah sakit maupun klinik di Indonesia, harga inseminasi buatan terendah mulai dari sekitar Rp2,5 juta sedangkan harga tertinggi bisa mencapai Rp9,6 juta tergantung fasilitas dan layanan. Jika Anda memilih klinik dengan layanan khusus, seperti Ciputra IVF biayanya mulai dari Rp4,9 juta.
Klinik ini terkenal dengan pelayanan yang berkualitas tinggi dan memiliki pengalaman dalam menangani masalah kesuburan. Biaya ini mencakup prosedur inseminasi serta beberapa layanan tambahan yang mungkin dokter perlukan selama proses.
Perbedaan biaya ini sering kali karena beberapa faktor-faktor, seperti fasilitas yang tersedia, pengalaman dokter, dan jenis perawatan tambahan. Rumah sakit atau klinik dengan fasilitas lebih lengkap biasanya memiliki harga yang lebih tinggi.
Bagi Anda dan pasangan yang mempertimbangkan inseminasi buatan, penting untuk mempertimbangkan semua faktor ini dan memilih tempat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Pilihan biaya yang lebih rendah mungkin menawarkan layanan dasar, sementara opsi yang lebih mahal biasanya mencakup perawatan yang lebih lengkap.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Inseminasi Buatan (IUI)?
Proses Inseminasi Buatan
Untuk peluang keberhasilan, rata-rata inseminasi buatan pada manusia memiliki tingkat keberhasilan sekitar 10–20% per siklus. Persentase ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada usia, kondisi kesehatan reproduksi pasangan, serta kualitas sperma dan sel telur yang dimiliki.
Proses inseminasi buatan melibatkan beberapa langkah untuk memastikan sperma ditempatkan dengan tepat di dalam rahim. Berikut adalah penjelasan setiap langkahnya:
1. Berbaring di Tempat Tidur
Pasien akan dokter minta untuk berbaring di tempat tidur pemeriksaan. Posisi ini memungkinkan dokter untuk melakukan prosedur dengan lebih mudah dan memastikan pasien dalam posisi yang nyaman selama proses berlangsung.
2. Penggunaan Spekulum
Dokter akan menggunakan alat bernama spekulum untuk membuka serta melebarkan saluran vagina. Ini penting agar dokter dapat melihat dan mengakses pintu rahim dengan jelas.
3. Pemasukan Kateter Berisi Sperma
Setelah vagina diperlebar, dokter akan memasukkan kateter yang berisi sperma ke dalam vagina. Kateter ini kemudian diarahkan melalui pintu rahim (serviks) menuju rahim.
4. Penyemprotan Sperma ke Dekat Tuba Falopi
Sperma akan disemprotkan ke dalam rahim, dekat dengan tuba falopi. Tujuannya adalah untuk memastikan sperma berada di lokasi yang tepat untuk berpotensi bertemu dengan sel telur.
5. Berbaring Setelah Prosedur
Pasien akan berbaring selama beberapa waktu. Ini membantu sperma tetap berada di tempat yang tepat di dalam rahim. Setelah itu, dokter akan melepaskan kateter dan spekulum dengan hati-hati.
Siapa Saja yang Boleh Melakukan Inseminasi Buatan?
Inseminasi buatan merupakan solusi bagi pasangan yang menghadapi tantangan dalam meraih kehamilan. Namun, tidak semua orang bisa melakukan metode ini. Berikut kriteria yang boleh melakukan inseminasi buatan:
1. Gangguan Kesuburan yang Tidak Dapat Dijelaskan
Pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil tanpa adanya penyebab yang jelas dapat memilih inseminasi buatan. Prosedur ini sering digunakan ketika pemeriksaan medis tidak menemukan alasan spesifik untuk ketidaksuburan.
2. Endometriosis Ringan
Wanita dengan endometriosis ringan, yaitu kondisi di mana jaringan mirip endometrium tumbuh di luar rahim, bisa menjadi kandidat untuk inseminasi buatan. Ini karena endometriosis ringan mungkin tidak sepenuhnya menghalangi kehamilan tetapi dapat mempengaruhi kesuburan.
Baca Juga: Tujuan Inseminasi Buatan (IUI) dalam Program Hamil
3. Gangguan pada Serviks atau Lendir Serviks
Jika seorang wanita memiliki masalah dengan serviks atau lendir serviks yang menghalangi sperma untuk mencapai rahim, inseminasi buatan dapat membantu dengan menempatkan sperma langsung ke dalam rahim, melewati kendala tersebut.
4. Jumlah Sperma yang Rendah
Pria dengan jumlah sperma yang rendah (oligospermia) dapat memilih inseminasi buatan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Prosedur ini membantu dengan memasukkan sperma langsung ke rahim, sehingga meningkatkan kemungkinan sperma bertemu dengan sel telur.
5. Penurunan Motilitas Sperma
Jika sperma memiliki motilitas rendah (kesulitan bergerak), inseminasi buatan bisa menjadi solusi. Prosedur ini memfokuskan sperma yang lebih aktif langsung ke dalam rahim, memudahkan proses pembuahan.
6. Gangguan Ejakulasi atau Ejakulasi Dini
Pria dengan gangguan ejakulasi, seperti ejakulasi dini atau kesulitan dalam ejakulasi, mungkin menggunakan inseminasi buatan. Ini membantu dengan menghindari masalah saat berhubungan seksual dan memastikan sperma tetap dapat dibawa ke rahim.
7. Kesulitan untuk Melakukan Hubungan Intim
Pasangan yang mengalami kesulitan dalam melakukan hubungan intim karena cacat fisik atau kondisi medis lainnya dapat memilih inseminasi buatan. Prosedur ini memungkinkan pembuahan tanpa memerlukan hubungan seksual langsung.
8. Salah Satu Pasangan Mengidap Penyakit Infeksi Menular
Jika salah satu pasangan mengidap penyakit infeksi menular, seperti HIV, inseminasi buatan untuk mengurangi risiko penularan penyakit ke pasangan lainnya dan meningkatkan peluang kehamilan yang aman.
9. Mengidap Alergi Sperma
Beberapa wanita mungkin mengalami alergi terhadap sperma yang dapat menyebabkan reaksi alergi saat kontak. Inseminasi buatan dapat membantu dengan mengurangi risiko reaksi alergi dan memungkinkan pasangan untuk memiliki anak.
Baca Juga: Waspadai, Ini Penyebab Inseminasi Buatan Gagal
Inseminasi Buatan Ciputra IVF
Ciputra IVF menawarkan layanan inseminasi buatan yang dirancang membantu pasangan menghadapi tantangan kesuburan dengan pendekatan yang profesional dan teknologi terkini.
Klinik ini menyediakan fasilitas modern dan tim medis berpengalaman untuk memastikan proses inseminasi dilakukan dengan aman dan efektif. Dengan berbagai layanan yang disesuaikan untuk kebutuhan individu, Ciputra IVF berkomitmen untuk mendukung Anda dalam perjalanan menuju kehamilan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur inseminasi buatan dan bagaimana Ciputra IVF dapat membantu Anda, kunjungi halaman ini.
Telah direview oleh Dr. dr. Sudirmanto, Sp.OG, SubSp-FER
Source:
- Mayo Clinic. Intrauterine Insemination (IUI). Agustus 2025.
- Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA). Intrauterine insemination (IUI). Agustus 2025.