Ciri-Ciri Haid Tidak Normal dan Gangguan Penyakitnya

ciri-ciri haid tidak normal

Ciri-Ciri Haid Tidak Normal dan Gangguan Penyakitnya

Ciri-ciri haid tidak normal bisa berupa siklus terlalu pendek atau panjang, perdarahan sangat banyak atau sedikit, nyeri hebat, hingga haid yang sering terlambat atau tidak datang sama sekali. Penyebabnya bisa terjadi karena gangguan seperti PCOS, endometriosis, miom, gangguan hormon, atau masalah pada tiroid.

Remaja putri sering mengalami masalah haid tidak teratur dengan perdarahan banyak yang disebut dysfunction uterine bleeding (DUB). Kondisi ini biasanya terjadi karena ovarium tidak melepaskan sel telur sehingga haid bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau lebih deras dari normal.

Gangguan menstruasi yang sering dialami lainnya adalah amenore (tidak haid), oligomenore (haid jarang lebih dari 35 hari sekali), dan menoragia (darah haid sangat banyak). Selain itu ada juga haid yang berlangsung lebih dari delapan hari serta dismenore atau nyeri hebat saat haid.

Ciri-Ciri Menstruasi yang Tidak Normal

Menstruasi pada dasarnya punya pola yang cukup teratur, mulai dari jarak antar siklus, lamanya darah keluar, hingga jumlah darah yang keluar setiap bulan. Kalau ada perbedaan yang jauh dari normal, hal ini bisa jadi tanda menstruasi yang tidak normal.

1. Jarak Siklus Menstruasi

Siklus haid biasanya dihitung dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya, normalnya antara 21–37 hari. Kalau haid datang terlalu sering kurang dari 21 hari disebut polimenorea, sedangkan bila haid telat lebih jarang dari 37 hari disebut oligomenorea.

Jika haid tidak muncul sama sekali hingga 90 hari atau lebih, kondisi ini disebut amenorea. Situasi seperti ini perlu diperhatikan karena bisa mengganggu kesehatan reproduksi.

Baca juga: Penyebab Telat Haid 1 Minggu

2. Lama Haid Berlangsung

Haid normal umumnya berlangsung selama 3–5 hari, tapi masih dianggap normal kalau berlangsung sampai 7 hari. Kalau lebih dari 7 hari, kondisi ini disebut metroragia atau perdarahan berkepanjangan.

Metroragia bisa berupa darah yang terus keluar tanpa berhenti atau muncul lagi di tengah siklus sebelum haid berikutnya. Baik perdarahan yang berlanjut maupun terputus-putus sama-sama dianggap tidak normal.

3. Jumlah Darah yang Keluar

Ciri-ciri menstruasi yang berbahaya juga bisa terlihat dari jumlah darah haid pada setiap siklusnya. Rata-rata jumlah darah yang keluar saat haid sekitar 30–50 ml per siklus, meski sulit Anda ukur secara pasti. Kalau jumlahnya terlalu banyak sampai diperkirakan lebih dari 90 ml, kondisi ini disebut menoragia atau hipermenorea.

Sebaliknya, kalau darah yang keluar sangat sedikit hingga kurang dari 30 ml, kondisi ini disebut hipomenorea. Perubahan jumlah darah yang keluar ini bisa jadi petunjuk adanya gangguan menstruasi.

4. Warna Darah Haid

Warna darah menstruasi yang normal adalah merah terang hingga kecoklatan. Sedangkan warna darah haid yang tidak normal umumnya adalah keabu-abuan, kehijauan, atau oranye cerah. Hal ini bisa menandakan adanya infeksi bakteri atau penyakit menular seksual. Jika mengalaminya, segera berkonsultasi pada dokter.

Baca juga: Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur

Penyakit yang Berkaitan dengan Haid Tidak Normal

Haid yang tidak teratur bukan hanya soal siklus atau jumlah darah, tapi juga bisa jadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Beberapa kondisi medis ini bisa memengaruhi pola haid dan sering menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.

1. Metroragia (Perdarahan di Luar Haid)

Metroragia adalah kondisi saat muncul perdarahan di luar jadwal haid, bisa berupa bercak ringan sampai perdarahan banyak. Penyebab kondisi ini bisa karena ketidakseimbangan hormon, fibroid, polip, hingga infeksi pada rahim.

Gejalanya biasanya berupa bercak darah di luar siklus, rasa tidak nyaman di perut bawah, bahkan pusing dan lelah jika perdarahan cukup banyak. Kadang juga muncul keputihan tidak normal bila penyebabnya infeksi.

2. Oligomenorea (Haid Jarang)

Oligomenorea terjadi saat haid datang lebih jarang dari 35 hari sekali atau hanya beberapa kali dalam setahun. Kondisi ini sering berkaitan dengan PCOS, gangguan tiroid, perubahan berat badan ekstrem, atau menjelang menopause.

Ciri yang umum adalah jarak haid yang panjang dan tidak teratur. Pada beberapa kasus, bisa muncul jerawat, tumbuh rambut berlebih, hingga sulit hamil karena ovulasi tidak konsisten.

3. Amenorea (Tidak Haid Sama Sekali)

Amenorea adalah kondisi ketika seorang perempuan tidak mengalami haid selama tiga bulan berturut-turut, padahal tidak sedang hamil atau menyusui. Ada dua jenis amenorea, yaitu primer (belum pernah haid sejak usia 15–16 tahun) dan sekunder (pernah haid lalu berhenti).

Penyebabnya bisa karena hormon yang tidak seimbang, stres, olahraga berlebihan, penyakit kronis, atau gangguan makan. Gejalanya tidak hanya berhenti haid, tapi juga bisa memicu rambut rontok, keluarnya cairan dari payudara, sakit kepala, hingga gejala mirip menopause.

4. Menoragia (Haid Sangat Banyak)

Menoragia adalah haid dengan perdarahan sangat banyak dan berlangsung lebih dari tujuh hari. Penyebabnya bisa terjadi karena hormon yang tidak seimbang, endometriosis, fibroid, atau penyakit kelainan darah.

Gejalanya meliputi sering mengganti pembalut tiap jam, muncul gumpalan darah besar, lelah berlebihan, hingga sesak napas akibat anemia. Pada beberapa perempuan, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Dismenorea (Haid Nyeri)

Dismenorea adalah nyeri haid yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa berupa kram perut hebat, nyeri punggung, hingga sakit kepala. Ada dua jenis: primer (nyeri tanpa penyakit lain) dan sekunder (nyeri karena penyakit seperti endometriosis atau fibroid).

Penyebab utamanya adalah tingginya kadar prostaglandin yang membuat kontraksi rahim jadi lebih kuat. Gejalanya bisa meluas ke pinggang, paha, bahkan memicu mual, muntah, atau diare.

6. Hipomenorea (Haid Sangat Sedikit)

Gejala hipomenorea adalah darah haid yang sangat sedikit atau hanya berlangsung 1–2 hari. Kondisi ini bisa muncul akibat penggunaan kontrasepsi hormonal, bekas operasi rahim, sindrom Asherman, atau masalah hormon.

Tandanya haid terlihat sangat tipis atau hanya berupa bercak. Jika berlangsung terus-menerus, bisa menimbulkan kesulitan hamil atau perubahan pada lendir serviks.

7. Polimenorea (Haid Terlalu Sering)

Polimenorea adalah haid yang datang lebih cepat dari 21 hari sekali. Kondisi ini biasanya normal dari segi jumlah darah, tetapi karena jaraknya terlalu singkat, haid terasa lebih sering muncul.

Penyebabnya bisa karena ketidakseimbangan hormon, stres, gangguan tiroid, atau masa perimenopause. Gejalanya meliputi perdarahan yang muncul lebih sering, tubuh cepat lelah, anemia, bahkan bisa memengaruhi kesuburan.

8. Hipermenorea (Haid Sangat Banyak dan Lama)

Hipermenorea mirip dengan menoragia, tapi perdarahannya lebih berat dan lama hingga membuat tubuh kehilangan banyak darah. Biasanya berlangsung lebih dari tujuh hari dengan aliran yang deras.

Penyebabnya antara lain fibroid, polip, gangguan pembekuan darah, hingga masalah hormon. Gejalanya adalah perdarahan yang membuat pembalut cepat penuh, tubuh pucat, lemas, hingga pusing akibat anemia.

Baca juga: Cara Cepat Haid agar Teratur

Cara Mengetahui Jika Menstruasi Tidak Normal

Bila Anda merasa menstruasi tidak berjalan normal, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pastinya. Berikut beberapa cara untuk mengetahui jika menstruasi tidak normal:

  • Tes Darah: Tes ini bertujuan untuk mengecek apakah ada anemia akibat kekurangan zat besi, serta mendeteksi masalah lain seperti gangguan tiroid atau kelainan pembekuan darah.
  • Pap Smear (Pap Test): Pada pemeriksaan ini, sel dari leher rahim diambil untuk melihat adanya peradangan, perubahan sel yang berisiko menjadi kanker, atau infeksi virus HPV pada wanita usia 25 tahun ke atas.
  • Biopsi Endometrium: Dokter akan mengambil sampel jaringan dari dalam rahim, lalu memeriksanya di laboratorium untuk melihat tanda-tanda kanker atau kondisi pra-kanker.
  • USG (Ultrasonografi): Menggunakan gelombang suara, dokter bisa melihat kondisi rahim, ovarium, dan area panggul untuk menemukan kemungkinan kelainan.
  • Sonohisterografi: Dalam pemeriksaan ini, cairan dokter masukan ke rahim melalui vagina dan leher rahim, lalu dilakukan USG untuk melihat lebih jelas masalah di lapisan rahim.
  • Histeroskopi: Prosedur ini menggunakan alat tipis dengan kamera yang masuk melalui vagina dan leher rahim agar dokter bisa melihat langsung bagian dalam rahim.

Menstruasi yang tidak normal sebaiknya jangan Anda anggap sepele, karena bisa memengaruhi kesehatan reproduksi secara keseluruhan. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesuburan.

Jika Anda sedang merencanakan program hamil, periksa kesehatan reproduksi di Ciputra IVF agar masalah haid tidak normal tidak mengganggu peluang kehamilan. Tim dokter berpengalaman siap membantu menemukan penyebab dan memberikan solusi terbaik untuk menjaga kesuburan Anda.

Telah direview oleh dr. Novitrian

Source:

Boston Children Hospital. Menstrual Irregularities. Februari 2026

National Library Medicine. Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. 3rd edition. Februari 2026

Mayo Clinic. Heavy menstrual bleeding. Februari 2026

Tim Konten Medis
Terakhir diperbarui pada 18 Februari, 2026
Dipublikasikan 18 Februari, 2026